Ada Apa Dengan Kyai Romdon Mundur Dari Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bogor

REAKSIMEDIA.COM | Kabupaten Bogor–Ada apa dengan Kyai yang dipilih untuk menjadi Rois Syuriah PCNU tiba-tiba mundur dari pengurus salah satu organisasi Islam yang besar di Kabupaten Bogor, padahal belum belum dilantik.

Nama Kyai Romdon yang sudah tidak asing lagi di kalangan para Kyai dan ulama ini juga pernah menjabat dua periode menjadi Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor sebelumnya, yang sekarang dijabat oleh Abdul Somad, itupun belum dilantik sampai saat ini, hal inipun mengundang banyak tanya di masyarakat husus nya masyarakat Kabupaten Bogor.

Pernyataan pengunduran diri itu disampaikan secara terbuka melalui sebuah video berdurasi 24 detik yang beredar luas di kalangan kader NU dan warga Nahdliyin, Minggu lalu dan dilakukan bertepatan di malam Jum’at tengah malam.

Pengunduran diri tersebut diperkuat dengan surat pernyataan tertulis yang telah dibubuhi materai pada tanggal 3 September 2026 sebagai bukti sah.

Dalam video dan Screenshot pernyataan pengunduran diri tersebut diterima Reaksi Media, Kyai Romdon tampak mengenakan peci hitam, baju batik dan sarung, duduk di atas sofa di kediamannya di wilayah Cibinong. Sambil memegang map berwarna hijau, ia membacakan surat pernyataannya dengan nada tenang.

Surat pernyataan yang bertanda tangan di bawah ini, jabatan dari Rois Syuriah Kabupaten Bogor dan menyatakan bahwa saya mengundurkan diri dari jabatan Rois Syuriah Kabupaten Bogor, ucapnya dalam video tersebut.

Fenomena belum dilantik namun sudah mengundurkan diri ini pun mengundang banyak tanya dikalangan masyarakat apalagi di internal PCNU Kabupaten Bogor. Pasalnya, nama Kyai Romdon sebelumnya telah masuk dalam struktur kepengurusan Rois Syuriah yang baru dan tinggal menunggu proses pelantikan resmi oleh Pimpinan Wilayah.

Baca juga:  Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Desa Rancabungur Kabupaten Bogor Ternyata Bernama Onong

Hingga berita ini ditulis, alasan pasti di balik keputusan mundur sebelum pelantikan itu belum diungkap secara rinci. Namun sejumlah sumber menyebutkan, nama keputusan tersebut diambil karena adanya pertimbangan pribadi dan dinamika internal yang tidak bisa disampaikan secara terbuka.

Posisi Rois Syuriah sendiri bukan jabatan sembarangan, Rois Syuriah adalah pucuk pimpinan tertinggi Ketua Tanfidziyah pemimpin badan pelaksana harian dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang bertugas menjalankan program kerja dan kebijakan organisasi sedangkan Rois Syuriah yang memiliki wewenang dalam memutuskan kebijakan keagamaan dan menjadi rujukan utama dalam forum bahtsul masail.

Jujur kami kaget. Belum dilantik sudah mundur. Kami sangat menghormati keputusan Kyai Romdon, mungkin beliau punya pertimbangan yang lebih maslahat, ujar salah satu pengurus PCNU Kabupaten Bogor yang enggan disebutkan namanya.

Lapoean : Bambang. I

Tags: