REAKSIMEDIA.COM | Bandung – Upaya Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memperjuangkan calon presiden dari jalur perseorangan melalui Amandemen Konstitusi ke-5, mendapat dukungan dari para senator.
Tiga Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono, Mahyudin dan Sultan Baktiar Najamudin, mengakui ‘perlawanan’ Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti sangat komprehensif.
“Langkah Ketua DPD RI sangat berani dan semua senator mendukung upaya tersebut demi perbaikan sistem demokrasi di Indonesia,” kata Nono Sampono dalam Press Gathering DPD RI dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Bandung, Jumat (3/12/2021).
Ditegaskan oleh Nono, DPD RI yang berada di luar partai sudah seharusnya berjuang untuk mewujudkan keinginan rakyat.
“Adalah benar hasil survei yang disebutkan oleh Pak Ketua DPD RI bahwa hampir 70 persen rakyat ingin calon presiden yang bukan kader partai,” ucap dia lagi.
Karena itulah DPD harus bisa menjadi saluran dan membuka saluran bagi lahirnya calon-calon pemimpin bangsa.
Mahyudin menambahkan bahwa sejarah mencatat demokratisasi lebih baik daripada otoriter. Menurutnya semakin banyak calon presiden, demokrasi semakin bagus.
“Faktanya saat ini banyak anak-anak bangsa yang bagus dan kredibel, namun tidak mempunyai saluran dan kesempatan Karena dikerdilkan oleh aturan dengan adanya Presidential Threshold 20 persen,” ucap Senator asal Kalimantan Timur itu.
Untuk mewujudkan kesempatan yang sama itu, Mahyudin menjelaskan bahwa DPD siap melakukan judicial review ke MK tentang calon Presiden dan Wapres Independen dan penghapusan Presidential Treshold 20 persen.
“Kita juga akan fokus untuk lobi-lobi politik ke MPR RI. Walaupun langkah ini berat namun kita harus optimis. Pers berperan penting juga untuk membantu hal ini, juga terkait penguatan peran dan fungsi DPD RI ke depan,” paparnya.
Senada dengan dua Wakil Ketua DPD RI lainnya, Sultan Bachtiar Najamudin menyatakan perlunya meninjau ulang demokrasi atau meninjau ulang konstitusi.
“Pemikiran Ketua DPD RI kalau saya beri judul adalah Demokrasi atau Konstitusi di Persimpangan Jalan. Saya kira hampir semua pihak setuju dengan apa yang ditawarkan DPD berkaitan dengan amandemen konstitusi, calon independen dan Presidential Threshold 0 persen,” lanjut dia.
Konstitusi, katanya, harus segera diidealkan. Dengan sistem pemilu one man one vote, tetapi elektoral tidak dihitung, hal itu tidak adil.
“Bahkan saya punya pemikiran ekstrim, harusnya kepemimpinan nasional seperti DPD. Ketuanya satu, wakilnya banyak. Wakilnya merupakan representasi Barat, Tengah dan Timur,” katanya.(*)
Laporan : Suryadi
Tags: bandung
-
Polisi Tangkap Pencuri HP yang Beraksi di Rumah Kecamatan Gandrungmangu Cilacap
-
Kesiapan PAM Pemilu 2024, Polres Mukomuko Gelar Simulasi Tactical Floor Game (TFG)
-
Keakraban Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Berbagi Makanan Ringan Bersama Anak-Anak Di Jalan
-
Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia
-
Presiden Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan PM Jepang
-
Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah DGP8 DKI Jakarta dan Peluncuran Media Sosial DGP8
-
Ketua DPD RI Soroti Dirut Pertamina Rilis Harga Ekonomi Pertalite
-
Masyarakat Manfaatkan Infrastruktur Pengendali Banjir Cekungan Bandung Sebagai Destinasi Wisata dan Sarana Olahraga
-
Terima Presiden Iran, Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Tawaran Peningkatan Hubungan Bilateral Indonesia – Iran di Berbagai Sektor
-
Pembangunan Yon TP Sungai Rumbai, Dandim 0428: Masyarakat Sangat Mendukung




