REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Terkait penganiayaan terhadap akademisi Ade Armando, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menceritakan saat ia mendengar hal itu terjadi, ia menyimpulkan tindakan kekerasan ini pasti bukan dari elemen mahasiswa, ini pasti elemen liar yang melakukan. Saat itu juga ia menghubungi Kapolda Metro Jaya Fadil Imran.
“Saya langsung menghubungi Kapolda, saya katakan Polisi di Indonesia itu mampu menangkap orang yang berbuat keji dan pandai menghilangkan jejak. Orang yang memutilasi orang hanya tersisa satu tangan tapi bisa dicari bisa tertangkap. Semua bisa. Ini harus bisa dicari pelakunya,” ujar Menko.
Apalagi, Menko mengatakan, saat ini pemerintah sekarang sudah punya berbagai instrumen untuk mengetahui siapa berbuat apa.
Demikian disampaikan Menko Polhukam selepas acara Ngabuburit Menko Polhukam bersama para Pemimpin Redaksi Media di kantor Menko Polhukam (12/4).
Mahfud menjelaskan sikap tegasnya, “Saya minta ke Kapolda, agar pelakunya dicari dan ditindak tegas, jangan pandang bulu dari kelompok apapun, afiliasi manapun, harus ditindak tegas dan diumumkan dipublik bahwa anda mampu melakukan, dan barusan kan diberitakan sudah ada beberapa orang yang diduga pelakunya sudah ditangkap.” (*)
Laporan : Suryadi
Tags: jakarta
-
Jumat Curhat Polsek Lubuk Pinang Tampung Aspirasi Dewan Guru dan Pelajar SMAN 5 Mukomuko
-
Polres Demak Tabur Bunga di Makam Pahlawan Peringati Hari Bhayangkara ke-76
-
Upacara HUT Pemko Padang Sidimpuan Yang ke XX di Gelar Secara Terbatas
-
Dandim 0613/Ciamis Lakukan Peninjauan Harga Miinyak Goreng di Tingkat Distributor
-
Lapas Narkotika Nusakambangan Ikuti Workshop Penguatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum
-
Pengumuman Hasil Lomba Cipta Motif Khas Dekranasda Kabupaten Pinrang 2024
-
Daily Report Bikin Kinerja Pendamping Desa Kian Terukur
-
Bakamla RI Lagi-Lagi Tangkap Ballpress Ilegal
-
Dukungan Pengembangan Pariwisata di Papua Barat, Kementerian PUPR Lanjutkan Penanganan KSPN Raja Ampat
-
Quick Respon Unit Lantas Polsek Somba Opu Gowa Antar Warga Ikut Vaksin ke Klinik Menggunakan Mobil Patwal

