REAKSIMEDIA.COM | Batubara- Telah terjadi peristiwa tindakan asusila terhadap anak yatim dibawah umur yang dilakukan oleh Kakek dan paman kandung nya di Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara Sumatera Utara.
Berdasarkan hasil pengakuan korban yang bernama samaran (Mawar) pada kru media ini tepatnya hari Senin, 05 Juli 2021 sekitar pukul, 16.00 wib. Korban beserta kedua orang adiknya berstatus anak yatim dan bertempat tinggal satu rumah dengan kedua terduga pelaku, di karenakan ayahnya sudah meninggal Dunia, dan ibunya menitipkan mawar beserta kedua adiknya dirumah neneknya.
Selanjutnya menurut mawar, sejak ibunya meninggalkan mereka dirumah neneknya hingga saat ini tidak pernah ada kabar dari ibunya, dan tidak diketahui dimana ibunya berada.

Korban saat di wawancarai media
Setelah kepergian ibunya, mawar diasuh oleh neneknya dan menyayangi mereka, akan tetapi si kakek biada tersebut yang berinisial A (57), justru memanfaatkan keadaan mawar untuk dijadikan pelampiasan nafsu bejatnya.
Kemudian mawar menuturkan awal dari deritanya pada kru media ini. menurut mawar awalmya si kakek mengajak mawar kesemak-semak dekat persawahan di desa mereka, akibat kepolosannya mawar pun menuruti kakeknya, karena didalam benaknya, si Kakek hanyalah ingin mengajaknya mencari kayu bakar.
Namun sesampainya di sana, si kakek biadap tersebut malah memaksa mawar untuk membuka pakaiannya dan mencabuli dengan cara menyetubuhinya dari belakang.
Tidak cuman hanya itu, si kakek biadap tersebut berulangkali melakukan perbuatan biadab nya dengan mengajak Mawar kelokasi kuburan dan menyetubuhi mawar disana pada saat siang hari, si kakek biadap tersebut berhasil menggagahi mawar hingga tiga kali diwaktu yang berbeda dan cara yang berbeda pula.
Belum habis derita yang dialami mawar akibat perbuatan si kakek biadap itu, ditambah lagi dengan si Paman biadap yang berinisial TA (37) yang berstatus duda dan juga tinggal serumah dengan mawar. Yakni TA merupakan anak kandung dari A.
Hampir setiap malam TA melakukan pelecehan sex terhadap dirinya dengan cara meraba-raba seluruh tubuhnya, sambil mengeluarkan kemaluannya.
“Perlakuan si Kakek dan si Paman biadap itu, sebenarnya saya ingin berontak, akan tetapi saya takut pak, karena jika saya berontak, maka kami akan diusir, kalau di usir, saya bersama dengan adik-adik saya mau kemana lagi pak? Hal kejadian yang saya alami saat ini cukup hanya pasrah kepada Tuhan, saya terpaksa diam demi adik saya, tapi sekarang saya sudah tidak tahan lagi diperlakukan oleh Kakek dan Paman saya seperti ini selama enam tahun” ungkap Mawar seraya berurai air mata.

Polres Batu Bara Sumatera Utara
Mawar juga mengatakan bahwa pada hari sabtu kemarin, dirinya juga sudah mendatangi Polres Batubara guna untuk membuat Laporan Pengaduan, kejadian yang di aliminya.
Namun pihak kepolisian polres Batubara tidak mau menerima laporannya, di karenakan mawar tidak memiliki keluarga untuk mendampingi.
“Setelah kakek tau bahwa saya mencoba mengadukan perbuatannya ke Polisi, kemudian Kakek jadi marah
dan menyiksa saya dengan cara memukuli saya dan menginjak-injak tubuh saya pak, beruntung ada yang melerai dan menolong saya serta mengajak saya melapor ke Polsek Pagurawan, akan tetapi Polsek Pagurawan mengarahkan kami untuk melapor ke Kepala Desa, namun Kepala Desa berhalangan sehingga Kepala Dusun lah yang menerima dan menemani kami ke Polres Batubara dan didampingi oleh FN yang menolong mawar saat dianiaya.
Namun menurut pengakuan Mawar, jawaban pihak kepolisian Polres Batubara yang terimanya, bahwa laporannya ke Polres tidak dapat diterima, karena dianggap tidak ada keluarga yang mendampingi atau yang menjadi sebagai kuasa nya.
Ketika kru media ini menanyakan apa harapan Mawar terhadap pihak kepolisian? Mawar yang didampingi Kepala Dusun tersebut, mengatakan agar Polisi menerima laporannya dan menangkap Kakek beserta Pamannya agar dihukum seberat-beratnya.
“Saya tidak berani lagi pulang kerumah nenek saya pak, karena apabila saya pulang saya tidak tahu apa lagi yang akan dilakukan sama saya.” katanya.
Menurut Kepala Dusun, bahwa Kakek Mawar mengancam warganya, dengan mengatakan bagi siapa saja yang menolong atau melindungi korban Mawar, maka rumahnya akan dibakar,” ungkap kadus menjelaskan pada kru media.
Laporan : SYAM Hadi Purba Tambak
Tags: batubara sumut
-
Tim Bhayangkari Lakukan Vaksinasi Sasar Santri Ponpes, Kapolda Jateng : Ini Bisa Jadi Role Model Bagi Polres Lainnya
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Aliran Sungai Ciapus Kabupaten Bogor
-
Pihak Kepolisian Evakuasi Jasad Seorang Pria Yang di Temukan di Dalam Spiteng
-
Dibuka Ketua STHM, Kompetisi Moot Court Peradilan Militer Resmi Dimulai
-
Peduli Kepada Warga Kurang Mampu, Karang Taruna Desa Tirta Mulya Gelar Bakti Sosial
-
Terus Jaga Hubungan Baik, Babinsa Koramil Agimuga Laksanakan Komsos Dengan Warga Binaan
-
Pengaturan Arus Lalu Lintas di Bukaan Halte Buyaran Cegah Kemacetan dan Kecelakaan Lalu Lintas
-
Mantan Napiter Poso Ucapkan Ikrar Setia Kepada NKRI
-
Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi 2022
-
Komisi II DPR RI Apresiasi Polri dalam Penangkapan AP Hasanuddin



