REAKSIMEDIA.COM | Kendari – Selain Bendungan Ladongi yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Selasa (28/12/2021) lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga membangun Bendungan Ameroro untuk memperkuat suplai air irigasi dan pengendalian banjir di Provinsi Sulawesi Tenggara. Bendungan yang berada di Desa Tamesandi, Kabupaten Konawe ini ditargetkan selesai konstruksi pada tahun 2023.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kunjungan kerja di Bendungan Ameroro beberapa waktu lalu menyampaikan Bendungan Ameroro merupakan satu dari tiga bendungan yang disiapkan untuk mengurangi risiko banjir dan menambah suplai air irigasi di Sulawesi Selatan.

Bendungan pertama adalah Ladongi dengan kapasitas memiliki kapasitas tampung 45,9 juta m3 dan luas genangan sebesar 222 hektare akan dimanfaatkan untuk mengurangi risiko banjir sebesar 176,62 m3/detik dan mengairi area irigasi seluas seluas 3.604 hektare.
Kedua Bendungan Ameroro memiliki kapasitas tampung 54,53 juta m3 dengan luas genangan 244,06 hektare. Ketiga Bendungan Pelosika yang nantinya akan membendung Sungai Konawe dan kini masih dalam tahan persiapan (review design).
Bendungan Ameroro sendiri mulai dikerjakan pada 2020 dengan biaya APBN sebesar Rp1,6 triliun. Saat ini progres konstruksinya mencapai 26,82% dengan target selesai 2023.
Pembangunan Bendungan Ameroro dilaksanakan dalam 2 paket pekerjaan, yakni Paket I oleh kontraktor PT Wijaya Karya-PT Sumber Cahaya Agung-PT Basuki Rahmanta Putra (KSO) dan Paket II PT Hutama Karya- PT Adhi Karya (KSO). Bendungan ini didesain dengan tipe urugan yang memiliki tinggi puncak mencapai 82 meter, panjang bendungan 324 meter, dan lebar 12 meter.
Bendungan Ameroro masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 untuk menambah jumlah tampungan air di Sulawesi Tenggara dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air.

Sebagai daerah penyangga Kota Kendari sebagai Ibu Kota Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe diperkirakan akan terus berkembang salah satunya melalui pengembangan industri nikel serta sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang membutuhkan air baku bersumber dari bendungan. Penyelesaian Bendungan Ameroro diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan air baku sebesar 511 liter/detik.
Manfaat lainnya adalah dengan cara mengelola aliran air Sungai Lasolo Konaweha yang selanjutnya ditampung bendungan untuk digunakan sebagai layanan daerah irigasi seluas 3,363 hektare dan mereduksi banjir di wilayah hilir sebesar 443,3 m3/detik. Selain itu juga berpotensi sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,3 Megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 8,2 Megawatt serta destinasi wisata baru di Kabupaten Konawe.
Laporan : Suryadi
Sumber : Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Tags: kendari
-
Bhabinkamtibmas Wilayah Polsek Ciampea Melaksanakan Sambang Kepada Warga Masyarakat Untuk Sampaikan Pesan Kamtibmas Dan Ajak Cegah TPPO
-
Danrem 042/Gapu bersama Kapolda Jambi Dampingi Pj Gubernur Jambi Pantau Pelaksanaan PSU di TPS Dua Kabupaten
-
Wujud Kepedulian Bupati Pinrang Irwan Hamid Terhadap Kesehatan Masyarakat; Membangun dan Resmikan Fasilitas Kesehatan Didaerah Pengunungan
-
TNI Raih Predikat A (Pelayanan Prima) pada Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025
-
Cek Pendistribusian Minyak Goreng Murah Bersubsidi, Ganjar Tinjau Eks Pasar Weleri
-
Melalui FGD, Kunker Kapolres Mukomuko Sapa Masyarakat di Wilayah Hukum Polsek Mukomuko Selatan dan Sungai Rumbai
-
Polsek Ciampea Polres Bogor Laksanakan Patroli Siang Hari Antisipasi Gangguan Kamtibmas
-
Sidak Jelang Idul Adha, Pak Uu Apresiasi Pasar Hewan Kurban di Cimahi
-
Bos Perusahaan Swasta Terkemuka Dipolisikan atas Dugaan Kekerasan Terhadap Dua Anak Kandungnya
-
Gubernur LampungĀ melakukan launching Bazar Rebo di Way Kanan


