REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Dearah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) harus sesuai dengan SDGs Desa.
Oleh karena itu ia meminta seluruh daerah untuk membantu desa agar segera menyelesaikan pemutakhiran data SDGs Desa.
Hal tersebut ia katakan pada sosialisasi Permendes Nomor 7 tahun 2021 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun anggaran 2022 untuk Indonesia Wilayah Timur yang digelar secara hybrid, Selasa (21/9/2021).
“Langkah-langkah yang sedang dan akan ditempuh oleh Bapak Wakil Presiden yang merupakan tindak lanjut atas amanah Pak Presiden agar tahun 2024 Indonesia terbebas dari kemiskinan kronis, bahkan Pak Presiden menyatakan tegas nol persen dari kemiskinan kronis, maka data desa sangat dibutuhkan,” ujar Doktor Honoris Causa dari UNY ini.
Halim Iskandar mengatakan, dana desa yang pengelolaannya didelegasikan kepada pemerintahan desa merupakan anggaran yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Maka dalam hal ini, pemanfaatan dana desa harus mendukung pencapaian kebijakan dan program prioritas nasional, yakni pengentasan kemiskinan kronis.
Terkait hal tersebut, Pria yang juga akrab disapa Gus Menteri ini mengatakan, penyelesaian pemutakhiran data SDGs Desa penting dilakukan untuk melihat dengan jelas data masyarakat miskin kronis di desa dengan berbagai permasalahan yang ril. Dengan begitu, pengalokasian dana desa untuk mengatasi kemiskinan kronis di desa akan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Penanganan kemiskinan kronis kalau berbasis data mikro, pasti akan tepat sasaran, pasti akan terukur, dan pasti akan mudah dilihat hasil capaiannya,” ujarnya.
Di sisi lain, Gus Halim berharap jumlah anggaran untuk dana desa tahun 2022 tidak mengalami penurunan, yakni tetap pada angka Rp72 Triliun. Pasalnya, dana desa sendiri akan digunakan untuk mengatasi permasalahan kemiskinan kronis di level desa.

Seperti diketahui, dana desa telah disalurkan ke seluruh desa dengan total anggaran pada tahun 2015 sebesar Rp20,67 Triliun, tahun 2016 sebesar Rp 46,98 Triliun, tahun 2017 sebesar Rp60 Triliun, tahun 2018 sebesar Rp60 Triliun, tahun 2019 sebesar Rp71 Triliun, dan tahun 2021 sebesar Rp72 Triliun.
“Karena tugas desa semakin banyak. Termasuk tugas yang berkali-kali disampaikan Pak Presiden bahwa tahun 2024 Indonesia harus terbebas dari kemiskinan kronis,” ujarnya.
Laporan : Suryadi
Sumber : Novri/Kemendes PDTT
Tags: jakarta
-
Gus Halim: Status Perangkat Desa Harus Diperjelas Agar Sejahtera
-
Kapolda Papua Barat Buka Prolat Polri Tahun 2022 di SPN Polda Papua Barat
-
Kodim 1710/Mimika Gelar Coffe Morning bersama Awak Media Se-Kabupaten Mimika
-
Bukti Keberhasilan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Berbasis Komoditas Unggulan, 459 Ton Durian Parigi Moutong senilai Rp 42,5 Miliar Tembus Pasar Internasional
-
Transmigrasi Di Maluku Utara, Wamen Viva Yoga: Menjadikan Pulau-Pulau Kecil Sebagai Kawasan Produktif
-
Polsek Jonggol Bersama Team Inafis Dan Instansi Terkait Cek Dan Evakuasi Lokasi TKP Penemuan Orang Meninggal Dunia Pasutri
-
Resmi Dimulai Gelar Operasi Zebra Lodaya 2024 Polres Bogor Jajaran Laksanakan Apel Gelar Pasukan
-
Rasakan Harga Sawit Mahal, Masyarakat Petani Kumpulkan Uang Receh Bantu Cetak Baliho Sapuan-Wasri
-
Serahterimakan Pengelolaan Empat Politeknik Negeri Jatim, Wamen PUPR John Wempi Wetipo : Pembangunan Infrastruktur Harus Sejalan Dengan Pembangunan SDM
-
Wapres Apresiasi Pendidikan Vokasi di Institut Pertambangan Nemangkawi Milik PT. Freeport Indonesia

