REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Polri memaparkan soal pentingnya personel kepolisian tidak mengalami buta warna parsial dalam menjalankan tugasnya sebagai aparat.
Kabag Penum Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan bahwa, usai dinyatakan resmi menjadi anggota kepolisian, nantinya personel harus siap ditempatkan dimanapun untuk menjalankan tugasnya.
“Polisi bisa ditempatkan disatker manapun, reserse, brimob, lalu lintas, dokkes dan lainnya,” kata Gatot kepada wartawan, Jakarta, Jumat (3/6).
Dalam hal ini, kata Gatot, jika ditempatkan ke reserse, personel kepolisian wajib bisa membedakan berbagai macam warna dari barang bukti yang disita terkait pengungkapan kasus yang ditangani.
“Sehingga pada saat sebagai penyidik atau saksi dipersidangan bisa membedakan warna tersebut terutama warna merah, hijau dan coklat,” ujar Gatot.
Tak hanya itu, Gatot menekankan, apabila personel kepolisian mengalami buta warna, maka akan mengalami kesulitan jika ditempatkan menjadi personel Brimob maupun Sabhara saat diterjunkan ke hutan.
“Polisi yang ditempatkan di pasukan Brimob dan Shabara untuk kondisi dihutan atau lapangan dengan warna yang banyak atau warna-warni akan menjadi kebingungan untuk membedakan warna terutama cokelat dan hijau,” tutup Gatot. (*)
Laporan : Suryadi
Tags: jakarta
-
Saat Presiden dan Ibu Iriana Menikmati Pemandangan dari Bukit 360
-
Jenderal Peraih Hoegeng Award Promisi Bintang Tiga
-
Polda Jabar Sita 4.500 Knalpot Bising Selama Ops Zebra Lodaya 2025
-
Lingga Julu Gelar Pengisian BPD, Kepala Desa Siap Bersinergi Dengan Terpilih
-
Polres Kendal Distribusikan Program Bansos Dari Pemerintah
-
Mendes Yandri Sebut BUMDes Penting Cegah Urbanisasi dari Desa ke Kota
-
Aplikasi JAGA DESA Memastikan Dana Desa Tepat Sasaran
-
Panglima TNI dan Kapolri Lantik Prajurit Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna Akademi Kepolisian di Akademi Militer Magelang
-
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Raih Peringkat Ketiga se-Sumut Atas Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik
-
Babinsa Koramil Bintang Away Gercep Bantu Warga yang Terkena Banjir

