REAKSIMEDIA.COM | Batam – Adanya penyesuaian harga BBM, Bea Cukai Batam mengamankan Bahan Bakar Mesin berupa 600.000 Liter minyak solar High Speed Diesel (HSD) pada Minggu, 25 September 2022.
Minyak solar HSD tersebut dibawa masuk ke dalam daerah pabean tanpa dokumen yang dipersyaratkan, menggunakan kapal tanker. Kapal tanker tersebut dihentikan dan ditindak di Perairan Pulau Karimun Besar.
Kronologi kejadian penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat hasil kolaborasi Kantor
Wilayah Khusus Bea Cukai Kepulauan Riau dan Bea Cukai Batam yang diterima oleh Bea Cukai Batam.
Pada hari Selasa, 20 September 2022 Pukul 14.00, Satgas Patroli Laut Jaring Sriwijaya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan adanya sarana pengangkut berupa kapal tanker dari Tanjung Uncang yang diduga bermuatan minyak menuju keluar daerah pabean tanpa dokumen.

Rizki Baidillah, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam,
membenarkan kronologi kejadian penangkapan kapal tanker tersebut.
“Benar, menindaklanjuti laporan dari masyarakat, Satgas Patroli Laut Jaring Sriwijaya segera melakukan
pengejaran kapal tanker, pukul 16.00 di perairan Karang Galang untuk dilakukan sandar dan periksa.
Namun berdasarkan pemeriksaan, diketahui bahwa kapal tanker tersebut nihil cargo dengan tujuan clearance/port destination dari Batam tujuan Probolinggo. Karena tidak ada hal yang mencurigakan, kapal di
release dengan tetap dilakukan pemantauan secara terus menerus melalui pemantauan radar,” Ucap Rizki.
Sejak tanggal 20 September hingga 25 September 2022 dilakukan pemantauan radar oleh Bea Cukai
Batam dan Satgas Patroli Laut Jaring Sriwijaya. Melalui pemantauan radar, MT. ZAKIRA berada pada posisi
sebelah timur Teluk Penawar perairan Malaysia, dan terpantau banyak kapal mendekat ke kapal tanker
tersebut, dan diduga melakukan Ship-to-Ship (STS) minyak solar HSD secara ilegal.

Pada Minggu, 25 september 2022 didapati informasi bahwa kapal tanker yang diduga memuat minyak solar
HSD secara ilegal telah bergerak dan aktif mengarah haluan ke barat dari Pengerang dan masuk jalur perairan Malaysia dan Singapura. Setelah memasuki perairan Indonesia, kapal tanker tersebut dilakukan
pemeriksaan oleh Satgas Patroli Laut Jaring Sriwijaya di perairan Pulau Karimun Besar.
“Hasil pemeriksaan berdasarkan keterangan nakhoda, kapal tanker itu membawa muatan enam ratus kilo
liter minyak solar HSD berasal dari STS di perairan Malaysia dan tidak dilengkapi dokumen impor yang akan
dibawa ke Tanjung Balai Karimun,” imbuh Rizki.
Pada Senin 26 September 2022 pukul 02:00 kapal tanker tersebut berlabuh jangkar di perairan Pulau Janda
Berhias untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim Penyidik. Dari hasil pemeriksaan sementara
berdasarkan keterangan para saksi, telah ditetapkan 2 (dua) orang tersangka berinisial MI selaku nahkoda juru mudi.
Laporan : Sulaeman buulolo
Tags: batam
-
Kodim 1710/Mimika Bagikan Takjil Menjelang Maghrib Di Kuala Kencana
-
Pers Sehat, Investasi Kuat: Menjaga Nadi Ekonomi Kabupaten Sukabumi di HPN 2026
-
Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Babakan Madang Sambangi Warga Sampaikan Pesan Kamtibmas
-
Kapolda Jateng: Jelang HUT Bhayangkara, Perkuat Sense Of Belonging dan Jaga Marwah Institusi Polri
-
Gugatan Simantek Kuta Disidangkan, PT BUK Tidak Hadir
-
Tanggul Jebol Sebabkan Satu Desa di Konawe Terendam Banjir
-
Meriahkan HJB ke 544, PGI Kabupaten Bogor dan MBI Gelar Turnamen Golf Berhadiah Mobil dan Moge
-
Semarak HUT RI ke-80, Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut Bagikan 500 Bendera Merah Putih di Depan Mako
-
Maksimalkan Penerapan PPKM, Kodim 0808/Blitar Gelar Patroli Gabungan
-
Panglima TNI Buka Pendidikan Reguler LI Sesko TNI TA 2023



