REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 diingatkan untuk tidak hanya memetakan potensi sumber daya di kawasan transmigrasi, tetapi juga memastikan setiap komoditas unggulan memiliki akses pasar yang jelas. Tanpa kepastian pasar dan rantai pasok yang terbangun, potensi ekonomi daerah dinilai sulit berkembang menjadi sumber pertumbuhan baru.
Direktur Pengawasan Bidang Energi, Pariwisata, dan Pembangunan Kewilayahan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Rizal Suhaili mengatakan salah satu persoalan yang kerap ditemui dalam pembangunan daerah adalah melimpahnya hasil produksi yang tidak diikuti dengan tersedianya pembeli atau offtaker. Akibatnya, produk masyarakat tidak terserap pasar dan gagal memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.
“Sering kita dengar, membuat itu mudah, tetapi menjual itu yang menjadi masalah. Produk banyak, tetapi tidak ada yang membeli. Kalau ini terjadi, tidak ada pertumbuhan ekonomi di sana,” ujar Rizal kepada 1.476 TEP dalam kegiatan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta.
Untuk itu Rizal meminta Tim Ekspedisi Patriot tidak hanya mengidentifikasi potensi pertanian, perkebunan, peternakan, maupun perikanan di setiap kawasan transmigrasi. Melainkan memetakan ekosistem ekonomi yang mendukung berkembangnya komoditas tersebut.
Selain itu, Rizal menilai keberhasilan pembangunan kawasan harus ditopang oleh kolaborasi lima unsur utama, yakni masyarakat sebagai pelaku ekonomi, pemerintah daerah sebagai regulator, badan usaha atau koperasi sebagai penyuplai dan penyerap hasil produksi, lembaga keuangan sebagai penyedia akses pembiayaan, serta sistem pengawasan yang memastikan seluruh proses berjalan secara akuntabel.
“Pastikan nanti saat melakukan kajian di kawasan transmigrasi, ada badan usaha atau koperasi yang berperan sebagai offtaker. Masyarakat tidak boleh dibiarkan menghasilkan produk tanpa kepastian siapa yang akan membeli,” tegasnya.

Rizal juga mendorong Tim Ekspedisi Patriot untuk melihat pembangunan kawasan secara menyeluruh. Selain memetakan komoditas unggulan, tim diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan inovasi, dukungan pembiayaan, hingga kebijakan pemerintah daerah yang diperlukan agar potensi ekonomi dapat berkembang secara berkelanjutan.
Ia menilai pendekatan tersebut akan membantu pemerintah merancang kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih tepat sasaran dan berorientasi pada hasil.
Melalui pemetaan yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot 2026, pemerintah berharap setiap kawasan transmigrasi memiliki rekomendasi pengembangan ekonomi yang tidak hanya berbasis potensi lokal, tetapi juga didukung ekosistem usaha yang mampu membuka akses pasar, meningkatkan nilai tambah, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
Tags: jakarta
-
Sinergitas Pemerintah Kabupaten bersama Masyarakat, Ribuan Masyarakat Hadiri Malam Ramah Tamah Peringatan HUT RI
-
Tanam Harapan, Panen Ketahanan : Sinergi TNI-IPB Untuk Indonesia Berdaulat Pangan
-
Kunker di Kabupaten Mukomuko, Pangdam II/Sriwijaya Disambut Hangat Wakil Bupati dan Jajaran FKPD
-
Ketua Umum LASQI NJ Resmi Tutup Fest Bivo Gambus Tingkat Kabupaten Bogor
-
Sukseskan Program 100 Hari Kerja Bupati Dan Wakil Bupati Nias Barat Sumut
-
Sumur Bor Pertama Hadir di Kampung Keakwa, Warga Tak Lagi Bergantung pada Air Hujan
-
Lady Kendra Pattiata Wakil Maluku di Grand Final Putri Indonesia Terpilih Jadi Putri Kepulauan Indonesia Timur
-
Wujud Kemitraan Warga Masyarakat Desa Pagelaran Wilayah Hukum Polsek Ciomas, Lakukan Dialogis Dalam Menjaga Kamtibmas
-
Kasus Korupsi Lahan Rusun di Cengkareng, Bareskrim Amankan Aset Senilai Rp 700 Miliar
-
Sajikan Informasi Ketenagakerjaan yang Akurat, Kemnaker Raih Dua Penghargaan GSMS 2026

