REAKSIMEDIA.COM | Halmahera Utara – Deru mesin KRI Tatihu-853 yang membelah ombak di perairan Maluku Utara membawa pesan harapan bagi masyarakat Halmahera Utara. Pada Kamis siang (29/01/2026), kapal perang jajaran Satrol Kodaeral X Jayapura yang tengah melaksanakan Operasi Perisai Sura-26 Tahap I Guskamla Koarmada III, resmi bersandar di Dermaga Pelabuhan Tobelo untuk menjalankan misi kemanusiaan bagi warga yang terdampak bencana alam.

Kehadiran Sang Penjaga Samudra
Tepat pukul 12.30 WIT, siluet gagah KRI Tatihu-853 mulai terlihat merapat di Desa Gamsungi. Kedatangan kapal yang dipimpin oleh Mayor Laut (P) Erick Didimus Pouw ini disambut hangat oleh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara dan unsur Forkopimda. Di sela-sela tugas menjaga kedaulatan dalam Operasi Perisai Sura-26, kehadiran kapal perang ini menjadi manifestasi jati diri TNI AL: Senantiasa hadir saat rakyat membutuhkan.
”Kehadiran kami merupakan perwakilan TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada III melalui Guskamla Koarmada III, sebagai wujud kepedulian terhadap saudara-saudara kami di Halmahera Utara. Kami memastikan bantuan ini sampai dengan aman, tertib, dan tepat waktu,” tegas Mayor Erick dalam sambutannya yang sarat akan empati.
Sinergi Tanpa Batas untuk Kemanusiaan
Segera setelah kapal bersandar, sinergi antara prajurit TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah langsung terlihat nyata. Bahu-membahu, mereka menurunkan berbagai paket logistik kebutuhan pokok dan perlengkapan sandang yang telah disiapkan secara khusus untuk mendukung pemulihan kondisi masyarakat pasca-bencana.
Bantuan yang dibawa oleh KRI Tatihu-853 merupakan kumpulan dukungan logistik komprehensif yang menyasar kebutuhan mendasar warga, mulai dari pemenuhan pangan hingga pakaian layak pakai. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang merasa berjuang sendirian dalam menghadapi masa sulit ini.
Apresiasi dari Bumi Hibualamo
Mewakili Bupati Halmahera Utara, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda, Drs. F.N. Sahetapy, MH, menyampaikan rasa haru dan terima kasih yang mendalam. Baginya, kehadiran KRI Tatihu-853 di tengah operasi militernya adalah bukti nyata bahwa negara hadir memeluk masyarakat di saat-saat tersulit melalui peran aktif TNI AL.
“Kami sangat bersyukur menyaksikan langsung kepedulian TNI AL. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang sedang mengalami musibah. Atas nama Pemerintah Daerah dan rakyat Halmahera Utara, kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI Angkatan Laut dan seluruh kru KRI Tatihu-853 atas pengabdian kemanusiaan ini,” ujar Sahetapy.

TNI AL: Dari Rakyat, Untuk Rakyat
Kegiatan yang ditutup dengan penyerahan cindera mata dan penggalungan syal sebagai tanda kehormatan ini berlangsung dengan khidmat. Meski KRI Tatihu-853 akan segera kembali melanjutkan tugas patroli Operasi Perisai Sura-26 pada Jumat (30/01), jejak kemanusiaan yang ditinggalkan di Tobelo akan terus membekas sebagai bukti kemanunggalan TNI dan rakyat.
Langkah nyata ini kembali menegaskan bahwa TNI Angkatan Laut bukan sekadar penjaga kedaulatan di laut, tetapi juga merupakan benteng terakhir dan pelayan utama masyarakat dalam situasi darurat. Di mana ada kesulitan rakyat, di situ ada prajurit Jalasveva Jayamahe
Laporan : Edwin Tatipang
Tags: halmahera utara
-
Pembukaan Kejuaraan Taekwondo Piala Bupati Kendal 2022
-
Kasus Penembakan Wartawan di Simalungun, Kapolda Sumut: Pelaku Sudah Diamankan
-
Dialog di Universitas Peking, Gus Halim: Dana Desa Wujud Nyata Pembangunan dari Pinggiran
-
Ruas Tol Sayung-Demak Diresmikan Presiden Jokowi, Solusi Alternatif Atasi Kemacetan Pantura
-
Hari Kedua di NTT, Presiden Jokowi Kunjungi Kabupaten Nagekeo
-
Apel Penerimaan dan Pembukaan Latihan Kerja Siswa Diktuk Bintara Polwan Angkatan ke-57 TA 2025 di Polres Bogor Berlangsung Khidmat
-
Wamendes Ariza Patria Apresiasi Peran APUDSI dan Pihak Terkait dalam Percepatan Pembangunan Desa
-
Polda Sulsel Gagalkan Peredaran Sabu 43 Kg di Makassar
-
Ikrar Setia 32 Organisasi Relawan Jokowi, Saat Pilpres 2024 Ikut Arahan Jokowi
-
Selain Fokus Pengamanan Arus Balik, Ratusan Personil Polres Kendal Diterjunkan untuk Pengamanan Syawalan

