Tinjau Lahan Tidur di SP 7 Rawa Mulya, Kepala BWS Sumatera VII: Insyaallah Akan Kita Perjuangkan

REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII A.Adi Umar Dani ST.MT yang didampingi sejumlah jajarannya meninjau langsung lahan tidur dan mendengar keluhan para petani yang memiliki lahan tidur yang dikarenakan air untuk mengairi lahan mereka saat ini belum “tersentuh” air irigasi untuk lahannya yang berada di SP 7 Desa Rawa Mulya Kecamatan 14 Koto Kabupaten Mukomuko.

Dalam kesempatan itu, Rudi seorang petani menyampaikan keluhan dihadapan Kepala BWS dan rombongan yang menyebutkan bahwa lahan yang dimilikinya seluas kurang lebih 5 hektare sudah 10 tahun “tertidur”,” sebelumnya orang tua kami hanya mengandalkan air tadah hujan pak, padahal disini lahan tidur yang ada seluas 100 hektar dan jaringan irigasi Bendung Manjuto yang baru dibangun disini sudah ada di sini, sudah dekat sekali air ke lahan kami ini pak, mohon jadi perhatiannya agar kami tidak mengalih fungsikan lahan tidur ini,” sebut Rudi.

Begitu juga disampaikan petani lainnya yang menyampaikan rasa senang dengan saluran air Bendung Manjuto sudah masuk ke Desa Rawa Mulya,” kami sebagai petani sangat merasakan manfaat dari pembangunan saluran irigasi disini, sangat membantu kami, hanya saja masih ada lahan kami yang belum tersentuh air irigasi,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan pak Mamin yang mengatakan,” kami sudah lama menunggu air pak, hingga akhirnya lahan saya seluas 2 hektare,1 hektare saya alih fungsikan manjadi kebun sawit sebab kami juga butuh untuk keperluan sehari hari dan kami siap menumbangkan lahan sawit kami jika air sudah masuk, kami siap menunggu, tapi kalau “tidak harapan” maka kami dengan kawan kawan yang lain akan membuat lahan sawit, insyaallah.. jika masuk air kami sangat senang sekali, ” beber petani lainnya.

Harapan juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Talang Sari Yos Ariyos yang menyebutkan bahwa sebagian pemilik lahan yang telah dialih fungsikan bersedia kembali menanam padi jika air sudah menyentuh lahan mereka,” ini harapan yang saya dengar langsung pak, para pemilik lahan yang telah beralih fungsi akan kembali menanam padi jika sumber air sudah ada,” ungkap Ketua Kelompok Tani Talang Sari Yos Arios.

Baca juga:  Lagi, Bakamla RI Kembali Raih BKN Award 2023 Peringkat Pertama

Mendengar apa yang disampaikan petani, Kepala BWS Sumatera VII Adi Umar Dani menyebutkan akan memperjuangkan apa yang menjadi harapan petani untuk mendapatkan air,” kami senang karena masih ada potensi cetak sawah di daerah ini, dan apa yang disampaikan tadi akan menjadi catatan kami untuk memperjuangkan apa yang menjadi harapan para petani di SP 7 ini,’ terang Adi Umar Dani.

Kepala BWS Sumatera VII juga merasakan apa yang dialami para petani untuk mendapatkan air, sebab semangat warga untuk bertanam padi dan kokoh mempertahankan lahannya untuk tidak dialih fungsikan menjadi kebun sawit menjadi motivasi bagi BWS untuk mewujudkannya.

” Sejujurnya saya merasa malu sebab masih ada petani yang teguh dan semangat untuk bersawah, memang tahun kemaren ada anggaran untuk penguatan jaringan air sampai ke lahan ini, tetapi dikarenakan ada kendala yang terjadi, anggaran itu tidak terpakai, kedepannya kita akan berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan keinginan petani disini untuk mendapatkan air,” papar Adi Umar Dani.

Disisi lain, Kepala BWS Sumatera VII juga berharap komitmen atas keluhan yang disampaikan kepihaknya,” jangan nanti setelah kita usulkan masyarakat tidak sabar dan mengalihfungsikan lahannya, kita sepakat memperjuangkan, tapi bapak bapak petani juga harus sabar menunggu dengan tidak mengalih fungsikan lahannya, semoga apa yang menjadi harapan petani disini dapat terwujud,” pungkas Kepala BWS Sumatera VII Adi Umar Dani.

Tampak hadir, Kepala BWS Sumatera VII beserta jajaran, Kepala UPI D.I Air Manjuto, Kepala UPTD Pengairan Lubuk Gedang bersama anggota, Ketua Kelompok Tani Talang Sari dan pengurus, para petani dan lainnya.

Laporan : Rahmadsyah Sipahutar

Tags: