REAKSIMEDIA.COM | Falabisahaya – (04/9/2021), Masyarakat Desa Falabishaya Kecamatan Mangoli Utara masih mengeluh dengan harga minyak bersubsidi masih relatif mahal yang dijual disemua pengecer hususnya desa falabisahaya pada umumnya.
Melalui penelusuran REAKSIMEDIA.COM Hal ini dikarenakan pihak SPBU kompak menjual ke pengecer dengan harga relatif lebih tinggi yakni 8,500/liternya sehingga pihak pengecer juga menjualnya dengan harga 10,000/liter.
Saat diwawancarai beberapa dari pengecer yang ada di Desa Falabishaya mengatakan, bahwa kalau mereka membelinya dari SPBU dengan harga sesuai, sehingga saat dijual kemasyarakat pun harganya disesuaikan.
Kata salah satu masyarakat pemerhati Desa Falabisahaya biasa disapa “Ko Ata” Seharusnya pihak SPBU menjual minyak subsidi itu ke pengecer dengan harga sesuai dengan harga subsidi yakni 6,500/liter, jadi pengecer bisa jual dengan harga 8,000/liternya, akan tetapi yang terjadi dilapangan faktanya pengecer membeli langsung di SPBU kompak dengan harga 8,500, makanya pengecer menjual dengan harga 10,000/liter, sehingga membuat hal ini akan berdampak juga pada sektor ekonomi yang lain juga.
Hal senada juga di tanggapi oleh tukang ojek dan nelayan yang mana kalau pertalite dijual 11,000/liter tidak masalah, karena itu bukan minyak bersubsidi, tapi ini kan premium jadi Ini sangat tidak relevan karena harga BBM di desa Falabisahaya masih dianggap tinggi jika premium dijual dengan harga 10,000/liternya, makanya kami masih mengeluhkan harga tersebut,
Pasalnya apabila pihak SPBU kompak menjual ke pengecer dengan jumlah yang tidak dibatasi, maka kemungkinannya BBM bejenis premium subsidi akan cepat habis, tidak akan bertahan sampai satu bulan sudah habis, dan ini nantinya akan mengalami kelangkahan lagi.
Harapan masyarakat bahwa kalau bisa pihak terkait dalam hal ini Pemerintah harus mengambil langkah yang lebih tegas dan ditertibkan atau diatur lagi terkait penjualan yang dilakukan oleh pihak SPBU kompak sehingga pengecer menjual sesuai harga enceran tertinggi (HET).
Laporan : Samsul Rizal
Tags: Falabisahaya
-
Andalkan Wisata Bahari dan Sejarah, Desa Wisata Kampung Ugar Masuk 50 Besar ADWI 2022
-
Banyak Desa Mandiri di Bandung Barat, Mendes Yandri: Layak Jadi Percontohan Nasional
-
Laksamana Budayawan Gelar Pesta Budaya Lomba Karapan Sapi Panglima TNI Cup
-
Menhan Prabowo Resmikan 16 Sumber Titik Air di Jateng: Dari Sekian Ratus Belum Ada Yang Gagal
-
Gus Halim: Desa Adat Untuk Pelestarian Warisan Budaya Desa
-
Forum Lintas Jurnalis Pantura (FLJP) Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Ketua Umum Lembaga Aliansi Indonesia (LAI)
-
Dalam Mewujudkan Kebersamaan Anggota Satgas Pamtas RI-PNG Pos Arso Membantu Pengecatan Menara Lonceng Gereja
-
Bakamla RI Terima Kunjungan US Coast Guard Bahas Confidence Building Measure
-
Kemendagri Dorong Optimalisasi Peran BAZNAS dalam Program Pengentasan Kemiskinan
-
Rapat Paripurna DPRD Pinrang Sepakati Tiga Ranperda Non APBD




