REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Progres Pembangunan Hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu (12/3/2023), di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam rapat tersebut, Presiden memutuskan bahwa 70 persen hunian ASN, TNI, dan Polri di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) adalah rumah dinas milik negara yang tidak diperjualbelikan.
“Ini sejalan juga dengan Perpres 63 (Tahun 2022), tujuannya adalah bahwa ASN maupun petugas dari hankam yang bekerja di sana akan selalu ada pembaharuan. Itu tidak akan menjadi, KIPP itu kota yang ditinggali oleh para pensiunan dan ASN-ASN baru tidak tinggal di tempat yang jauh, jadi akan selalu dekat dengan tempat bekerja,” ujar Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe dalam keterangan pers usai menghadiri rapat.
Sementara 30 persen hunian lainnya, lanjut Dhony, dapat dimiliki oleh para ASN, TNI, dan Polri.
“[Sebanyak] 30 persen itu bisa dimiliki oleh ASN maupun hankam atau masyarakat umum. Ini sudah kami atur dan kita akan mulai membuka nanti setelah ada infrastrukturnya siap, beserta sarana prasarana yang layak, yang diperlukan oleh warga untuk tinggal antara lain adalah sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan hunian untuk ASN, TNI, dan Polri di IKN tidak hanya dalam bentuk vertikal tetapi juga rumah tapak.
“Untuk ASN rumah bukan hanya rumah vertikal, dalam hal ini apartemen, tetapi juga rumah tapak. Dan rumah tapak itu bisa, sekali lagi saya ingin mengatakan, bisa dimiliki. Demikian juga dengan apartemen bisa dimiliki, cuma posisinya 70 persen akan tetap menjadi milik negara dan 30 persen ditawarkan kepada ASN dan TNI-Polri,” ujar Suharso.
Suharso mengatakan, pembangunan hunian ASN, TNI, dan Polri tersebut telah berjalan sesuai dengan tahapan perencanaan dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).
“Dengan adanya RTBL itu memudahkan di dalam pembangunan, jadi land development-nya itu sudah ada dan nanti segera akan diterbitkan pedoman untuk detail plan yang menjadi kewenangan dari Otorita [IKN],” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Bappenas mengungkapkan bahwa jumlah aparatur negara yang akan menghuni IKN mencapai 16.990 orang.
“Sebelumnya sudah diputuskan pada bulan Januari yang lalu 16.990 orang yang akan dipindahkan, terdiri dari 11.200-an ASN dan 5.700-an adalah dari TNI dan Polri. Dan Polri sekitar 1600-an, sisanya adalah 3.000 lebih adalah TNI,” tandas Suharso.
Laporan : Sandio
Tags: jakarta
-
Pimpin Langsung Rapat Koordinasi Penurunan Stunting, Wapres Minta Berdayakan Masyarakat Hingga ke Tingkat Desa
-
Ditlantas Polda Sulteng Gelar Berbagai Kegiatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-67 di CFD Palu
-
Kepala BPBD Kaltim: Kecil Kemungkinan Gempa, Kaltim sebagai IKN Sangat Tepat
-
Tiga Kali Berturut-turut Pemko Padangsidimpuan Raih WTP
-
Satlinmas Bara Baraya Utara bersama dengan Satgas RAIKA Kecamatan Makassar menyambangi Barut dan Bartim
-
Dukung Pembangunan, Babinsa Koramil 1710-03/Kuala Kencana Hadiri Musrenbang Kampung Utikini Baru
-
Polri Awasi Aktivitas Penjualan Online Obat Antibiotik Pandemi Covid-19
-
Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Satgas Pamtas Yonif 711/Rks Sambut Bersama Warga di Masjid Perbatasan RI
-
Jaga Kesehatan Masyarakat, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711/Raksatama Layani Pengobatan Dor to Dor
-
Sasar Lansia, Polsek Weleri Gelar Vaksinasi Door to Door

