​Presidium Forum Peduli & Cinta PPP Gelar Dialog Pra-Muktamar: PPP Milik Kita Bersama

REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Forum Peduli & Cinta Partai Persatuan Pembangunan (FPCP) menggelar dialog pra-Muktamar bertema “Masih Relevankah Fusi PPP?”. Diskusi yang dipandu oleh Bobby KC selaku moderator ini menjadi wadah penting untuk mengkaji arah partai jelang Pemilu 2029, kegiatan diskusi di laksanakan pada hari senin (15/9), Hotel Orcard Industri , Jakarta Pusat.

​Keyakinan untuk Kembali ke Parlemen

​Fahladi Tsaqaufi, Ketua Panitia, meyakini bahwa dengan bangkitnya kembali semangat fusi, PPP akan kembali lolos ke Parlemen pada tahun 2029. “Sistem pemilu di negeri kita menjadikan satu suara sangatlah berharga. Oleh karena itu, kerja politik yang merangkul semua kekuatan adalah sebuah keharusan, dan PPP memiliki modal sejarah untuk itu,” ujarnya.

​Senada dengan itu, Muhammad Zein dari Presidium Peduli dan Cinta Petiga menekankan pentingnya fusi untuk menghilangkan sekat dalam kepengurusan. “Saya yakin, jika fusi disatukan, tidak akan ada lagi konflik. Fusi ini akan menjadi penting apabila dalam susunan kepengurusan yang akan datang dilakukan secara proporsional dan mewadahi berbagai fusi yang memang direkomendasikan oleh fusi itu sendiri, bukan seolah mewakili fusi,” tegasnya.

​Fusi Masih Relevan, tetapi Perlu Profesionalisme

​Dr. H. Anwar Sanusi, S.H., S.Pel., M.M., narasumber pertama, menegaskan bahwa fusi yang menyatukan empat partai Islam pada tahun 1973 masih sangat relevan. Namun, ia menekankan perlunya profesionalisme dalam kepengurusan dan pencalegan. “Situasi fusi akan berhasil jika setiap orang bertindak secara prosedural dan terorkestrasi,” kata Dr. Anwar.

​Kang Endin A.J. Soefihara, narasumber kedua, lebih menekankan bahwa PPP harus menggunakan political cooptation yang sesuai dengan sejarahnya. “Ditambah dengan action dan satisfaction, PPP tentu akan kembali pada tahun 2029,” imbuhnya.

​Kunci Sukses: Konsolidasi, Branding Ulang, dan Ketokohan

Baca juga:  Kemnaker Kembali Raih Penghargaan Nasional Pengawasan Kearsipan dengan Kategori Sangat Memuaskan dan Simpul Jaringan Terbaik Nasional (SJTN) 2026

​Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, menyampaikan bahwa kunci agar PPP kembali lolos ke Parlemen 2029 adalah rebranding dan konsolidasi. “Harga mati PPP kembali lolos Parlemen di Tahun 2029 hanya perlu di branding ulang, dan kuncinya ada beberapa hal, di antaranya ketokohan, pasar politik, soliditas, dan logistik,” jelas Adi.

​Menurutnya, fusi sebagai sejarah telah selesai, di mana empat ormas besar menjadi bagian dari kekuatan politik PPP. Namun, tantangan terbesarnya adalah menyatukan dan merekatkan kembali kekuatan-kekuatan ini sebagai bekal menghadapi pertarungan politik 2029.

​”Tujuannya adalah supaya lolos di 2029, itu target utama yang tidak bisa dibantah,” tegas Adi. Ia menambahkan, bahkan dengan soliditas yang sudah ada, kelolosan di Pemilu 2029 belum tentu terjamin, apalagi jika tidak ada upaya konsolidasi. Menurutnya, jalan satu-satunya bagi PPP adalah kerja keras, turun ke bawah meyakinkan pemilih, serta membentuk tim dan struktur yang solid.

​Adi Prayitno juga berharap, seluruh kekuatan politik yang dimiliki PPP harus dikuatkan, disolidkan, dan dirangkul kembali. “Tidak ada cerita lain. Semua kekuatan harus bekerja sama menghadapi persaingan di 2029 yang jauh lebih terbuka,” tutupnya.

​Dialog yang digagas oleh Bambang Nurcahyadin sebagai inisiator dan Bobby sebagai kader yang istikamah ini menjadi momentum bagi PPP untuk melakukan introspeksi dan merumuskan langkah strategis. Hasil dari diskusi ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam Muktamar mendatang, guna memastikan PPP kembali menjadi kekuatan politik yang solid dan relevan di kancah nasional.

Sumber : Bambang.I

Tags: