REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Divisi Lingkungan Hidup Aliansi Jurnalis Video (AJV) menyoroti potensi bahaya pencemaran uap bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dinilai dapat mengancam kesehatan masyarakat. Isu ini mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Bahaya Pencemaran Uap BBM SPBU di Indonesia” yang digelar di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ketua Divisi Lingkungan Hidup AJV, Iskandar, mengatakan sebagian besar SPBU di Indonesia berpotensi menghasilkan uap berbahaya yang mengandung Volatile Organic Compounds (VOCs). Menurut dia, paparan zat tersebut masih luput dari perhatian publik maupun regulator.
“Umumnya kondisi SPBU di Indonesia rentan menghasilkan uap VOC yang berbahaya. Kondisi ini kurang disadari masyarakat dan dibutuhkan edukasi,” ujar Iskandar dalam diskusi.

Ia memaparkan, jumlah SPBU di Indonesia diperkirakan mencapai 12 ribu unit, dengan sekitar 7 ribu berada di Pulau Jawa. Dengan jumlah tersebut, potensi polusi uap BBM dinilai cukup besar dan dapat berdampak luas terhadap lingkungan sekitar, termasuk pekerja dan konsumen.
Iskandar mendorong pemerintah segera melakukan intervensi kebijakan untuk meminimalkan risiko pencemaran, terutama melalui penguatan regulasi pengendalian emisi uap BBM di area pengisian bahan bakar.
Sementara itu, pemerhati lingkungan Vinnezya mengungkapkan ketertarikannya terhadap isu ini bermula dari pengalaman seorang rekannya yang bekerja di SPBU dan mengaku mengalami gangguan kesehatan akibat terpapar aroma bensin setiap hari.
“Dari cerita itu, saya melihat ada persoalan yang perlu diteliti lebih jauh,” katanya.
Vinnezya mengaku telah melakukan riset sederhana di sejumlah SPBU dan menemukan indikasi polusi udara akibat uap VOC dalam kadar yang dinilai mengkhawatirkan. Ia menyebut paparan jangka panjang berpotensi memicu gangguan kesehatan serius jika terhirup secara terus-menerus, terutama bagi pekerja yang berada di lingkungan SPBU selama berjam-jam setiap hari.

Karena itu, ia berharap pemerintah dan pemilik SPBU dapat mengambil langkah konkret, seperti peningkatan standar pengelolaan uap BBM serta pengawasan kualitas udara di area pengisian.
“Jika pemerintah dan pemilik SPBU bergandeng tangan, masyarakat—khususnya pekerja dan konsumen—bisa merasa lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Tags: jakarta
-
Satlinmas Kelurahan Bara Baraya Utara Bersama Tim RAIKA Gencarkan Patroli Hingga Tengah Malam
-
Melintas di Batas Gowa-Sinjai, Siap-Siap di Periksa Oleh Petugas Gabungan Ops Ketupat 2021
-
Gunun Saksi Mangkir diamankan Satgas Anti Mafia Tanah Jatikarya
-
Bhabinkamtibmas Polsek Gemuh Edukasi dan Imbau Warga Tentang Prokes
-
Bupati Tapsel : Meski Tapanuli Selatan Berada di Level Dua Covid-19, Tetap Jaga Protokol Kesehatan
-
Bupati Tapanuli Selatan Lantik Pejabat Administrator, Pengawas, dan Guru
-
Kapolres Sukabumi Kota Waspadai Peredaran Uang Palsu Jelang Pemilu 2024
-
Momen Presiden Jokowi Bersepeda di Kawasan CFD Sudirman-Thamrin
-
Peluncuran Buku: JALAN PRESISI KAPOLRi JENDERAL LISTYO SIGIT
-
Satuan Reskrim Olah TKP Kebakaran Satu Unit Rumah di Lalap Si Jago Merah

