Di Bawah Rintik Gerimis Pagi yang Syahdu, Ratusan Masyarakat Kompak dan Teguh Peringati Sumpah Pemuda di Kecamatan Air Manjuto

REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Pagi itu, langit Air Manjuto menangis pelan. Rintik gerimis turun syahdu, membasahi halaman Kantor Camat. Dingin, sejuk, namun tidak menyurutkan langkah untuk mengikuti Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026

Di bawah rintik itulah, Pemerintah Kecamatan Air Manjuto bersama para Kepala Sekolah, Pelajar, TNI-POLRI dan seluruh Pemdes se-Kecamatan berdiri teguh. Payung-payung mungkin mengembang, jas hujan mungkin terpakai, tapi semangat Sumpah Pemuda tetap menyala, tak padam oleh hujan gerimis yang menerpa.

Camat Air Manjuto Sutarto SAP usai kegiatan Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 98 menyampaikan kepada Reaksi Media.com bahwa momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa persatuan adalah kekuatan utama membangun desa dan kecamatan.

> “Hari ini kita buktikan, Pemerintah Kecamatan bersama berbagai elemen masyarakat dan Pemdes se Air Manjuto kompak, solid dan bersatu. Ini adalah wujud nyata dari semangat Sumpah Pemuda itu sendiri – Bertumpah Darah Satu, Berbangsa Satu, Berbahasa Satu. Mari kita bangun Air Manjuto dengan semangat persatuan dan kesatuan agar lebih baik lagi kedepannya,” ujar Camat Sutarto.

Kekompakan terlihat dari kehadiran seluruh peserta yang hadir lengkap dengan berbagai seragam dari berbagai budaya dan adat yang memaknai semangat persatuan dan kesatuan berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Air Manjuto dalam momentum Hari Sumpah Pemuda tahun ini.

Sumpah itu tidak diucapkan di bawah terik matahari yang gagah, melainkan di bawah gerimis yang jujur. Bahwa membangun desa itu seperti menunggu hujan reda, harus sabar, harus kompak, harus bersama.

Dan pagi itu, Air Manjuto membuktikan bahwa kekompakan tidak butuh cuaca cerah, cukup hati yang satu.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah tamah sebagai simbol kebersamaan membangun Kabupaten Mukomuko di Kecamatan Air Manjuto.

Baca juga:  Mendes PDTT: Prioritaskan Potensi dan Keunikan Desa, Jangan Latah Bangun Desa Wisata

Laporan: Rahmadsyah Sipahutar

Tags: