REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang di Kepalai oleh Tito Karnavian, yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) turut mendorong langkah Presiden Jokowi dalam memperkuat perlindungan hukum terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebagai mandat Sekretaris BNPP baru, Zudan Arif Fakrulloh segera ‘tancap gas’ menyambangi kantor Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) pada Jumat (24/3/2023).
Mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri ini menjelaskan, tujuan pertemuan ini untuk melihat mengenai bagaimana tata kelola PMI yang semakin baik dan sistemik. Fokus tujuannya adalah membentuk kolaborasi untuk mencegah Warga Negara Indonesia dan Warna Negara Asing (WNA) bebas keluar dan masuknya secara ilegal di perbatasan.
“Kami akan berkolaborasi dalam pencegahan dan monitoring untuk mendata WNI dan WNA yang melintasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN),” terang Zudan.
Zudan juga mengutarakan, perlu disiapkan ruangan khusus untuk BP2MI pada setiap PLBN yang beroperasi di Indonesia. Hal yang turut menjadi perhatian khusus lainnya adalah diperlukan adanya perjanjian kerja sama antara BNPP dengan BP2MI.
“Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk membangun wajah perbatasan yang lebih modern supaya menjadi daya tarik WNI itu sendiri atau bahkan menarik WNA untuk datang ke kawasan perbatasan indonesia,” tutur Zudan.
Dalam pertemuan tersebut Sekretaris Utama BP2MI Rinardi; Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Kawasan Eropa dan Timur Tengah, Dayan Victor Imanuel Blegur; dan Koordinator Tenaga Profesional Kepala BP2MI, Wawan Fachrudin turut menyambut rombongan Zudan beserta pejabat BNPP.

BP2MI menjelaskan sekitar 4.669.042 pekerja sudah terdaftar dalam Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia SISKOP2MI. Dari total tersebut, penempatan secara Government to Goverment (G2G) sebanyak 16.530 pekerja, dan pekerja tidak resmi tercatat sekitar 4,5 juta.
Sementara itu, menghimpun data-data Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, hingga Mei 2021 ada sekitar 2,94 juta warga negara Indonesia (WNI) berada di Malaysia. Dari total tersebut sekitar 1,6 juta orang di antaranya PMI, dan separuhnya berstatus PMI ilegal atau oleh Malaysia disebut sebagai Pekerja Asing Tanpa Izin (PATI).
Kasus terakhir yang terjadi pada PMI tercatat pada tanggal 1 Maret 2023. Sebanyak 262 PMI Indonesia didampingi Konsulat Jendral Republik Indonesia harus dideportasi melalui PLBN Entikong oleh Pemerintah Malaysia melalui Immigration, Customs, Quarantine and Security (ICQS) Tebedu, Sarawak. (*)
Laporan : Suryadi
Tags: jakarta
-
Cetak Generasi Emas 2045, Kodim 0428/MM Gelar “Dapur Masuk Sekolah” di SDN 07 Mukomuko
-
Pengawasan Dana Desa, Tim Inspektorat, Kejari dan Polres Mukomuko Gelar Monitoring Tindak Lanjut Pemeriksaan Desa dan BUMDes se Kabupaten Mukomuko
-
Sat Polairud Polres Kepulauan Anambas Melaksanakan Kegiatan “Nasi Kapau”
-
Polsek Cijeruk Gelar Olah TKP, di Temukannya Jasad Seorang Pria Yanv Berada DiJalanan
-
Raindear Buka Lebih Pagi di Weekend, Jadi Titik Finish Favorit Komunitas Olahraga Bogor
-
Kunjungi 2 Puskesmas, Bupati Dolly Beri Makanan Tambahan Pada Anak Yang Butuh Perhatian Khusus
-
Kapolres Serang Kota Polda Banten Berikan Bantuan Pembangunan Masjid
-
Sekjen DPC-LAN Kabupaten Tangerang Kutuk Keras Beredarnya Kembali Peredaran Daftar Obat Golongan-G
-
Kapolda Jambi Saat Kunker Ke Tanjabtim Ajak Unsur Terkait Bersama-sama Penanganan Karhutla
-
Spektakuler! Grand Final Duta Anak Indonesia 2026 Pecahkan Antusiasme, Jessica Beatricia Valerie Raih Gelar Nasional



