Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Desa, Kemendes Gandeng Kemenkes

REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggi (Mendes PDT) Yandri Susanto dengan disaksikan oleh Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria, menandatangani naskah Nota Kesepahaman (MoU) dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (6/7/2026). Nota Kesepahaman terkait kerja sama Penguatan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Sehat.

Mendes Yandri mengatakan, kolaborasi dengan Kemenkes diyakini bakal percepat mewujudkan arahan Presiden Prabowo Subianto yaitu Indonesia Sehat. pasalnya, 73 persen penduduk Indonesia, yaitu sekitar 202 juta itu ber-KTP Desa. Jika persoalan kesehatan desa dituntaskan maka arahan presiden bisa terwujud.

Saat ini, kata Mendes Yandri, dari 75.266 Desa di Indonesia, masih ada sekitar 9.300 Desa tertinggal dan sangat tertinggal yang belum dialiri listrik, belum miliki Puskesmas, jalan dan jembatan yang memadai. Belum lagi, ada sekitar 3.000 Desa yang belum miliki sinyal atau Blankspot.

“Makanya penting kita berkolaborasi untuk wujudkan Asta Cita Presiden yang ke-6 yaitu Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan yang tidak terlepas dari unsur Kesehatan,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Kemendes PDT kemudian menurunkan Asta Cita ini ke 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia yang juga tidak bisa dipisahkan unsur kesehatan. Ada program Desa Tematik seperti Desa Ikan Nila, Desa Ayam Petelur, Desa Lele, Desa Jagung hingga Melon yang bakal perkuat pangan lokal guna pemenuhan gizi masyarakat desa.

Selain Desa Tematik, Kemendes juga membuat Desa Ekspor, Desa Bebas Sampah dan Pemuda Pelopor Desa, yang salah satunya dikirim ke Jepang. Program Pemuda ini masih terkendala cek kesehatan karena ketatnya Jepang untuk urusan tersebut.

Baca juga:  Wujudkan Desa Mandiri, Adil, dan Makmur, Kemendagri Gelar Pelatihan Aparatur Desa di Kupang

“Olehnya, bagi kami penting sekali kolaborasi ini untuk memastikan layanan kesehatan itu tepat sasaran. Kami juga setiap tahunnya memasukkan Stunting dalam Dana Desa,” kata Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini.

Mendes Yandri berharap MoU ini bakal tetap sasaran dan afirmasi semua desa di Indonesia agar cita-cita wujudkan Indonesia Emas, Indonesia Maju 2045 bisa terwujud.

Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi, pertama, pertukaran dan pemanfaatan data dan/atau informasi. Kedua, peningkatan literasi kesehatan, Ketiga, pemberdayaan masyarakat termasuk melalui unit pelayanan kesehatan di tingkat Desa/kelurahan dan posyandu bidang kesehatan guna mendukung pembudayaan hidup sehat.

Keempat, peningkatan upaya pemenuhan dan perbaikan gizi masyarakat. Kelima, peningkatan upaya penanggulangan penyakit dan Keenam, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan primer dan bidang kesehatan lain.

Turut hadir Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi, Perwakilan dari Kemendagri, dan Bappenas.

Mendampingi Mendes dan Wamendes, Sekjen Taufik Madjid, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, Dirjen PPDT Samsul Widodo, Kepala BPI Mulyadin Malik, Kepala BPSDM Agustomi Masik, Staf Ahli Sugito dan Bito Wikantosa serta Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Kemendes PDT.

Sumber : Firman/Humas

Tags: