REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) VIII Sumatera Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah menyelesaikan pekerjaan revitalisasi/normalisasi Sungai Sekanak Lambidaro, Sumatera Selatan, sepanjang 800 meter.
Tujuan utama revitalisasi/normalisasi Sungai Sekanak Lambidaro untuk mengembalikan fungsi sungai itu sebagai pengendali banjir dan sumber air serta memperbaiki sempadan sungai dengan membangun pedesterian, sekaligus menjadikan destinasi wisata baru/ikon baru Kota Palembang.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, diperlukan penataan untuk mengembalikan kapasitas tampung dan aliran sungai. “Saya mengajak semua pihak untuk menjaga daerah tangkapan air melalui penghijauan kembali dan menahan laju alih fungsi lahan,” kata Menteri Basuki.

Kepala BBWS Sumatera VIII Maryadi Utama mengatakan, revitalisasi sungai sepanjang 800 meter ini merupakan tahap awal dari 11 kilometer sesuai perencanaan yang ada. Untuk selanjutnya ia menyatakan akan melanjutkan revitalisasi/normalisasi sepanjang kurang lebih 1.3 kilometer hingga kawasan Jalan Radial setelah Festival Sungai Sekanak Lambidaro Palembang yang diadakan pada Sabtu-Minggu (5-6/2/2022) lalu guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga sungai.
BBWS Sumatera VIII bersinergi dengan Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang untuk melakukan revitalisasi sungai sepanjang 800 meter, dan membangun ruang terbuka publik di atas sempadan sungai. Total kebutuhan anggaran pengerjaan Sungai Sekanak Lambidaro mencapai Rp400 miliar penganggaran tiap tahunnya menyesuaikan dengan kesiapan lahan, pembangunan tahap pertama sebesar Rp42 miliar.
“Restorasi Sungai Sekanak Lambidaro sepanjang 800 meter sudah selesai dan nanti akan dilanjutkan sepanjang kurang lebih 1.3 km,” ujar Maryadi.
Ia menyatakan, telah menyiagakan satu unit perahu warna putih milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII untuk menjadi tranportasi utama Petugas Pekerjaan Umum (PU) menyaring aliran sampah di sungai.
Maryadi juga menyampaikan, Sungai Sekanak Lambidaro yang saat ini menjadi ikon kota Palembang tersebut sangat diharapkan dapat menjadi efek positif dari berbagai sisi, baik dari kebudayaan, pariwisata, UMKM dan lain sebagainya.

Area wisata air yang diharapkan dapat mengembalikan fungsi sungai itu, tampak lebih ramai dan menarik minat masyarakat dengan konsep Instagramable, apalagi dengan warna cat merah yang mencolok.
Selain menghidupkan kembali aktivitas di sungai dan mobilitas transportasi air, mengembalikan julukan Palembang Venice of the East atau Venesia dari Timur juga menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) di Sekanak Lambidaro.
Laporan : Suryadi
Sumber : Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Tags: jakarta
-
Sadis, Seorang Anak Tega Bunuh Ibu Kandungnya
-
Bakamla RI Gelar Operasi Gabungan Pengawasan Orang Asing di Teluk Jakarta
-
Polsek Tamansari Ungkap Dan Tangkap Pelaku Pencurian Hewan Di Wilayah Taman Sari
-
Kapolres Bogor AKBP Dr Iman Imanuddin Memberikan Penghargaan Kepada Jajaran Berprestasi
-
Kemendagri Bekali Para Analis Kepegawaian dan Arsiparis Kompetensi Menyusun Karya Tulis Ilmiah
-
Seruan Penyadaran dan Kepedulian Lewat Ajang “Art for Humanity 2022” BEM Prodi Pendidikan Tari UNJ
-
Keluarga Besar SMPN 10 Gelar Buka Puasa Bersama, Bentuk Keakraban dan Perkuat Silaturahmi di Bulan Penuh Berkah
-
Panglima TNI: Fokus Pada Tugas Pokok Menjaga Keutuhan NKRI, TNI Netral Pada Pemilu 2024
-
Berkunjung ke Garut, Wapres Hadiri Peringatan Maulid Ponpes Al-Jauhari Karang Tengah
-
Reaktivasi Autogate Di Imigrasi Pelabuhan Harbour Bay



