REAKSIMEDIA.COM | Bandung – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menargetkan peserta Talent & Innovation Hub (TIH) tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan ide atau memberikan solusi, tetapi mampu membangun dan menjalankan perusahaan yang menciptakan lapangan kerja.
Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan arahan kepada peserta TIH pada kegiatan “Make Your Mark: Show Your Idea, Own Your Impact” di Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat, Lembang, Bandung Barat, Jumat (4/9/2026).
“Buktikan bahwa ide yang baik dapat menjadi solusi. Buktikan bahwa kreativitas dapat menghasilkan peluang,” katanya.
Menurut Yassierli, TIH harus menjadi ruang pembelajaran bagi talenta muda untuk menemukan peluang, mengembangkan gagasan, menguji kelayakan, hingga mewujudkannya menjadi karya yang memiliki nilai dan dampak nyata. Karena itu, peserta tidak perlu terikat secara kaku pada ide awal apabila setelah diuji ternyata belum layak.
“Ide awal itu bukan harga mati. Anda enggak usah mati-matian memperjuangkan kalau memang tidak layak. Challenge idenya, improve, monetize,” tegasnya.
Ia mengatakan, pengembangan inovasi dapat dilakukan dengan memperluas ekosistem, menarik solusi ke hulu maupun hilir, memperbesar cakupan, atau menerapkan gagasan pada objek yang berbeda. Menurutnya, yang terpenting adalah kemampuan melihat peluang dan menghasilkan solusi yang memiliki nilai ekonomi.
Kepada peserta TIH, Yassierli juga mengingatkan bahwa peluang usaha perlu dipertemukan dengan passion dan kompetensi. Ia membagikan pengalaman ketika mencoba sejumlah usaha, mulai dari rumah makan, kafe, hingga beternak domba. Menurutnya, bisnis yang paling berhasil baginya adalah konsultasi karena sesuai dengan passion dan skill yang dimiliki.
“Kesuksesan itu ketika opportunity atau peluang itu ada, passion Anda punya, dan Anda memang punya skill,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta peserta memetakan minat dan kompetensi masing-masing agar pengembangan gagasan dapat diarahkan secara lebih spesifik. Ia berharap proses tersebut pada akhirnya tidak hanya menghasilkan konsultan atau pemecah masalah, tetapi talenta yang mampu mengambil peluang dan menjalankan perusahaan sendiri.
Kegiatan TIH ini diikuti 58 peserta dari BPKK Bekasi dan BBPKK Bandung Barat. Peserta tersebut telah mengikuti rangkaian program TIH mulai dari Initiation & Formation, Project Management, Pitching Product Use Case, Customer Validation, hingga Field Work.
Tags: bandung
-
Jawara di Lomba Desa Tingkat Kecamatan Air Manjunto Tahun 2025, Ini Pesan Camat Kepada Desa Sinar Jaya
-
Bakamla RI Cari Satu Korban Kapal Tenggelam di Perairan Kepulauan Kei
-
Wamen Viva Yoga Hadiri Rakor Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Papua Selatan
-
Mendagri Tekankan Kekompakan Forkopimda Jadi Kunci Keberhasilan PPKM Darurat
-
Tour of Kemala 2023 di Banyuwangi Membawa Berkah, Tingkat Hunian Hotel dan Homestay Terisi Penuh
-
Teruskan Hubungan Baik, Kepala Bakamla RI Courtesy Call dengan JICA
-
Upacara Kesadaran Nasional Poda Kepri
-
Seru… Antusias Forkompimda dan Jajaran OPD serta Organisasi Media Ikuti Lomba Mancing Rangka HUT ke 20 Kabupaten Mukomuko
-
Kapolsek Cepiring Imbau Peternak Waspadai PMK
-
Lokakarya Kebudayaan Akan Digelar MUI Jakarta Bidang Seni Budaya Juli Mendatang


