REAKSIMEDIA.COM | Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), menyusun program kerja Kelompok Kerja (Pokja) 5 Perlindungan Sosial Tenaga Kerja guna memperkuat upaya penanganan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di daerah tersebut.
Penyusunan program kerja tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan yang tergabung dalam Tim Penanganan TPT Kota Sukabumi, mulai dari unsur pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, asosiasi pengusaha hingga serikat pekerja.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Bappeda Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani, mengatakan kegiatan ini difokuskan untuk merumuskan langkah strategis dalam memperluas perlindungan sosial ketenagakerjaan sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun langkah strategis, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendorong optimalisasi perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat dan pekerja di Kota Sukabumi,”ujar Erni. Jumat, (5/6).
Menurut dia, perlindungan sosial ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan pekerja dan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat. Karena itu, sinergi antarinstansi diperlukan agar program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka pengangguran.
Dalam pembahasan program kerja tersebut, Pokja 5 memprioritaskan sejumlah agenda, antara lain penyusunan regulasi perlindungan pekerja migran, pengawasan penerapan Upah Minimum Kota (UMK), penanganan pengaduan dan mediasi ketenagakerjaan, serta penguatan perlindungan bagi pekerja migran.
Selain itu, forum juga membahas upaya memperluas akses perlindungan sosial bagi kelompok pekerja rentan yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Erni menjelaskan, Pokja 5 beranggotakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Sosial (Dinsos), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), BPJS Ketenagakerjaan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).
Kelompok kerja tersebut bertugas mengoordinasikan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program perlindungan sosial tenaga kerja yang mendukung penurunan tingkat pengangguran terbuka di Kota Sukabumi.
“Pokja 5 juga melakukan penyusunan laporan pelaksanaan serta memberikan rekomendasi kebijakan kepada pimpinan terkait penanganan TPT melalui program perlindungan sosial tenaga kerja,” kata Erni.
Bappeda Kota Sukabumi menilai penguatan perlindungan sosial tenaga kerja tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan pekerja, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi masyarakat secara lebih luas.
Melalui program kerja yang lebih terarah dan kolaboratif, Pemkot Sukabumi berharap upaya penanganan pengangguran dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Laporan : Leli
Tags: sukabumi
-
H. Andi Fahruddin Renreng Pinrang Bersama Pj. Bupati Pinrang Kembali Hadiri Musrenbang Kecamatan Mattiro Bulu
-
Jaksa Agung RI Laksanakan Kunjungan Kerja Virtual Tahun 2021 Jelang Hari Bhakti Adhyaksa ke-61
-
Sambut Hari Raya Idul Adha, Wakasal Serahkan Hewan Qurban ke MUI
-
Pj.Bupati Pinrang Terima Bantuan Bencana Hidrometeorologi Dari (BNPB – RI) Di aula Kantor Gubernur Sulsel
-
Patroli Gabungan 3 Pilar Dalam Rangka Operasi Lilin Lodaya 2023 SINERGITAS TNI – Polri, Brimob, PM dan Satpol PP Kabupaten Bogor dalam Pencegahan Gangguan Kamtibmas dan Jaga Kondusifitas Wilayah
-
Irjen TNI Berikan Briefing kepada Pati Mabes TNI Bahas Berbagai Isu Terkini
-
Sat Dalmas Polres Mukomuko Gelar Latihan Tingkatkan Kemampuan Anti Huru-hara
-
Silaturahmi Alumni Sunan Drajat, Wamen Viva Yoga Ajak Alumni Santri Kembangkan Perekonomian di Kawasan Transmigrasi
-
TNI Laksanakan Latihan Tembak Mortir 60 LR BB Jelang LFX Super Garuda Shield 2025
-
Kapolsek Sukorejo Gelar Apel Pos Pam Nataru



