Tata Kelola Manajemen Risiko Mendukung Pencapaian Tujuan Suatu Lembaga

REAKSIMEDIA.COM | Cikeas – Pelatihan dan sertifikasi _Qualified Risk Management Officer_ (QRMO) bagi jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) resmi ditutup. Kegiatan yang diikuti oleh 32 peserta ini ditutup secara daring oleh Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kementerian ATR/BPN, Agust Yulian pada Jumat (27/05/2022).

Agust Yulian berharap, melalui kegiatan yang dilaksanakan dengan metode _distance learning_ selama dua hari pada 23 s.d. 24 Mei 2022 ini, terjadi perubahan perilaku pada para peserta. “Sesungguhnya dari sebuah pelatihan ada perubahan perilaku, dalam arti punya pemahaman yang utuh apa itu risiko dan manajemen risiko,” ujarnya.

Meskipun tidak langsung mahir dalam melakukan manajemen risiko, Kepala Biro Keuangan dan BMN mengharapkan para peserta paham bahwa dalam mewujudkan tujuan dari suatu lembaga, bisa dicapai dengan ilmu tata kelola yang disebut dengan manajemen risiko. “Tentu tidak langsung mahir, tapi sudah membuka pintu bahwa ada ilmu tata kelola yang namanya manajemen risiko, yang bisa dijadikan sudut pandang kita untuk mencapai tujuan kementerian kita,” kata Agust Yulian.

Pada penutupan ini, Kepala Biro Keuangan dan BMN Kementerian ATR/BPN meminta para peserta untuk memelihara status kualifikasi QRMO yang dimilikinya. Menurut Agust Yulian, hal ini bisa dilakukan dengan terjun langsung dan mempraktikan dengan cara mulai berpikir dalam sudut pandang manajemen risiko, yang merupakan bagian dari manajemen secara umum.

“Lakukan diskusi dengan sesama mantan peserta pelatihan. Lalu ikuti pelatihan lain yang masih terkait dengan manajemen risiko. Dari Biro Keuangan dan BMN ke depan akan banyak menyediakan agenda supaya Bapak/Ibu bisa mendapatkan _insight_ terkait manajemen risiko,” terang Agust Yulian.

Ia juga mengimbau agar para peserta pelatihan dan sertifikasi QRMO dapat menyebarkan ilmu dan informasi yang didapat kepada teman-teman di masing-masing satuan kerja. Hal ini perlu dilakukan agar Kementerian ATR/BPN dapat mencapai tujuannya secara lebih efektif. “Saya harapkan juga Bapak/Ibu mulai memperkenalkan kepada teman-teman yang lain, menularkan apa yang kita ketahui. Kemudian implementasikan agar kita dapat mencapai tujuan yang efektif,” ucapnya.

Baca juga:  Hattrick Pembangunan Daerah Terbaik, Ganjar Jadi Mentor 38 Provinsi

Terakhir, ia mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada para pimpinan di lingkungan Kementerian ATR/BPN serta Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) yang telah melaksanakan pelatihan dan sertifikasi QRMO. “Artinya lembaga telah menunjukan komitmen dan dukungan apa yang menjadi _concern_ kementerian terkait tata kelola manajemen risiko,” pungkasnya. (*)

Laporan : Suryadi
Sumber : Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

Tags: