Pemdes Pondok Panjang Tanam Jagung Dukung Ketahanan Pangan Melalui Program SADESAHE, Kades: Target Panen Tembus 7 Ton

REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Pondok Panjang Abdul Karim yang sangat optimis panen jagung di Program SADESAHE (Satu Desa Satu Hektar) di desanya nanti akan sukses dan hasilnya maksimal.

“Kami yakin, sebab TPKK (Tim Pelaksana Kegiatan Khusus) Ketahanan Pangan Desa Pondok Panjang merupakan para petani jagung yang telah makan “asam garam” di bidang tanaman jagung, target panen nanti tembus 7 ton,” ungkapnya optimis.

Kades tak lupa memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sebab dirinya menyakini usaha terbaik sekalipun yang telah dilakukan, namun jika Tuhan berkehendak lain maka rencana dan usaha yang telah dilakukan akan sia sia.

“Ikhtiar dan usaha terbaik harus juga dibarengi dengan doa dan harapan kepada Tuhan Semesta Alam agar kita mendapat ridhoNya, harapan dan usaha kita dikabulkanNya, sebab yang kita laksanakan ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena sebagai bentuk dukungan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia, mendukung program pemerintah dalam upaya swasembada pangan nasional, sebab negara dapat dikatakan kuat jika mempunyai ketahanan pangan yang kuat juga,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan V Koto melalui Kasi Ekobang SY Oyon Supriadi S.AP memberikan apresiasi kepada Pemdes Pondok Panjang atas turut andilnya dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui Program SADESAHE Tanaman jagung yang di gagas Kapolda Bengkulu telah dilaksanakan Pemdes Pondok Panjang.

“Semoga Tanaman Jagung ini nantinya dapat sukses, hasil panen melimpah dengan target 7 ton bisa tembus, sesuai prediksi TPKK yang sudah berpengalaman, dan nantinya tanaman jagung di desa ini dapat berkelanjutan sebagai kebersamaan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” sebut Kasi Ekobang.

Tak hanya itu, Kasi Ekobang juga mengingatkan kepada Pemdes Pondok Panjang untuk segera mempersiapkan pembentukan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) karena sesuai regulasi, TPKK otomatis akan menjadi BUMDES.

Baca juga:  Telah Berjalan 7 Tahun, Usaha Kue Semprong Mbak Siti Butuh "Perhatian" Pemerintah

“Kepada Desa, sembari berjalan untuk dapat mempersiapkan pembentukan BUMDES sebab secara aturan, 6 bulan setelah dibentuknya TPKK Ketahanan Pangan, maka TPKK akan menjadi BUMDES,” ungkapnya.

Disisi lain, Kasi Ekobang juga berharap Pemdes terus mendorong penguatan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) yang merupakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan telah ditetapkan sebagai Program Strategis Nasional tahun 2026.

“Support penguatan KDMP ini, karena KDMP merupakan program Pemerintah Pusat yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, sehingga nantinya kehadiran KDMP dapat menyerap tenaga kerja dan mampu membentuk karakter wirausaha baru bagi kemajuan desa,” pungkas Kasi Ekobang.

Terlihat hadir dalam kegiatan tersebut, Kasi Ekobang dan staf Kecamatan V Koto, Pemerintah Desa Pondok Panjang, Polsek V Koto, BPP V Koto, PPL, Pendamping Desa dan TPKK Ketahanan Pangan Desa Pondok Panjang.

Laporan : Rahmadsyah Sipahutar

Tags: