REAKSIMEDIA.COM | Halmahera Barat – Pada penghujung tahun 2022, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) sekaligus asistensi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) termasuk penanganan inflasi di Provinsi Maluku Utara, Kamis (22/12/2022).
Provinsi Maluku Utara merupakan salah satu daerah dengan realisasi APBD terendah dan inflasi paling rendah di Indonesia. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuda Kemendagri Agus Fatoni; Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Muhammad Valiandra; Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pelaksanaan Pertanggungjawaban Keuda Rikie; dan Tim Teknis Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagi.
Selain itu, turut hadir dalam acara tersebut jajaran pemerintah daerah (Pemda) setempat di antaranya Bupati Halmahera Barat James Uang; Wakil Bupati Halmahera Barat Djufri Muhamad; Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Halmahera Barat Chuzaemah Djauhar; Wakil Ketua DPRD Halmahera Barat Robinson Missy; dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera, camat, dan operator Sitem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) se-kabupaten setempat.
Dalam sambutannya, Agus Fatoni menjelaskan, pentingnya sosialisasi dan pemahaman pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah. Hal ini sebagaimana yang diamanatkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 77 Tahun 2022. “Tujuan sosialisasi ini untuk meningkatkan pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan keuangan daerah,” tegas Fatoni.
Fatoni juga menjelaskan kebijakan pengelolaan keuangan daerah dan pengendalian inflasi harus sama dengan mekanisme penanganan pandemi Covid-19. “Dan peningkatan kapasitas di bidang pengelolaan keuangan daerah harus lebih fokus, sehingga kalau semua itu dilakukan, maka tata kelola keuangan akan semakin baik dan itu merupakan salah satu kunci untuk menuju sukses,” jelas Fatoni.
Fatoni menegaskan pentingnya tata kelola keuangan daerah baik dari segi pendapatan maupun belanja, termasuk administrasi laporan pertanggung jawaban dengan menggunakan SIPD. “Kalau tidak benar pertanggungjawabannya, ya bisa jadi problem kalau tidak tepat sasaran juga bisa jadi problem pula,” tutur Fatoni.
Dirinya juga menguraikan realisasi APBD baik tingkat nasional maupun di Provinsi Maluku Utara. Selain itu, dijelaskan pula strategi mengatasi rendahnya realisasi APBD, penanganan inflasi, dan arah kebijakan penyusunan APBD tahun 2023.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: Halmahera barat
-
Peduli Dengan Generasi Bangsa, Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Bekali Wasbang Sembari Bergurau Dan Bagikan Snack Kepada Anak-Anak
-
Kapolda Jambi Bersama Danrem 042/Gapu Cek Kesiapan TPS di Muaro Jambi Guna Pastikan Kesiapan PSU Pilgub Provinsi Jambi
-
Mendagri Minta Pemda Segera Bantu Masyarakat Terdampak Inflasi
-
BPK Temukan Belasan Aset Pemkab Bogor Dikuasai Pegawai Mutasi, Inspektorat Diminta Turun Tangan
-
Semarak HUT RI ke-80, Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut Bagikan 500 Bendera Merah Putih di Depan Mako
-
Kepala Satuan Tugas Operasi Madago Raya Pimpin Patroli di Wilayah Poso Pesisir Selatan
-
Peduli Kebersihan Lingkungan, Babinsa Koramil Tipe B 0808/06 Srengat Gelar Kerja Bakti Bersama
-
Kapolres Pematangsiantar: Tersangka Pembakaran Rumah Wartawan Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
-
Polda Kepri Gelar Sosialisasi Kamseltibcar Lantas Prokes Ojek Online Sei Beduk Batam
-
Pj. Walikota Padangsidimpuan Kukuhkan Pengurus Pengajian Al – Ikhlas Periode 2023 – 2028


