REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Film horor Korea Selatan kian tak terbendung di pasar Indonesia. Di tengah persaingan ketat industri perfilman nasional, sinema Negeri Ginseng justru tampil dominan dan sukses “menghipnotis” penonton Tanah Air. Apa rahasianya?
Fenomena ini dibedah secara terbuka dalam diskusi panel bertajuk Pengaruh Film Horor Korea di Indonesia yang menghadirkan sutradara senior Toto Hoedi, produser Heart Pictures Herty Purba, serta praktisi film Nanang Istiabudi. Diskusi yang dipandu Irfan Handoko itu mengupas tuntas mengapa horor Korea mampu menembus pasar Indonesia dengan penetrasi luar biasa.

Penonton Indonesia Makin Cerdas, Jumpscare Tak Lagi Cukup
Para panelis sepakat, penonton Indonesia kini jauh lebih kritis. Akses luas terhadap film global membuat standar tontonan meningkat drastis. Horor tak lagi cukup hanya mengandalkan kejutan sesaat.
Nanang Istiabudi menegaskan, film horor Korea tampil dengan standar produksi tinggi—mulai dari skenario yang terstruktur, sinematografi kuat, hingga strategi promosi matang. “Penonton merasa filmnya memang layak bayar,” tegasnya.
Cerita yang solid, konflik emosional yang relevan, serta visual yang digarap serius membuat film horor Korea terasa lebih “berkelas” dan tidak sekadar menjual teriakan.
“Medis vs Mistis”: Logika Jadi Senjata Utama
Salah satu pembahasan paling menarik adalah perbedaan pendekatan antara horor Korea dan Indonesia.

Film Korea cenderung menyentuh sisi rasional. Ketika karakter mengalami gangguan supranatural, tetap ada pendekatan medis atau investigasi logis. Unsur ini menciptakan rasa realistis yang memperkuat ketegangan.
Sebaliknya, film horor Indonesia dinilai masih banyak bertumpu pada penyelesaian mistik murni. Perbedaan pendekatan inilah yang membuat sebagian penonton merasa film Korea lebih masuk akal, sekaligus lebih menegangkan secara psikologis.
Ekosistem Industri Korea Disebut “Tak Main-Main”
Produser Herty Purba mengungkapkan, kekuatan film Korea bukan hanya soal cerita, tetapi juga ekosistem industri yang solid. Dukungan pemerintah Korea Selatan terhadap industri kreatif disebut sangat konkret, termasuk kemudahan izin lokasi syuting di fasilitas publik seperti kampus dan rumah sakit.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan realitas sineas lokal yang kerap terbentur birokrasi dan biaya perizinan tinggi. Diskusi ini pun menjadi refleksi keras bagi industri film Indonesia untuk memperbaiki tata kelola produksi.
Kritik Pedas untuk Produksi Kilat Horor Lokal
Forum tersebut juga menyoroti praktik produksi film horor lokal yang sering dikerjakan secara kilat—bahkan hanya sekitar 10 hari—demi menekan biaya. Dampaknya, kualitas teknis dan kedalaman cerita kerap terabaikan.

Para panelis mendorong sineas Indonesia melakukan riset urban legend secara lebih mendalam, serta mulai mengeksplorasi pendekatan psikologis, monster, dan zombie sebagai alternatif segar dari hantu tradisional yang dinilai mulai jenuh.
FFHoror 2026 Umumkan Pemenang, Setan Alas Raih Film Terhoror
Di akhir diskusi, diumumkan pula hasil penilaian Dewan Juri FFHoror periode 13 Januari–13 Februari 2026 yang diketuai Ncank Mail bersama Satria Sabil, Rio Apriciandhito, Nuty Larasaty, Dandung P. Hardoko, dan Dudy Novriansyah.
Daftar pemenang:
Film Terhoror: Setan Alas
Sutradara Terbaik: Yusron Fuady
Aktor Terbaik: Rangga Azof (Kafir Gerbang Sukma)
Aktris Terbaik: Putri Ayudia (Kafir Gerbang Sukma)
Tata Gambar/DOP “Awank JJ” (Dowa Ju Seyo/ Tolong Saya)
Diskusi ini menjadi alarm sekaligus peluang. Jika ingin tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, industri horor Indonesia dituntut berbenah—meningkatkan kualitas produksi, memperkuat riset cerita, dan membangun ekosistem yang sehat.
Horor Indonesia kini berada di persimpangan: bertransformasi atau kian tergerus dominasi Korea.
Laporan : Ria Satria
Tags: jakarta
-
Sukses Timus dan Timsin Panja RUU Pemekaran Papua, Lanjut Serap Aspirasi ke Papua
-
Jumat Curhat Polsek Teras Terunjam Serap Aspirasi Alim Ulama Warga Desa Talang Kuning
-
Dua Pelaku Curat Berhasil Diringkus Satreskrim Polres Magelang Kota
-
Menjelang Purna Tugas, Satgas Yonarmed 1 Terima Kunjungan Tim Verifikasi Kolakops 151/BNY
-
Menhan Prabowo Terima Penganugerahan Darjah Utama Bakti Cemerlang (Tentera) dari Presiden Singapura
-
Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani Menghadiri Hut Ke-17 HIMPAUDI Tahun 2022
-
Primkop Lanud Sultan Hasanuddin Raih Penghargaan Predikat Koperasi Sehat Serta Koperasi Paling Disiplin dan Tepat Waktu Dalam Pelaksana RAT
-
Kebanjiran Dukungan Paslon Iwan – Sudirman ( BERIMAN) Dari Berbagai Tokoh Masyarakat Di Kecamatan Lembang
-
Babinsa Koramil Jila Ajak Warga Masyarakat Jila Jaga Kamtibmas Wilayah Agar Tetap Kondusif
-
Tingkatkan Kualitas Kesehatan, TMMD-125 Kodim 0428/MM Berikan Pelayanan KB dan Pemeriksaan Medis Gratis

