REAKSIMEDIA.COM | Tanggamus – Sepandai pandainya membungkus bangkai suatu saat akan tercium juga. Mungkin itulah pepatah yang pantas di ucapkan kepada Hardi Barto, Kepala Pekon Way panas Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus.
Setelah Dua tahun berjalan dan memasuki tahun ketiga menjabat sebagai Kepala Pekon Way panas yang memiliki kewenangan sebagai Pemegang Kekuasaan Pengelola Keuangan Desa (PKPKD), yang diduga melakukan kecurangan dalam pengelolaan keuangan desa kini satu persatu mulai terendus dan terkuak.
Sebagaimana di wartakan media ini sebelumnya terkait dugaan anggaran bantuan wc (ODF) yang menjadi ajang bisnis yang alokasi anggaran seniali Rp. 67.997.000,- yang di realisasikan sekitar Rp. 38.000.000,-.
Kali ini Giliran Angaran sub bidang Penyusunan Dokumen Perencanaan tata ruang desa. Sebagaimana dalam kegiatan tersebut terdapat Tiga item kegiatan yaitu :
1. Pemutahiran data SDGS dan Indek desa membangun (IDM) anggaran Rp. 19.879,000,-
2. Penyusunan dokumen perencanaan Pekon (RKP) anggaran Rp. 15.284,500,-
3. Penyusunan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) anggaran Rp. 5.943,500,-
Dengan total anggaran sebesar Rp. 41,107,000,- (Empat puluh Satu juta Seratus Tujuh ribu rupiah)
Dari besaran anggaran yang di alokasi untuk sub bidang penyusunan perencanaan tata ruang desa tersebut hanya di realisasikan untuk belanja makan minum dan ATK, yang semestinya juga ada untuk belanja jasa honor TIM, namun itu tidak terealisasi.
“Saat pewarta melakukan konfirmasi di Kantor Balai Pekon Way Panas pada Jum’at (6/01/2023), Salah Satu Anggota TIM yang berinisial (TS) membeberkan,
”untuk kegiatan penyusunan dokumen perencanaan tersebut angota nya ada 9 orang sebagai Ketua Tim nya Seketaris Pekon sendiri dan sebagai pembina nya Kepala Pekon. Dalam pelaksanaannya cuman dapat makan minum sama di kasih Rokok. Untuk anggota ada juga di ambil dari masyarakat, kalau masalah Angaran nya kami tau ko besar angaran nya namun yang direalisasi cuman Makan Minun untuk tim, kami mau protes sama kepala pekon tidak berani namanya kami selaku bawahan,” beber TS.
Kaur keuangan masih di tempat yang sama, dengan bahasa yang singkat dan jelas saat dikonfirmasi mengungkapkan tidak pernah mengelola keuangan, semuanya dipegang oleh kepala pekon termasuk dalam pembayaran realisasi kegiatan.
“saya tidak pernah menyimpan dan membayarkan anggaran kegiatan semua yang bayar Kepala Pekon sendiri, makanya saya tidak banyak tau, memang saat pencair dana di Bank saya ikut. Untuk pengelola angaran kepala pekon karena selaku penguasa angaran saya cuman menerima laporan Spj nya saja terkait untuk realisasi saya tidak tau, untuk laporan secara admitrasi sudah semua kalau dilapangan nya saya kurang paham,” Ungkap Pauzi selaku Kaur keuangan.
Selanjutnya awak media mencoba menemui Kepala Pekon, Hardi Barto di rumah kediamannya untuk mengkonfirmasi, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat. Hingga berita ini di terbitkan Kepala Pekon Way panas belum bisa di konfirmasi.
Carut marut pengelolaan keuangan dan realisasi kegiatan anggaran yang bersumber dari Dana Desa di Pekon Way panas tahun 2021 dan tahun 2022 akan di update pada sagmen berikutnya.
Laporan : Hanapi
Tags: Tanggamus
-
Himbau Warga Patuhi Prokes 5M, Petugas Bawa Poster Keliling Wilayah Kecamatan Bulu
-
Kadis Pendidikan Andi Matjtja, S.sos Kolaborasi Inspektorat kabupaten Pinrang menjelang Libur Puasa Bulan Ramadan 1444 H
-
Kecelakaan Tunggal Akibat Pecah Ban, Tiga Warga Sekampung Udik Lampung Timur Meninggal di Jalan Ir Sutami, Tanjung Sari, Lampung Selatan
-
Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Cibinong Laksanakan Kegiatan Sambang Sampaikan Pesan/Himbauan Kamtibmas
-
Awalnya Gina Sheilla Artist dan Pemain Sinetron Kini Fokus Tangani PBFI Kota Bogor
-
Petani Temukan 2 Buah Mortir di Aceh Tenggara, Polisi Turun ke TKP
-
Kemendagri Beri Penghargaan Pemda atas Realisasi APBD Tertinggi TA 2021
-
Paramita Rusadi, meriahkan HUT HIMPAUDI JABAR yang ke-17 di Sabuga ITB
-
AKBP Adjie Sidak Ruangan Pelayanan Dan Pantau Personil Piket di Mapolres Pinrang
-
Bersinergi Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ Rakor Bersama Puskesmas Kanggime Bahas Kesehatan Lingkungan


