REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Bagi ummat Islam, mempunyai negara adalah sunnatullah karena negara diperlukan untuk menjaga maqashid al syar’i (tujuan syari’ah). Maqashid al syr’i itu ada lima, yakni menjaga agama (dien) menjaga jiwa (nafs), menjaga akal (aql) menjaga keturunan (nasab), dan menjaga harta (mal).
Hal itu disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD pada acara silaturrahim dgn tokoh agama dan Pimpinan Forkompimda se Jawa Timur, Selasa malam (31/8/21) secara virtual. Mahfud melanjutkan bahwa ketika menyampaikan risalah Islam dan memimpin ummat Islam Nabi Muhammad juga mendirikan negara Madinah.
“Negara Madinah yang dibangun oleh Nabi bersifat inklusif dan kosmopolit, yakni mempersatukan warga yang berbeda suku, ras, dan agama secara berkeadaban (madany) dengan toleransi, perlindungan hak manusia sesuai maqashid al syar’i yakni melindungi HAM dan membangun kesejahteraan umum dengan penegakan hukum dan keadilan” lanjut Mahfud.

Mahfud MD menegaskan bahwa prinsip mendirikan negara itu adalah mewujudkan maqashid al syar’i sedangkan sistem dan bentuk negaranya boleh apa saja seperti demokrasi, monarki, Presidensiil, Parlementer, kerajaan, republik, Imarah, Mamlakah, dan sebagainya. Yang penting prinsip maqashid al syar’i dipelihara. Islam, kata Mahfud, tidak mementingkan bentuk atau sistem tertentu tetapi mementingkan substansin(al jawhar) sesuai dengan kaidah, al ibrah fil Islam bi al jawhar la bi al madzhar.
“Negara Indonesia berdasar Pancasila merupakan produk perjuangan dan ijtihad ulama dan ummat Islam yang bersama warga lainnya merebut kemerdekaan dari kolonialisme”, kata Mahfud MD dalam acara yang dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak serta Pangdam dan Kapolda Jatim itu. Dari Pusat Mahfud MD didampingi oleh Wamenag Zainud Tauhid, Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito, Sesmenko Polhukam Letjen Tri Suwandono, dan para pejabat Eselon I Kemenko Polhukam.
Acara silaturrahim yang dihadiri oleh ribuan orang melalui lebih dari 950 saluran virtual itu juga mendialogkan penanganan covid-19. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaporkan penanganan Covid-19 yang masih memerlukan keseriusan dan dukungan para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan ormas-ormas keagamaan.

Mahfud MD mengapreasi karena penangan Covid-19 di Jatim berjalan cukup baik dan terus melandai. “Meski angka absolut positivity rate dan angka mortality rate agak tinggi tapi angka relatifnya masih cukup baik jika diletakkan dalam bingkai national rate karena penduduk Jawa Timur sangat besar, lebih dari 37 juta jiwa”, kata Mahfud MD memberi apreasiasi terhadap penanganan covid-19 di Jawa Timur.
Laporan : Suryadi
Tags: jakarta
-
FGD Dialog Penguatan Internal Polri Untuk Pemilu 2024, Polres Mukomuko Ikuti Kegiatan Melalui Zoom Meeting
-
Bhabinkamtibmas Dan Bhabinsa Bersinergi Bersama Warga Masyarakat Wujudkan Kemitraan Dan Pembinaan
-
Gus Halim: Pendamping Desa Wujudkan Pemerintahan Berbasis Masyarakat
-
Helen, Mahasiswa yang Membuktikan Prestasi Bisa Diraih dengan Usaha
-
Peringatan Hari R.A.Kartini Ke-144 Di Kota Padangsidimpuan Cukup Meriah
-
Simpan Ganja, Seorang Pemuda Diamankan Satresnarkoba Polres Mukomuko
-
Nyaleg, Pendamping Desa Harus Mengundurkan Diri
-
Arahan Danrem 012/TU : Pastikan Stabilitas dan Jaga Netralitas TNI di Pilkada 2024
-
Kota Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jawa Barat
-
“Tournament Mobile Legend Polres Mukomuko Cup 2026” : Daftar Gratis, Polri Rangkul Masyarakat di Semarak Hari Bhayangkara Ke 80


