3 Hari Gas 3 Kg Langka, Warga SP 1 Air Manjunto Kembali ke Zaman Masak Pakai Kayu Bakar

REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram melanda SP 1 Desa Manjunto Jaya Kecamatan Air Manjuto Kabupaten Mukomuko. Sudah tiga hari terakhir, warga kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Pantauan di lapangan, sejumlah warung dan pangkalan di wilayah tersebut kehabisan stok. Warga yang datang untuk membeli gas terpaksa pulang dengan tangan hampa karena tabung gas kosong bahkan ada yang harus mencari gas 3 kg sampai ke kota Mukomuko.

Kondisi ini membuat warga harus memutar otak agar dapur tetap mengepul. Sebagian besar warga kini kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak, seperti yang dilakukan puluhan tahun lalu.

Salah satunya dirasakan Mama Nia, warga SP 1 Air Manjunto. Sudah tiga hari ini, ia terpaksa memasak menggunakan tungku kayu bakar karena tidak mendapatkan gas di warung manapun.

“Sudah tiga hari ini kami cari gas tidak ada, Komandan. Warung-warung kosong semua. Terpaksa kami masak pakai kayu bakar lagi, kalau tidak, anak-anak tidak bisa makan,” ujar Mama Nia.

Mama Nia mengaku, asap tungku kayu bakar kini kembali terlihat di pekarangan rumahnya. Mulai dari memasak nasi, merebus air, hingga menggoreng lauk, semuanya dilakukan dengan cara tradisional.

“Kalau pakai kayu bakar ini mata pedih, baju bau asap semua. Tapi mau bagaimana lagi, gas tidak ada. Yang penting anak-anak bisa makan,” keluh Mama Nia.

Warga lainnya pun mengalami hal yang sama. Mereka yang memiliki tungku kayu bakar masih bisa bertahan, namun bagi warga yang tidak punya tungku, kondisi ini sangat menyulitkan.

Kelangkaan ini juga berdampak pada pelaku usaha kecil, seperti penjual gorengan dan warung makan. Mereka terpaksa mengurangi produksi bahkan ada yang tutup sementara karena tidak mendapatkan gas.

Baca juga:  Polres Mukomuko Gelar Pelatihan Bhabinkamtibmas dan Kanit Binmas, Kapolres: Bhabinkamtibmas Cerminan Wajah Polri di Tengah Masyarakat

Mama Nia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan distribusi gas elpiji 3 kilogram kembali normal.

“Kami mohonlah kepada pemerintah, tolong gasnya diadakan lagi. Kasihan kami yang orang kecil ini, sudah susah cari gas, mau masak saja susah,” harap Mama Nia.

Hingga berita ini diturunkan, masih ada warga SP 1 Air Manjunto masih mengandalkan kayu bakar untuk kebutuhan memasak sehari-hari, sambil berharap gas elpiji kembali tersedia di pangkalan dan warung-warung.

Laporan: Rahmadsyah Sipahutar

Tags: