REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Penghentian sementara tahapan kampanye bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko Nomor 3 Sapuan-Wasri telah menumbuhkan rasa keprihatinan di masyarakat, akar rumput yang terutama di kalangan masyarakat petani sawit.
Kondisi terkini, para petani di daerah ini bergerak dengan cara mereka. Tanpa komando, mereka bergerak, membantu menyuarakan Sapuan-Wasri.
‘’Kami petani, bukan tim sukses dari pak Sapuan dan ibu Wasri. Tapi kami yakinkan hati untuk membantu beliau, karena sudah melihat hasil kerjanya terbukti,’’ ungkap Mbak Na salah seorang warga di Kecamatan Air Manjunto.
Mbak Na, merupakan warga yang hanya memiliki 3/4 hektar lahan sawit dari peninggalan orang tuanya, namun sejak 3 tahun belakangan ini, dia dan keluarganya dapat “bertahan” untuk memenuhi kebutuhan dapur dari harga jual sawit yang dinilainya berpihak kepada masyarakat petani sawit.
“Dulu di awal tahun 2020 lahan sawit saya sempat saya kontarakan kepada orang selama 2 tahun, sebab saya butuh biaya untuk membayar DP (Uang Muka) sepeda motor untuk transportasi keluarga, akan tetapi lama kelamaan harga sawit semakin naik hingga puncaknya di tahun 2021 harga mencapai 3 ribu rupiah, saya menyesal sekali telah mengontrakan lahan sawit itu, sebab dengan harga 3 ribu sudah bisa pinjam ke bos sawit untuk DP tanpa harus lahan sawit dikontrak ke orang lain, 2 bulan sebelum kontrak berakhir orang yang menyewa lahan ingin memperpanjang kontrak, namun saya tidak mau karena saya yakin harga akan tetap bertahan, dan ternyata benar sampai hari ini harga sawit masih berpihak kepada petani sawit,” ungkapnya.
Hal inilah yang menjadi alasan kenapa dirinya menguatkan para masyarakat khususnya kaum ibu ibu di lingkungan tempat tinggalnya untuk membantu Sapuan-Wasri, sebab dari hasil yang telah dicapai,
tak terbantahkan, para petani ini merasakan selama kepemimpinan Sapuan – Wasri, harga sawit stabil, tak pernah pecah dari 2 ribu rupiah.
‘’Urusan politik ini saya tak paham itu, dan telah banyak jalan yang saya saksikan sendiri sudah terbangun, itu fakta yang kami rasakan, dan terpenting adalah harga sawit juga tak pernah turun, tak pernah pecah di atas angka 2 ribu,’’ ujarnya.
‘Dilanjutkannya bahwa harga sawit memang tidak ada kaitannya dangan Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko.
“Namun, kami yakin Sapuan Wasri tidak mengambil kesempatan sebagai pemimpin untuk mencari “celah” dari perusahaan sawit.
“Ini tandanya Sapuan Wasri memikirkan kesejahteraan bagi masyarakat petani sawit, yang kami rasakan lagi, sejak harga sawit agak lumayan ini, kami tak lagi begitu sulit untuk biaya sekolah anak, ditambah lagi anak saya baru masuk SMP dan telah mendapatkan seragam sekolah gratis, tentu sangat membantu meringankan beban saya sebagai orang tua dan sejak harga sawit saat ini, Alhamdulillah sekarang lebih semangat pergi keladang dan memperhatikan perawatan untuk kebun,’’ pungkasnya.
Lain halnya disampaikan Zainal, seorang pemanen sawit yang merasakan ada perbedaan disaat harga sawit mahal.
“Dulu upah panen 1 ton sawit hanya mendapat 200 ribu, Alhamdulillah sekarang rata rata pemilik kebun sejak 3 tahun belakangan ini perlahan lahan mulai menambah upah panen dan tambahan upah jika hasil panen agak berlebih dari biasanya, semoga harga sawit tetap stabil dan tentunya kesejahteraan pemanen sawit /tukang dodos juga membaik,” imbuhnya.
Komitmen Sapuan Wasri dalam membangun dan memajukan Kabupaten Mukomuko bukan omong kosong, berbagai capaian telah di ukir dan membekas di hati masyarakat awam di Kapuang Sati Ratau Batuah.
Berikut berbagai capaian Sapuan Wasri yang berhasil di rangkum.
1.Bertambahnya Fasilitas Pelayanan Kesehatan (RS Pratama)
2.Mukomuko Keluar dari Krisis Listrik pasca Dibangunnya SUTT 150 KV
3.Semakin Membaik Pengelolaan Pelayanan Kesehatan di RSUD Mukomuko
4.Terbitnya Perda Fasilitasi Pesantren, Agar Bisa Mendukung Kemajuan Sekolah Berbasis Agama.
5.Seragam Gratis Anak Sekolah/Madrasah Negeri /Swasta.
6.Tidak Lagi Ada Fenomena Harga TBS Sawit Anjlok Sebelum HUT Mukomuko dan Idul Fitri (Relatif Harga Stabil dan Mengikuti Ketetapan Harga Provinsi).
7 Pemerataan Pembangunan Melalui Dana Pusat seperti Inpres tertinggi di Provinsi, DBD Sawit Tertinggi, dan DAK Selalu Meningkat.
8.Mendapat Award UHC Dua Kali Berturut-turut (2025 BPJS Warga Mukomuko 100 persen Gratis).
9.Ribuan Nelayan Mendapat Jaminan Melalui Program BPJS Ketenagakerjaan.
10 Meningkatnya Kuota Pupuk Subsidi Untuk Support Para Petani.
11.Jembatan Lubuk Silandak Puluhan Tahun Menanti, Akan Direalisasi 2025
12.Pengembangan Kearifan Lokal Hingga Ketingkat Nasional, Seni Budaya, Batik Khas Mukomuko, Kuliner Lokan dll.
13.Support UMKM Dengan Berbagai Bantuan Sarana dan Prasarana Setiap Tahunnya.
14.Bantuan Sarana dan Prasarana Nelayan, dan Petani Setiap Tahunnya.
15.Pembangunan Gedung Perpustakaan Modern dari Dana Pusat (Akan Ada Hall Bisa Digunakan Untuk Acara Penting Warga).
16.Menjaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok serta Inflasi.
17.Membangun Kembali Rumah Adat.
18.Kota Mukomuko Terang Benderang.
19.Bantuan Internet Gratis Untuk 92 Desa, 34 Perangkat Sudah Rampung 100 Persen oleh Kominfo.
20.Peningkatan Gedung Sekolah Jadi Perhatian Setiap Tahunnya.
21.Berhasil Turunkan Secara SIgnifikan Kemiskinan Ekstrem, Hasil Verval, Jumlah Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Mukomuko Hanya Sebanyak 1.422 Atau 0,7 Persen dari Jumlah Penduduk di Daerah Ini Sebanyak 201.22 Jiwa.
Indikator Lainnya:
Meskipun Belum Genap 5 Tahun Menjabat, Juga Sempat Terhambat Pandemi Covid-19, Tidak Menyurutkan Semangat Sapuan Wasri Untuk Membangun Kabupaten Mukomuko.
Laporan : Rahmadsyah Sipahutar
Tags: mukomuko bengkulu
-
KPPU Jatuhkan Denda RP 1,5 Miliar Ke Lai Bui Min Dalam Perkara Tender Jalan Di Kabupaten Bogor
-
Atas Nama Pemerintah, Mendagri Apresiasi Pengesahan UU Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya
-
HUT Brimob ke – 78 Wakapolda Jatim Dinobatkan, Sebagai Warga Kehormatan
-
Semarakkan Hari Bhayangkara ke-76, Polres Demak Gelar Lomba MTQ
-
Polda Jateng Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Lokal Hingga Afrika, Ribuan Tersangka Diamankan
-
Kasum TNI Tinjau Keberhasilan Satgas PKH Amankan Ribuan Kubik Kayu Ilegal
-
Menparekraf Dorong Terbentuknya Ekosistem Ekraf di Padang Panjang Sumbar Lewat KaTa Kreatif 2023
-
Penyanyi Ita Purnamasari, Endang S Taurina dan Vista Putri Berbagi Bahagia Anak Yatim dengan Buber di Hotel Bintang 5
-
Wujud Kepedulian, Kapolres Jenguk Anggota Yang Sedang Sakit Dirawat di RS
-
Tingkatkan Imunitas Tubuh, Personel Kotis Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Laksanakan Vaksinasi Booster di Perbatasan





