REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Pemersatu keberagaman dalam lingkup sosial dan budaya. Bagi umat Islam, yang memiliki satu wadah dalam menyatukan perbedaan pendapat keagamaan yaitu Majelis Ulama Indonesia yang memiliki banyak perwakilan dari berbagai ormas Islam di Indonesia seperti Nahdhotul Ulama, Muhammadiyyah, Persis dan lain sebagainya.
Selain sebagai wadah pemersatu umat Islam, MUI juga berperan untuk mengarahkan
umat Islam bagaimana berinteraksi.
MUI Jakarta sangat berkepentingan, apalagi saat ini Jakarta sebagai wilayah bertemunya semua budaya dan agama yang kemudian status Jakarta yang menjadi Kawasan ekonomi global.
Lokakarya Kebudayaan MUI Jakarta Bidang Seni Budaya yang akan dilaksanakan pada tanggal 24-25 Juli 2024. Rapat Kepanitiaan sekaligus pematangan kegiatan ini berlangsung di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Senin (24/6/2024).

Rapat dihadiri oleh Ketua Bidang Seni Budaya MUI KH Lutfi Hakim, Sekretaris Erllin, Ketua Komisi Seni Budaya KH Tajuddin Aditya, Aktor H.Kubil dan Ketua Lesbumi PWNU Jakarta, H Ahmad Yusuf.
KH.Lutfi Hakim selaku Ketua Bidang Seni Budaya MUI Jakarta berharap “Rapat ini ada bagian kesiapan kita agar pelaksanaan Lokakarya Kebudayaan ini berjalan sesuai rencana.” ujarnya.
Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jakarta melalui bidang seni dan budaya bermaksud menyelenggarakan Lokakarya Ulama dan Kebudayaan sebagai bentuk tanggung jawab ulama atas perubahan Jakarta pasca tidak lagi
menyandang Ibu Kota.
Lokakarya kebudayaan ini adalah dalam rangka silaturahmi terbangunnya
komunikasi, dan tukar pendapat antara antara ulama, ormas Islam di Jakarta,
cendekiawan muslim, pelaku budaya dan para pakar dibidangnya untuk dapat
merumuskan bersama antara nilai keislaman dan kebudayaan lokal sebagai tuntutan
UU DKJ sekaligus mempersiapkan Jakarta untuk Indonesia Emas tahun 2045.
Menginventarisasi pemikiran Ulama dari ormas Islam dan Kebetawian, Partai
Politik dan stakeholder masyarakat Betawi pasca diundangkannya UU PDKJ terkait dengan peran ulama dalam kebudayaan.
Memformulasikan pemikiran ulama, ormasi Islam di Jakarta yang diberikan untuk di jadikan rumusan Majelis Ulama Indonesia Jakarta dan Mengkonsolidasikan kepentingan agama dan kepentingan budaya Jakarta dengan di undangkannya kekhususan baru Provinsi Jakarta sebagai Kawasan ekonomi global dalam bentuk rekomendasi.

Rencana lokakarya kebudayaan akan diisi oleh Keynote Kapolda Metro Jaya
Nara Sumber Dr. Marullah Matali, Lc
Asisten Deputi Kebudayaan dan Pariwisata Prov DKI Jakarta ,Prof. Agus Suradika, MPD Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jakarta, Pimpinan Bazbas DKI Jakarta ,KH. Yusuf Aman Wakil Ketua MUI, Ketua DPRD DKI Jakarta, Sigit Wdjatmoko Aspem Prov DKI Jakarta, Khaerudin, SE Pimpinan DPRD Provinsi DKI ,H. Beky Mardani Ketua Umum LKB dan Dr. KH. Syamsul Ma’arif Ketua Tanfidiyah PW NU Jakarta.
Diharapkan Lokakarya ini menghasilkan rumusan yang bermanfaat bagi pengembangan seni budaya Islam di Indonesia khususnya Jakarta.
Laporan : Ria Satria
Tags: jakarta
-
Malam Keakraban Pejuang Inovasi, Gus Halim Ajak Nobar Final Euro dan Copa America
-
Pemanfaatan Aset Negara dengan Bijak, Gus Halim: Dilakukan Mulai Hal Kecil
-
Kementerian PUPR Selesaikan Pembangunan 200 Unit Hunian Tetap Bagi Masyarakat Terdampak Gempa Cianjur
-
Polres Kendal Siap Amankan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2023
-
Antusias, Rombongan Pemilik Toko Bangunan Lihat Langsung Proses Produksi Semen Dynamix di Narogong
-
Babinsa Koramil Mapurujaya Laksanakan Komsos Bersama Warga Kampung Fanamo
-
Komisi V DPR Apresiasi Realisasi Belanja Infrastruktur PUPR Sebesar Rp84,3 Triliun dengan Serapan Program Padat Karya Sebesar 85,8%
-
Erick: Santri Pilar Ekonomi Syariah
-
Respon Cepat TNI : Prajurit Kodim 0212/TS Bantu Penanganan Bencana di Mandailing Natal
-
Staf Pelatih Man City Ungkap Masa Depan Pep Guardiola Di Tengah Gejolak Pergantian Pelatih Three Lions

