REAKSIMEDIA.COM | Tapanuli Selatan – Berdasarkan publikasi hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Penurunan Stunting RI yang di buka oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo di Jakarta pada Kamis (25/4/2024). Bahwa prevalensi stunting Kabupaten Tapsel turun dari tahun 2022 ke tahun 2023 sebesar 23,8 persen.
Artinya selama satu tahun Kabupaten Tapsel berhasil menurunkan 23,8 persen yang mana hasil ini menempatkan Kabupaten Tapsel menjadi kabupaten dengan angka penurunan prevalensi stunting paling baik se-Provinsi Sumut sebesar 23,8 persen disusul Kota Tanjung Balai sebesar 21,20 persen dan Kabupaten Padang Lawas sebesar 18,10 persen.
Mendapatkan informasi dari Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Ahmad Ibrahim Lubis, dan Technical Assistant Satgas Stunting Kabupaten Tapsel Abdul Latif Lubis mereka mengutarakan kegembiraannya, bahwa Tapsel berada pada posisi saat ini 15,6 persen.
“Alhamdulillah, ini berkat usaha, komitmen dan kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas semua OPD terkait,” katanya.
Lebih lanjut Latif juga menyebut ini merupakan prestasi luar biasa yang mana Kabupaten Tapsel bisa jauh lebih baik prevalensi stunting dari 33 kabupaten/kota se-Sumut, ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tapsel Dolly Pasaribu turut memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berupaya keras membuat capaian prevalensi stunting Tapsel turun 23,8 persen.
“Menanggapi kasus stunting di angka tertinggi di Provinsi Sumut, Pemkab Tapsel memandang serius. Sehingga berbagai upaya dilakukan dengan semaksimal mungkin,” ucap Bupati.
“Alhamdulillah kita telah menurunkan angka prevalensi stunting itu, saya berharap angka ini mampu terus ditekankan. Sehingga kasus stunting tuntas di negeri ini,” lanjutnya.
Orang nomor satu di Tapsel ini meminta sinergi dan kolaborasi serta akselerasi semua pihak, baik itu masyarakat, swasta, organisasi non pemerintah, dunia usaha, dunia kerja, perguruan tinggi, serta pihak-pihak lainnya.
“Jika ada perangkat daerah, kecamatan, desa dan kelurahan maupun pihak swasta yang tidak bersedia mendukung program dan strategi yang telah disusun, segera sampaikan dan akan diberikan tindakan sesuai aturan,” tegasnya.
Hal yg sama juga disampaikan Sekretaris Daerah Sofyan Adil selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tapsel mengucapkan terima kasih kepada OPD terkait, camat, kapus, koordinator PLKB, kepala desa se-Tapsel atas upaya penurunan stunting ini.
Laporan : Rosliani
Tags: tapanuli selatan
-
Pembuatan Sumur Bor TNI AD Bantu Pengadaan Sumber Air Bersih Untuk Masyarakat
-
Sinergitas TNI POLRI Wilayah Hukum Polsek Jonggol Lakukan Giat Sambang Warga Dalam Rangka Menciptakan Kamtibmas Di Lingkungan Masyarakat Binaan
-
Kenalkan TNI Lebih Dekat Kepada Anak Usia Dini, Kodim 0428/Mukomuko Sambut Hangat Outing Class TK Agromuko
-
5 Jam Setelah Kejadian Penembakan, Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Penembakan Di Tamansari Jakarta Barat
-
Polsek Kebon Jeruk Ringkus Pelaku Penganiayaan Berat
-
Walikota Padangsidimpuan, Sempatkan Satya Lencana Pada Peringatan HAB
-
Jumat Curhat, Polsek Teras Terunjam Tampung Curhatan Pemdes Teruntung
-
Dukung Program Ketahanan Pangan, Pemdes Lubuk Cabau Serahkan Bantuan Ternak Sapi Kepada Warganya
-
Pangdam dan Ketua Persit KCK Daerah XII/Tpr Sambut Kedatangan Presiden
-
Perdagangan Anak Dibawah Umur, Tiga Orang Pelaku Berhasil Diamankan Ditreskrimum Polda Jateng

