REAKSIMEDIA.COM | Palu – Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan dan transformasi kawasan transmigrasi berbasis potensi unggulan daerah, salah satunya melalui komoditas durian dari Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang kini berhasil menembus pasar internasional.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memimpin langsung pelepasan ekspor berbagai jenis durian yang berasal dari 11 kawasan transmigrasi yang ada di Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah ke Tiongkok. Keberhasilan ekspor durian ini merupakan hasil dari penguatan ekosistem ekonomi berbasis kawasan, yang menjadi arah baru kebijakan transmigrasi sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Transmigrasi hari ini bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi menciptakan ekosistem ekonomi berbasis kawasan yang mampu menghasilkan komoditas unggulan berdaya saing global,” kata Menteri Iftitah saat kunjungan kerja di Sulawesi Tengah, Kamis (16/4).
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Transmigrasi meninjau proses pengemasan durian yang akan dipasarkan ke luar negeri. Beliau menekankan pentingnya hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah, sekaligus mendorong optimalisasi ekspor durian dalam bentuk segar yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi di pasar internasional.
“Permintaan durian di pasar global, khususnya Tiongkok, sangat besar. Nilai durian segar bahkan bisa hampir dua kali lipat dibandingkan produk beku. Ini menjadi peluang besar yang harus kita manfaatkan,” jelas Menteri Iftitah.

Selain durian, potensi komoditas lain seperti kelapa juga dinilai memiliki prospek ekspor yang menjanjikan. Kementerian Transmigrasi akan terus mendorong pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat produksi komoditas unggulan yang terintegrasi dengan pasar global.
“Saya juga baru bertemu dengan Duta Besar Tiongkok, pangsa pasar di sana sangat besar, Indonesia memiliki lahan dan tenaga kerja, sementara Tiongkok memiliki pasar yang besar, termasuk untuk komoditas durian dan kelapa. Permintaan kelapa mencapai sekitar 4 miliar butir atau senilai sekitar Rp110 triliun, sementara kapasitas produksi mereka baru sekitar 1 miliar butir,” tegas Mentrans.
Sebagian besar wilayah Parigi Moutong sendiri merupakan kawasan transmigrasi dan eks-transmigrasi yang telah berkembang menjadi sentra produksi hortikultura. Ke depan, kawasan ini direncanakan menjadi bagian dari koridor ekonomi hortikultura di Sulawesi Tengah yang mencakup wilayah Poso, Sigi, hingga Parigi Moutong.
Kementerian Transmigrasi juga membuka peluang kolaborasi dengan investor dan mitra internasional guna memperkuat rantai pasok, infrastruktur, serta akses pasar bagi komoditas unggulan daerah.
Keberhasilan ekspor durian Parigi Moutong ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi transmigrasi mampu menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan dan berdaya saing global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi. (RDP)
Sumber : Kementerian Transmigrasi
Tags: palu
-
Pastikan HET Migor Stabil, Babinsa Koramil Tipe B 0808/01 Sukorejo Blusukan ke Toko-Toko di Wilayah Binaannya
-
Danlanud Sultan Hasanuddin Saksikan Fire Power Demo Angkasa Yudha TNI AU tahun 2024
-
Disalurkan, Puluhan Ribu Bibit Cabai dan Bawang Merah
-
Perkuat Sinergitas di Moment Hari Bhayangkara ke 78, Koramil 428-01/Kota Mukomuko Berikan “Suprise” Kepada Polsek Kota Mukomuko
-
Saat Patroli Skala Besar Polda Jambi Sebarkan 400 Paket Sembako
-
Mengerucut, Tiga Pasang Bacakada Pinrang Siap Daftar di KPU
-
Kabid Humas Polda Jabar: Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Karung di Sukamakmur Diungkap Polisi
-
Rangka TMMD, Satgas TMMD ke 113 Kodim 0428/MM Beri Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Warga
-
HUT Lantas ke-67, Kapolri Resmikan Program Prioritas ETLE Nasional di 34 Polda
-
Dukung Ketahanan Pangan, Polres Bogor dan Polsek Jasinga Panen Jagung di Lahan SSDM Polri


