REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Gempabumi berkekuatan magnitudo (M) 6.0 yang mengguncang wilayah Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Sabtu (1/9) telah menyebabkan sebanyak 962 rumah rusak, sebagaimana menurut laporan dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (2/9) pukul 07.00 WIB.
Selain kerusakan rumah, Pusdalops BNPB juga juga menerima laporan bahwa ada kerusakan infrastruktur lainnya yang meliputi 67 rumah ibadah, 2 unit gedung layanan kesehatan, 17 sarana pendidikan, 25 gedung pemerintahan, 22 titik ruas jalan, 12 titik TPT longsor, 9 unit jembatan, 32 saluran irigasi, 1 titik lokasi wisata dan 9 titik fasilitas air bersih.
Gempabumi juga menyebabkan seorang warga meninggal dunia, 24 orang luka-luka dan sebanyak 962 jiwa terdampak.
Hasil kaji cepat yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara, setidaknya ada 69 desa yang terdampak gempabumi kemarin.
Kepala BPBD Kabupaten Tapanuli Utara Bonggas Freddy menuturkan kondisi saat ini sudah mulai kondusif, meski masih ada gempabumi susulan. Namun pihaknya dapat memastikan masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada.
“Sekarang ini keadaan sudah mulai normal walaupun masih ada gempa susulan,” ungkap Freddy, Minggu (2/9).
Lebih lanjut, Freedy juga mengatakan bahwa beberapa masyarakat memang masih ada yang mengalami trauma dan mendirikan tenda darurat mandiri di halaman rumah masing-masing.
“Ini pak (tenda darurat warga) di depan rumah masing-masing. Karena mereka masih trauma,” jelas Freddy.
Pihak BPBD Kabupaten Tapanuli Utara bersama unsur TNI, Polri dan lintas instansi terkait telah mendirikan posko darurat bencana di Desa Aek Raja. Sementara itu pendistribusian bantuan logistik dan perlengkapan terus dilakukan dan diupayakan tim BPBD Tapanuli Utara.
Kendala yang dialami tim di lapangan adalah minimnya jaringan telekomunikasi selular sehingga menghambat proses kaji cepat. Selain itu kondisi geografis yang luas dengan medan cukup berat turut menjadi kendala dalam proses penanganan darurat, ditambah minimnya jumlah personel.

Sementara itu kebutuhan mendesak yang masih diperlukan meliputi selimut, sarung, logistik, permakanan dan kebutuhan keluarga, bayi dan balita.
*BNPB Turun ke Lokasi*
Sebagai bentuk upaya dukungan percepatan penanganan dan pemulihan bencana gempabumi M 6.0 Tapanuli Utara, tim dari Kedeputian Penanganan Darurat BNPB terjun ke lokasi kejadian hari ini.
Adapun tim yang dipimpin oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan langsung mendapat perintah dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, sesaat setelah laporan mengenai gempabumi M 6.0 ada ditangannya.
“Kami segera ke sana,” ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto kemarin, Sabtu (1/9).
Selain dukungan untuk penanganan darurat, BNPB juga mengirimkan personel guna dukungan kaji cepat dan akan memberikan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) yang akan diserahkan untuk pemulihan bencana.
Laporan : Suryadi
Sumber : Abdul Muhari, Ph.D. – Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
Tags: jakarta
-
Presiden Resmikan Rehabilitasi dan Rekonstruksi 147 Bangunan Terdampak Gempa di Sulawesi Barat
-
Dit Resnarkoba Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu
-
Plh. Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Minta Daerah Segera Tunjuk Pejabat Pengelola Keuangan
-
Satlantas Polres Pekalongan Buka Layanan Mobil Gerai Vaksin Keliling
-
Kapolresta Pekanbaru Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Personil
-
Pertama Kali Dilaksanakan, Siswa Dikmaba Polri dan Diktuba TNI AD Gelar Pendidikan Terintegrasi TA. 2021
-
Resmi Tutup Muktamar ke-34, Wapres: NU Mitra Pemerintah dalam Membangun Bangsa
-
Angka Kecelakaan Lalin saat Arus Mudik dan Balik Turun, Menkes Puji Polri-Kemenhub-Jasa Marga
-
Pasiter Kodim 0309/Solok, Terjun Langsung Dalam Pengerjaan Sasaran TMMD 112
-
HUT BRIMOB ke-76, Ketua KPK: Brimob Benteng Pelindung Keselamatan Punggawa Pemberantasan Korupsi di KPK



