REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Macam Betool Ajaa mungkin dibungkus sebagai komedi romantis, tetapi di balik tawa yang disuguhkan, film ini menyimpan cerita yang terasa dekat dengan kehidupan anak muda hari ini. Khususnya mereka yang hidup dari kerja lepas, proyek ke proyek, dan janji pembayaran yang sering datang terlambat.
Film ini mengikuti kisah Alung, Igor, dan Ujay, tiga anak muda yang menjalankan usaha event organizer kecil bernama AIU-EO dari sebuah ruko sederhana. Mereka bukan pemain besar, hanya freelancer yang berusaha terlihat profesional demi bertahan di dunia kreatif yang keras namun penuh ilusi.

Sebagai film anak muda, Macam Betool Ajaa berhasil menangkap kegelisahan generasi sekarang: mimpi besar, modal pas-pasan, dan masa depan yang serba tidak pasti. Ketiganya hidup dari kalender acara, sambil berharap setiap proyek bisa menjadi pintu menuju kehidupan yang lebih stabil.
Konflik mulai terasa personal ketika AIU-EO mendapat proyek pernikahan mewah milik seorang pengusaha kaya. Bagi mereka, ini bukan sekadar acara, tapi peluang emas. Namun harapan itu retak saat Igor menyadari calon pengantin perempuan adalah Sofia, sosok dari masa lalunya.

Dari titik ini, film tidak lagi sekadar bicara soal kerja. Macam Betool Ajaa menyentuh isu yang lebih dalam: pernikahan sebagai transaksi keluarga, cinta yang dikalahkan kewajiban, dan anak muda yang sering dipaksa tunduk pada keputusan orang lain. Sofia bukan digambarkan sebagai tokoh romantis, melainkan representasi banyak anak muda yang hidupnya diarahkan oleh tradisi dan utang budi.
Menariknya, film ini tidak memilih jalan dramatis berlebihan. Humornya tenang, dialognya terasa natural, dan konfliknya dibangun secara perlahan. Tawa hadir sebagai selingan, bukan tujuan utama. Justru di situlah kekuatannya—penonton dibuat tertawa, lalu diam sejenak untuk mencerna kenyataan yang disindir.

Sebagai soft review, Macam Betool Ajaa layak disebut sebagai film yang jujur menggambarkan realitas generasi muda: bekerja keras tanpa jaminan, mencintai tanpa kepastian, dan sering kali harus memilih di antara dua hal yang sama-sama menyakitkan.
Film ini tidak menawarkan jawaban besar atau akhir yang sepenuhnya manis. Namun ia berhasil meninggalkan kesan. Bahwa di dunia anak muda, yang paling sering dikompromikan bukan sekadar mimpi, melainkan perasaan sendiri.
Macam Betool Ajaa cocok ditonton oleh mereka yang pernah menjadi freelancer, pernah jatuh cinta di waktu yang salah, atau sedang berusaha berdamai dengan hidup yang “macam betool aja”.
Laporan : Ria Satria
Tags: jakarta
-
Moment Penuh Makna di Halal Bihalal Lebaran 1446 H, Pemkab Mukomuko Pererat Tali Silaturahmi Dengan Masyarakat Kecamatan Air Manjunto
-
Puslitbang Polri Melaksanakan Penelitian di Polres Pinrang tentang Penanganan Tindak Kekerasan pada Perempuan dan Anak
-
Operasi Keselamatan 2023, Kapolres Gowa Bagi Helm ke Pengendara
-
Bupati Kendal: Safari Shalat Jum’at Sebagai Sarana Silaturahmi
-
Akhirnya Pelaku Penganiayaan di Festival Vespa Wilayah Gunung Putri Kabupaten Bogor Menyerahkan Diri
-
Tanggap Darurat Penanganan Longsor Desa Pondok Panjang Dimulai, Warga: Terimakasih Pemerintah
-
Ketua DPRD Kab. Gowa Bincang Santai dengan Kapolsek Tombolopao, Ini Yang Dibahas
-
Satgas TMMD Berikan Penyuluhan Bahaya Terorisme dan Radikalisme di SMA Negeri 3 Halmahera Barat
-
Kemnaker Himpun 93 Hewan Kurban, Menaker: Iduladha Momentum Perkuat Kepedulian dan Kinerja
-
Bhakti Kanyini Ausindo 2024, Gelar Latihan Tanggap Bencana



