REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko, Bengkulu – Hal tersebut disampaikan Kapolres Mukomuko AKBP Witdiardi MH Sik melalui Kasat Reskrim Polres Mukomuko AKP Teguh Ari Aji Sik dalam konferensi pers Kasus Tindak Pidana Persetubuhan Anak Dibawah Umur di Mapolres Mukomuko, Selasa (9/11/21).
Dalam konferensi pers tersebut Kasat Reskrim Polres Mukomuko juga mengatakan, tersangka yang kita amankan ini merupakan pelaku dari tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur, kejadian ini dilaporkan oleh keluarga korban kemarin dan sudah kita tindak lanjuti dengan mengamankan terduga pelaku,” sebutnya.
Dalam kesempatan tersebut AKP Teguh Ari Aji memaparkan kronolgis kejadian pilu yang menimpa Bunga (9 thn/nama samaran), tersangka M (50 thn/nama samaran) yang sehari hari bekerja sebagai petani warga pondok suguh merupakan tetangga dari korban, dan dalam melakukan aksinya sangat mengiris hati, karena korban diancam dibawah senjata tajam/pisau dan dipaksa untuk memuaskan nafsu birahinya, dan perbuatan keji tersebut sudah dilakukan sebanyak 3 kali, mulai bulan Maret sampai bulan Oktober serta perbuatan tersebut dilakukan pada malam hari ketika orang tua korban pergi keluar rumah ketempat saudaranya,” papar Teguh.
Teguh juga menghimbau kepada masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak perempuan agar lebih perhatian dalam mengawasi anaknya, kasus Asusila terhadap anak diakhir akhir tahun ini cukup meningkat di Kabupaten Mukomuko, hal ini perlu adanya kewaspadaan dari orang tua, untuk lebih memberikan perhatian lagi kepada anaknya dan pengawasan terhadap orang-orang yang ada disekitarnya, bahkan orang dekat sekalipun,” himbaunya.
Pembatasan penggunaan Media Sosial kepada anak juga perlu diperhatikan karena beberapa kasus yang terjadi akibat pengaruh Medsos, tidak dipungkiri beberapa kasus yang terjadi muncul akibat adanya penyalahgunaan didalam media sosial khususnya konten konten yang bermuatan asusila,” sebutnya.
Polres Mukomuko berharap Kepada Pemerintah Kabupaten Mukomuko atau Dinas terkait agar bisa memperhatikan lagi dalam mendukung upaya-upaya bersama untuk mengurangi agar kejadian tersebut semoga tidak terjadi lagi dikemudian hari, teman-teman di Dinas juga sangat berharap kejadian ini tidak terulang lagi, dan kemaren juga kita sudah sharing dengan Ketua DPRD Kabupaten Mukomuko untuk mencari solusi dan upaya agar hal ini bisa menjadi pelajaran sehingga dikemudian hari hal ini tidak terulang kembali di Kabupaten Mukomuko,” tutup Teguh.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, pelaku dikenakan pidana pasal 81 ayat 2 Jo pasal 76 (d) UU RI No 35 thn 2014 tentang perubahan UU RI thn 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana 15 tahun dan denda sebesar Rp. 5 Milyar.
Laporan : Rahmadsyah Sipahutar
Tags: mukomuko bengkulu
-
Teladani Akhlak Rasulullah dengan Bangun SDM Unggul
-
Gernas BBI Kaltim Go Borneo Diluncurkan
-
Tingkatkan Konektivitas, Kementerian PUPR Kembangkan Berbagai Inovasi Skema Pembiayaan
-
Monitoring & Evaluasi di Desa Arah Tiga, Kecamatan Lubuk Pinang Tuntaskan Monev DD Tahap I 2026
-
Sekjen PSSI Yunus Nusi Dinilai Sangat Potensial dan Berpeluang Besar Dalam Pencalonan Wakil Ketua Umum PSSI Periode 2023-2027
-
Seleksi Paskibraka Kota Sukabumi 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Tekankan Disiplin dan Nasionalisme
-
Banjir Dukungan, Paslon Iwan – Sudirman Resmikan Posko Tim Pemenangan Milinial ” BERIMAN “
-
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Pengurus PP Pemuda Muhammadiyah
-
Program Bedah Rumah Kementerian PUPR Dukung Pengembangan Kampung Wisata Sekitar Danau Sentani Papua
-
Pemerintah Desa Susukan Gelar Musrenbangdes Tahun 2021




