Hasil kajian TEP Akan Tentukan Arah Pembangunan Infrastruktur Kawasan Transmigrasi

REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya mendukung transformasi kawasan transmigrasi melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan semakin tepat sasaran melalui pemetaan potensi dan kebutuhan yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 di 53 kawasan transmigrasi.

“Kementerian Pekerjaan Umum memberikan dukungan yang sangat jelas terhadap prakarsa dan program yang dijalankan oleh Kementerian Transmigrasi,” kata Staf Khusus Kementerian PU, Ahmad Khoirul Umam saat mewakili Menteri Pekerjaan Umum pada acara Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Umam menjelaskan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, Kementerian PU memfokuskan dukungan pada 45 kawasan transmigrasi prioritas. Dari jumlah tersebut, pembangunan pada 2026 difokuskan di 14 kawasan transmigrasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pembangunan.

Menurut Umam, pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi tidak hanya bertujuan menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Seluruh program tersebut sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air, memperluas lapangan kerja berkualitas, serta mendorong pemerataan ekonomi.

Untuk mendukung target tersebut, Kementerian PU menjalankan berbagai program melalui sejumlah direktorat jenderal, antara lain pembangunan jaringan irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pembangunan jalan dan jembatan menuju sentra produksi agar distribusi komoditas unggulan lebih efisien, serta penyediaan infrastruktur permukiman, air minum, dan sanitasi di kawasan transmigrasi.

“Dari total yang kami dukung kepada Kementerian Transmigrasi, nilainya saat ini masih berada di kisaran Rp550 miliar. Kami berharap ketika kondisi ekonomi semakin menguat, dukungan terhadap program-program prioritas, termasuk kawasan transmigrasi, juga akan semakin meningkat,” kata Umam.

Baca juga:  Sebanyak 34 Personel Polres Kendal Naik Pangkat

Umam menilai keberadaan Tim Ekspedisi Patriot memiliki peran strategis untuk memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan. Melalui hasil identifikasi dan pemetaan yang dilakukan para akademisi, pemerintah dapat menyusun kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain pembangunan infrastruktur dasar, Kementerian PU juga mengembangkan Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) pada 2026. Program tersebut melibatkan masyarakat secara langsung melalui skema padat karya sehingga pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi warga kawasan transmigrasi.

“Yang sebelumnya tidak melibatkan masyarakat secara langsung, untuk program ini fokus melibatkan masyarakat pada level padat karya. Artinya, pembangunan infrastruktur memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat di akar rumput,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Umam mengajak seluruh anggota Tim Ekspedisi Patriot 2026 memanfaatkan masa pengabdian untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Ia mengaku terkesan dengan pengalaman peserta tahun sebelumnya yang justru berharap masa penugasan mereka di kawasan transmigrasi dapat diperpanjang karena ingin terus memberikan manfaat.

“Saya berharap, jadilah patriot yang bisa menghadirkan manfaat dan memberikan keberkahan untuk masyarakat Indonesia secara umum,” pungkasnya. (AAF)

Sumber : Tim Kementerian Transmigrasi

Tags: