REAKSIMEDIA.COM | Jayapura – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo membuka secara langsung Seminar Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) dengan tema “Pesta Demokrasi 2024”, Jumat (24/3/2023). Dalam sambutannya Wempi berharap pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 berjalan dengan baik di Papua.
“Saya berharap kita semua mengawal proses pemilu ini agar bisa berlangsung dengan baik di Papua, sesuai dengan amanah undang-undang dan PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) mengamanatkan bahwa rakyat untuk bisa mencoblos,” katanya di Auditorium Uncen Jayapura.
Wempi mengatakan, pada 2024 mendatang Indonesia akan menggelar pemilu dan pilkada serentak untuk pertama kali secara nasional. Dengan adanya seminar tersebut diharapkan dapat memberikan pencerahan pada peserta sehingga pemilu serentak bisa disikapi dengan baik.
“Jadi tanggal 14 Februari 2024, hari Rabu itu pemilu legislatif dan pilpres. Kemudian pilkada itu secara serentak 38 provinsi dan kurang lebih 500 kabupaten/kota akan memiliki kepala daerah secara langsung dalam pesta demokrasi yang akan kita gelar tanggal 27 November 2024,” ucapnya.
Dengan demikian, tentunya akan ada kekosongan pejabat karena sejumlah kepala daerah definitif berakhir masa jabatannya pada 2023. Wempi menyebut kurang lebih 170 bupati/wali kota dan gubernur yang selesai masa jabatannya. Guna mengisi kekosongan kekuasaan tersebut, kata dia, akan diisi oleh penjabat (Pj.) yang tidak dipilih secara langsung oleh rakyat. Untuk itu dirinya meminta para mahasiswa agar turut serta mengontrol dan mengevaluasi para Pj. yang ada di lapangan.
“Sehingga rakyat menjadi fungsi kontrol untuk kita bisa mengevaluasi mereka. Di bulan Mei ini kita akan evaluasi kurang lebih ada beberapa bupati/wali kota dan gubernur di seluruh Indonesia. Lebih khusus di Papua itu ada kurang lebih 5 atau 7 penjabat bupati yang akan dievaluasi di bulan Mei ini,” tuturnya.
Selain itu, Wempi menambahkan, permasalahan yang dihadapi Indonesia masih cukup banyak. Salah satunya berkaitan dengan kesejahteraan, di mana Papua termasuk di dalamnya. Untuk itu, dia mengajak para mahasiswa agar memilah persoalan dalam rangka mewujudkan masyarakat Papua yang lebih sejahtera.
“Tugas adik-adik mahasiswa untuk mengkritisi apa ada yang salah, tapi kalau ada yang benar mari kita dukung bersama, yang salah kita kritisi dan yang benar kita dukung bersama. Jangan yang benar kita kritisi dan yang salah juga kita kritisi,” tandasnya. (*)
Laporan : Suryadi
Tags: jayapura
-
Disebut masuk Susunan Kabinet Prabowo Gibran; Ralina Rasyidin siap bergabung
-
Lakukan Validasi Lapangan, Kepala BSKDN Apresiasi Inovasi Pengolahan Limbah Medis di Sumatera Barat
-
Gelar Bakti Kesehatan di Titik 0 IKN, Kapolri Gelorakan Visi Indonesia Emas 2045
-
Polsek Citeureup Gelar Olah TKP di Temukannya Korban Gantung Diri
-
Gandeng UNUTARA, Gus Halim Percepat Pembangunan Desa di Maluku Utara
-
Men’s Biore ASF Hadir di SMA Negeri 11 Depok Promosi Ajang Unjuk bakat dan Musik
-
TNI-Polri Kawal Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Tabingjai
-
Patroli Bersama Rangka KYRD, Wujud Sinergitas Polres Mukomuko Dan Kodim 0428/MM
-
Kapolsek Kaliwungu Melaksanakan Giat Pengamanan Khaul Simbah K.H. Ahmad Ru’yat dan Waliyullah Musyafa
-
104 Personel Lanud Sultan Hasanuddin Laksanakan Test Kesamaptaan Jasmani, Ujian Kenaikan Pangkat


