REAKSIMEDIA.COM | Bandung – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bekerja sama dengan Drug Enforcement Administration (DEA) menyelenggarakan Narcotics Investigations Workshop bagi aparat penegak hukum narkotika khususnya di wilayah Bandung – Jawa Barat, yang akan berlangsung selama tiga hari, 11 s.d. 13 Januari 2022, di Hilton Bandung, Jawa Barat.
Pelatihan investigasi kejahatan narkotika yang diikuti oleh BNN Provinsi, Polda, dan Kejaksaan ini merupakan bentuk asistensi dalam mengembangkan penyelidikan narkotika yang diberikan DEA kepada BNN RI sebagai mitra kerja dalam penanganan permasalahan narkotika.
Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Drs. Puji Sarwono, dalam sambutannya ketika membuka pelatihan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada U.S. Department of Justice – DEA Jakarta Country Office atas dukungan dan kesempatan yang telah diberikan khususnya kepada aparat penegak hukum di jajaran BNN Provinsi Jawa Barat melalui pelatihan yang sangat bermanfaat ini.
“Upaya pemberantasan perlu didukung dengan kemampuan personel, baik penyidik yang bertugas di lapangan maupun analis yang bertugas memonitor target yang dapat diperoleh melalui pelatihan investigasi kejahatan narkotika seperti ini”, ujar Drs. Puji Sarwono.
Lebih lanjut, Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI mengatakan bahwa situasi pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia sejak awal tahun 2020 nyatanya tidak menyurutkan kejahatan narkotika. Sebaliknya, penyelundupan dan peredaran ilegal narkotika terus merajalela dengan modus operandi yang semakin berkembang.
Sebagai trans national organized crime, penanganan narkotika membutuhkan peningkatakan kerja sama yang kuat baik di tingkat nasional, regional, dan internasional sehingga penyelundupan dan peredaran gelap narkotika dapat diatasi secara efektif dan menyeluruh.
Dalam kerja sama yang dilakukan melalui pelatihan investigasi kejahatan narkotika ini, para peserta akan memperdalam ilmu investigasi yang saat ini berkaitan erat dengan kemajuan teknologi.
Pengedar maupun bandar kerap memanfaatkan kemajuan teknologi dalam bertransaksi narkotika, sehingga pertukaran informasi terkait teknik investigasi melalui teknologi akan sangat bermanfaat bagi kepentingan penyelidikan dan penindakan kejahatan narkotika.
Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI berharap, pada kesempatan ini DEA juga memperkenalkan peralatan-peralatan investigasi yang memadai untuk melumpuhkan aktivitas jaringan sindikat narkotika dalam peredaran gelap narkotika.
“Pengedar atau bandar sering menyalahgunakan teknologi, khususnya bandar tidak hanya berasal dari Indonesia, mereka dari luar negeri, Saya berharap mereka (DEA) akan mengenalkan peralatan-peralatan yang memadai untuk mengimbangi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh bandar”, imbuh Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI.
Selain itu, BNN RI berharap dengan kegiatan ini sinergitas antar aparat penegak hukum narkotika di Indonesia akan semakin meningkat guna mewujudkan tujuan bersama, Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).
Laporan : Suryadi
Sumber : Humas BNN
Tags: bandung
-
Pasukan Yonko 466 Kopasgat Bantu Evakuasi Warga Makassar Terdampak Banjir
-
Canangkan Zona Integritas, Kapolres Pemalang: Mudah-mudahan Terwujud WBK Tahun ini
-
Sampah Berserakan di Jalan Masuk TPA Areal HGU PTPN III Rantauprapat Menimbulkan Bau Busuk Yang Sangat Menyengat
-
Panglima TNI Hadiri Peresmian Immunotherapy Nusantara dan Grand Opening DSA di RSPPN Soedirman
-
Satgas TMMD Ke-124 Kodim 1501/Ternate Berikan Bantuan Mesin Rumput Kepada Warga
-
Sinergi Tanpa Batas! Rayakan HUT Bhayangkara ke-80, Polres Halut Rajut Kebersamaan Lewat Olahraga Bertabur Hadiah
-
Desa Pajar Bulan Kecamatan Semende Darat Ulu muara Enim Menggelar Vaksinasi Tahap 1 dan 2
-
Keluarga Korban Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Kecewa Berat Kinerja Polres Kota Padangsidimpuan Sumut
-
Ciptakan Situasi Wilayah yang Aman dan Kondusif, Kodim 0808/Blitar Gelar Patroli Bersama
-
Karang Taruna Desa Singa Kabupaten Karo Menanamkan Kepedulian dalam Gotong Royong




