Fadli Zon-Gus Jazil Sepakat Seni Qasidah Jadi Warisan Budaya Tak Benda

REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut baik usulan Lembaga Seni Qasidah Indonesia-Nusantara Jaya (LASQI-NJ) yang merekomendasikan seni qasidah tercatat sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia.

Fadli Zon mengatakan, saat ini sudah ada 2.231 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) se-Indonesia dan 16 WBTB yang diakui UNESCO . Angka ini terus bertambah karena ditargetkan hingga akhir 2025 ini sudah ada 550 warisan budaya baru yang ditetapkan secara nasional.

”Saya baru ‘ngeh’ kalau ternyata qasidah belum masuk dalam daftar ini padahal sangat pantas. Menurut saya, seni qasidah ini adalah hasanah yang luar biasa dan ragamnya juga sangat banyak, termasuk Bimbo pernah menyanyikan qasidah,” ujarnya saat menerima kunjungan dari DPP LASQI-NJ yang dipimpin Jazilul Fawaid alias Gus Jazil di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Ikut mendampingi Gus Jazil, Ketua DPW LASQI-NJ Jawa Barat KH Maman Imanulhaq, Sekjen Inu Aminuddin, Ketua DPD LASQI-NJ Kabupaten Bogor Lukmanudin Ar Rasyid, Rendi Mulyadi Ketua Panitia LASQI NUSANTARA FEST 2025 dan Sekretaris Pelaksana Bobby Khana serta sejumlah pengurus LASQI-NJ lainnya.

Dikatakan Fadli Zon, saat ini seni yang mengangkat tema-tema keislaman semakin kuat, terutama di wilayah Timur Tengah, termasuk Singapura. ”Kita terus terang agak ketinggalan dalam Islamic art, misalnya seni lukis, patung, monumen instalasi, termasuk di dalamnya musik. Sebagai negara Islam terbesar di dunia, seharusnya musik seperti qasidah ini, terutama qasidah lokal bisa berkembang pesat,” katanya.

Karena itu, untuk menjadikan qasidah sebagai warisan budaya takbenda, diperlukan kajian yang komprehensif. Sebab, selama ini qasidah kerap dianggap sebagai musik dari Timur Tengah. Padahal, genre dan ragam seni qasidah sangat banyak.

”Kalua audiens nya mungkin paling besar kita sebagai negara Islam terbesar. Saya juga banyak koleksi kaset Indonesia, ada 31 ribu lebih, termasuk qasidah. Itu musik Indonesia aja. Termasuk piringan hitam yang qasidah banyak. Terbitan Tahun, 60-an, 70-an. Itu mungkin perlu ada penelitian, menarik juga kalau diangkat,” tutur Fadli Zon yang mengaku punya master dari lagu-lagu dari grup qasida legendaris Nasidaria dari label rekaman Puspita Record.

Menurutnya, untuk memajukan seni qasidah, diperlukan ekosistem yang mendukung, mulai dari workshop dan kegiatan-kegiatan strategis yang mendukung lainnya.

Baca juga:  Air Minum dan Sanitasi Jadi Kebutuhan Warga, Menteri PUPR Tekankan Fungsi Pentingnya Kurangi Kemiskinan dan Stunting

Senada dengan Fadli Zon, Gus Jazil juga mengatakan bahwa seni qasidah sebenarnya punya penggemar fanatik, terutama di lapisan bawah. Sayangnya, anak-anak generasi muda kurang cukup mengenal seni qasidah. Padahal, di era 70-80, seni qasidah di Indonesia begitu popular. ”Di acara-acana nikahan, khitanan, laqu qasidah di daerah-daerah masih sangat sering didendangkan. Sayangnya, seni qasidah masih kurang terperhatikan,” ujarnya.

Gus Jazil juga mengusulkan seni qasidah masuk dalam naungan Kementerian Kebudayaan agar bisa lebih dikembangkan secara optimal. ”Setiap tahun, LASQI Nusantara Jaya juga menggelar festival yang perlu mendapatkan dukungan dan partisipasi dari berbagai kalangan. Akan lebih baik kalua qasida masuk dalam naungan Kementerian Kebudayaan,” katanya.

Selain untuk silaturahim, kunjungan Gus Jazil dan jajaran LASQI-NJ tersebut juga untuk mendapatkan dukungan sekaligus mengundang Fadli Zon hadir dalam acara LASQI Nusantara Fest 2025 yang akan digelar di Lapangan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor pada 4-7 Desember 2025.

Lukmanudin Ar Rasyid selaku Ketua DPD LASQI NJ Kabupaten Bogor yang menjadi Tuan Rumah menambahkan bahwa kegiatan DPP LASQI NJ ini diberi nama LASQI NUSANTARA FEST 2025, yang didalam nya banyak rangkaian acara termasuk salah satunya Rekor MURI dan Rekomendasi Warisan Budaya Tak Benda.

“Kegiatan ini kami beri nama LASQI NUSANTARA FEST 2025, dimana di dalam nya ada Rekor MURI Kategori Menyanyikan Lagu Qasidah oleh Penyanyi Terbanyak, lalu ada Rapimnas DPP LASQI NJ yang dihadiri oleh DPW-DPW Seluruh Indonesia yang akan merekomendasikan Qasidah menjadi Warisan Budaya Tak Benda, kemudian ada Qasidah Expo yang didalam nya para pembuat Alat Qasidah dan perancang Kostum nya bisa ikut mempromosikan, lalu kemudian ada Pemilihan Duta Qasidah Nusantara Tingkat Nasional 2025, dan beragam kegiatan lainnya, lalu kemudian Bupati Bogor juga menyambut baik kegiatan Nasional yang digelar di Kabupaten Bogor, dan beliau menyampaikan bahwa Kabupaten Bogor harus menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya Seni Budaya Islam, dan Bupati menyambut hangat semua Kafilah, peserta LASQI NUSANTARA FEST dari seluruh Provinsi dan semoga Bogor menjadi tempat yang nyaman, tutup Lukman B.I

Tags: