REAKSIMEDIA.COM | Makassar – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menargetkan berbagai produksi lokal setiap desa di Sulawesi Selatan (Sulsel) mampu melakukan ekspor ke 59 negara di dunia.
Menurutnya, hal ini hanya perlu komitmen dan dikawal secara sungguh-sungguh oleh setiap Kepala Desa, agar dilanjutkan pada level pemberdayaan dan pendampingan terhadap masyarakat dan para pelaku ekonomi di tingkat desa.
“Saya kemarin sudah membuat kesepakatan, bahwa kita akan mengekspor bahan-bahan atau produk desa ke-59 negara, jadi Kepala Desa se-Sulawesi Selatan bisa membuat desa-desa tematik,” kata mantan Wakil Ketua MPR RI itu saat memberi arahan dalam Apel Siaga yang diikuti seluruh Kepala Desa se-Sulawesi Selatan, di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kota Makassar, Rabu (13/05/2026).
“Nanti di Sulsel dari dua ribu lebih desa itu bisa ekspor sereh, di samping kita juga untuk kebutuhan lokal,” imbuhnya.
Lebih luas, Mendes Yandri meyakini dengan jangkauan pasar yang lebih besar itu, perputaran ekonomi akan terus meningkat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara merata. Dan hal ini memungkinkan produsen lokal untuk memperbesar skala produksinya.

Di samping itu, yang perlu diperhatikan dalam menembus pasar global tersebut, produk lokal dituntut memenuhi standar internasional. Hal ini secara otomatis mendorong peningkatan kualitas dan standar produk.
“Biar rakyat di desa itu sejahtera, biar produksinya meningkat, biar produk-produk lokal Sulawesi Selatan mendunia. Karena kami di Kementerian Desa punya program desa ekspor,” papar Menteri asal Bengkulu Selatan ini.
Ia juga meminta seluruh Kepala Desa perlu memetakan komoditas unggulan desa baik itu pertanian, perkebunan, perikanan, atau kerajinan agar juga memiliki daya saing dan standar kualitas pasar global.
Program ini sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan bertujuan untuk mengubah paradigma desa dari objek pembangunan menjadi subjek atau pemeran utama ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal.
“Tadi saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur, saya akan datang kembali ke sini, membawa buyernya, membawa pembelinya, untuk kita teken kontrak dengan kepala desa,” pungkasnya.
Hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, Inspektorat Jenderal Kemendes PDT, Masyhudi, dan Bustanul Arifin, Kepala Kesbangpol Prov. Sulsel.
Sumber : Dayat/Humas
Tags: Makassar
-
Presiden Jokowi Sambut Pemimpin ASEAN di Labuan Bajo
-
Haji Uma Silaturrahmi Dengan Abon Buni Paya Bakong dan Ikut Bela Sungkawa Atas Musibah Kebakaran
-
Pangdam XV/Pattimura Tinjau Lokasi TMMD ke-123 Kodim 1510/Sula
-
Dewi Aryani, Srikandi Senayan Bakal Terima Anugerah PWI Jateng Award 2022
-
Forkopimda Bojonegoro Sambut Kunjungan Tiga Menteri Republik Indonesia Tinjau Vaksinasi Serentak
-
Polri Tangkap Terduga Pimpinan KKB
-
Cek Kesiap-siagaan Personel PAM Tarwih, Kanit Provos Polsek Bontonompo Keliling Masjid
-
Bahas Stunting dan Kemiskinan Ekstrim, Wakil Bupati Bersama Jajaran Forkompimda Kabupaten Mukomuko Hadiri Rapat Bersama Dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu
-
Tutup dan Saksikan Lomba Police Art Festival 2022, Kapolda Sulsel Bangga pada Karya Kaum Difabel
-
Walikota Padangsidimpuan Pimpin Apel Kesiapan Operasi Ketupat Toba 2023

