REAKSIMEDIA.COM | Jakarta –Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar Kembali menegaskan penggunaan alokasi 40% dana desa untuk Bantuan Langsung Desa (BLT) tetap fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan riil di masing-masing desa. Dengan demikian jika penerima BLT tidak sampai 40 persen bisa dialihkan ke desa yang masih membutuhkan atau diperuntukkan ke hal lain seperti pembangunan infrastruktur desa.
“Merujuk pada analisa BPKP. Kelebihan Dana Desa bisa untuk desa yang membutuhkan atau untuk membiayai infrastruktur. Alternatif kedua, setelah penerima BLT tidak sampai 40 persen maka dikembalikan ke desa dan dialihkan untuk prioritas penggunaan lain di desa,” tegas Abdul Halim Iskandar saat menerima kunjungan Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga di ruang kerjanya, Selasa (15/3/2022).
Gus Halim -sapaan akrab Abdul Halim Iskandar- juga menegaskan alokasi 40% dana desa untuk BLT merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di desa. Sedangkan untuk mencapai target nol persen di tahun 2024, aksi pengentasannya harus berdasarkan data mikro SDGs desa. Oleh karena itu, Pendampingan dan Penguatan Desa diperlukan agar desa kompeten mengidentifikasi kebutuhan desa terutama dalam hal pengentasan kemiskinan ekstrem serta prioritas pembangunan infrastruktur desa.
“Harus sesuai kebutuhan rill desa. Sehingga kemiskinan ekstrem dan kebutuhan infrastruktur desa bisa tertangani. Tapi Bupati tidak boleh telat melaporkannya pada batas akhir Mei 2022 karena bakal diambil alih Kemenkeu,” ujar Gus Halim.
Untuk diketahui, kunjungan Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga adalam dalam rangka meminta arahan terkait alokasi 40% Dana Desa untuk BLT. Menurutnya, sebagian besar dari 32 Kecamatan dinilai sudah tidak layak lagi menerima bantuan dari Pemerintah, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa. Oleh karena itu, Bupati meminta arahan dan solusi agar alokasi 40% untuk BLT bisa dimanfaatkan untuk keperluan lainnya. Pasalnya Menurut Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 mewajibkan alokasi 40 persen dari Dana Desa untuk BLT.
“Kami meminta kebijakan dan solusi karena ada peruntukkan lebih baik ketimbang untuk bantuan,” katanya.
Turut hadir mendampingi Gus Halim dalam pertemuan itu, Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Sugito dan Staf Khusus Menteri Ahmad Iman.
Laporan : Suryadi
Sumber : Firman/Kemendes PDTT
Tags: jakarta
-
Ditengah Sidaknya di Polsek Tompobulu, Kapolres Gowa Berikan Reward ke Bhabinkamtibmas
-
Bupati Pinrang H.A.Irwan Hamid Bersama Sudirman Bungi Wakil Bupati Pinrang Melepas Secara Resmi Seleksi Kafilah Tilawatil Qur’an (KTQ) Kabupaten Pinrang
-
Puncak Peringatan Hapernas 2021, Menteri Basuki Tekankan Program Perumahan Fokus pada Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
-
Kadis Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang Hadiri Acara Kementerian Dalam Negeri RI
-
450 Ekor Sapi BULS Sidrap Mendarat di Jakarta Penuhi Stok Qurban
-
Peringati Hari Pendidikan Nasional, Satgas Yonif 715/Mtl Resmikan Rumah Belajar “PELITA PACE MENTARI”
-
Dukung Percepatan Kopdes Merah Putih, Mendes Yandri Terbitkan Permendesa Nomor 16 Tahun 2025
-
Buka Acara Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Keuangan, Kapolda sumut berikan Penghargaan
-
Dukung Kota Medan yang Aman dan Nyaman, Anggota DPRD Medan Parlindungan SH MH Gelar Sosperda No.10/2021
-
Kebakaran Hanguskan Sebuah Lahan Penyortiran Limbah di Cibinong Bogor

