REAKSIMEDIA COM | Mukomuko – Harapan masyarakat untuk memiliki Jembatan Gantung Desa Resno, Kecamatan V Koto, Kabupaten Mukomuko kini semakin nyata. Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu turun langsung melakukan survei lapangan atas usulan pembangunan jembatan gantung tersebut, yang sudah lama diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Mukomuko.
Survei ini merupakan tindak lanjut dari usulan yang telah disampaikan Bupati Mukomuko kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU).
Perwakilan BPJN Bengkulu, Yuda menjelaskan, kedatangan tim ke lapangan bertujuan untuk melakukan telaah dan penelitian awal sebelum usulan diproses lebih lanjut.
“Untuk pembangunan jembatan gantung Desa Resno ini, usulannya sudah disampaikan oleh Pak Bupati kepada Pak Menteri PU. Kami dari BPJN Bengkulu disini menindaklanjuti usulan tersebut,” ujar Yuda.
“Karena usulan itu harus dilakukan telaah dulu, penelitian. Melihat kesesuaian lokasi, apakah sesuai atau tidak. Kedua, akses ke lokasi seperti apa, bisa dilalui atau tidak. Jangan sampai kita hanya di balik meja saja melakukan usulan, ternyata tidak bisa diakses, kemudian lahan juga harus siap, kemudian manfaatnya juga untuk apa. Makanya kita juga melihat kegunaannya ini untuk apa,” tambahnya.
Yuda menegaskan, pembangunan ini direncanakan akan dilaksanakan pada tahun berikutnya. Namun saat ini masih dalam tahap usulan dan harus memenuhi _readiness criteria_, mulai dari desain, gambar, RAB, hingga seluruh dokumen administrasi.
“Rencananya pembangunan ini akan dilaksanakan pada tahun berikutnya. Ini kan masih usulan, masih kita telaah dulu. Nanti ada readiness criteria yang harus disiapkan. Desainnya, gambarnya, RAB-nya, kemudian juga semua dokumen administrasinya,” jelasnya.
“Dengan adanya kita turun ke lapangan ini kan untuk memastikan usulan itu ditindaklanjuti. Lebih baik ada harapan. Tapi kalau usulnya tidak ada survei lapangan, tidak lanjut berarti sudah gagal. Minimal ini 50-50 ada kemungkinan,” tegas Yuda.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Mukomuko, Budiarto ST, menyambut baik respon cepat dari Kementerian PU tersebut.
” Hari ini ada survei atas usulan jembatan gantung Resno dari Balai Pelaksana Jalan Nasional. Memang usulan pembangunan jembatan Resno ini sudah lama, dan Alhamdulillah direspon dari Kementerian PU, dilakukan survei pada hari ini,” kata Budi.
“Kita berharap survei ini akan terealisasi, walaupun meskipun masih ada beberapa syarat-syarat yang harus kita penuhi. Kita upayakan semaksimal mungkin,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari legislatif. Anggota DPRD Mukomuko, Armansyah, ST, menegaskan pihaknya akan mengawal penuh pembangunan ini hingga tuntas, karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat.
“Dengan adanya pembangunan jembatan gantung ini, masyarakat sangat terbantu. Aksesnya jadi lebih cepat, lebih dekat, dan biayanya lebih murah, lebih ekonomis,” ujar Armansyah.
“Tentu dari Wakil Rakyat sendiri, kita akan mengawal. Kalaupun ada dana pendukung, misalnya untuk jalan, untuk rabat betonnya, kita usahakan dari APBD. APBD untuk menguatkan pembangunan ini, untuk men-support jalannya,” tegasnya.
Hal senada turut disampaikan anggota DPRD Mukomuko Sutan Asril yang turut hadir pada kegiatan tersebut agar pembangunan jembatan gantung Desa Resno dapat terealisasi di tahun depan.
“Kami bersama pak Armansyah dan teman teman dewan asal Kecamatan V Koto akan terus mengawal hingga nantinya jembatan ini dapat segera terwujud, kepada masyarakat Desa Resno dan sekitarnya mohon bersabar, mohon doa dan dukungannya agar perjuangan kita bersama dalam mewujudkan Jembatan Gantung ini dapat terselesaikan di tahun depan,” ungkapnya.
Camat V Koto, Andi Hendra, SSTP, mengapresiasi langkah semua pihak dalam mempercepat pembangunan jembatan tersebut.
“Kami dari Pemerintah Kecamatan V Koto sangat mengapresiasi langkah semua pihak. Baik dari BPJN Bengkulu, Pemkab Mukomuko melalui Dinas PUPR, DPRD Mukomuko, dan juga masyarakat Desa Resno,” ujar Andi Hendra.
“Ini adalah bentuk sinergi yang luar biasa. Kita berharap dengan kebersamaan ini, pembangunan jembatan penghubung ini dapat segera dipercepat dan terealisasi untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Desa Resno, Mardalius menyampaikan harapan besar agar rencana ini tidak berhenti di tengah jalan.
“Hari ini menjadi momentum untuk semangat semua pihak, baik dari pemerintah daerah maupun wakil rakyat,” ujar Mardalius.
“Harapan kami sebagai masyarakat, agar rencana pembangunan jembatan penghubung ini tidak putus seperti meteran yang sudah 2 kali putus. Jangan sampai putus lagi. Kami berharap pembangunan ini benar-benar terealisasi,” tegasnya.
Dengan sinergi antara BPJN Bengkulu, Dinas PUPR Mukomuko, DPRD Mukomuko, Pemerintah Kecamatan V Koto, dan masyarakat Desa Resno, kini harapan besar agar jembatan gantung yang telah lama diimpikan segera terealisasi dan dapat memperlancar akses serta perekonomian warga.
Laporan: Rahmadsyah Sipahutar
Tags: mukomuko bengkulu
-
Raden Adipati Surya Hadiri Rapat Penanganan Covid-19
-
Ketum Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Memberikan Sambutan perpisahan
-
Bibit Atlet Arung Jeram Berprestasi Binaan GEMAWANA INDONESIA, Tidak Ada Dukungan Dari Pemerintah Setempat
-
Jadi Pembina Apel Akbar KAPTI-AGRARIA, Wamen ATR/Waka BPN: Alumni KAPTI Telah Berkontribusi terhadap Bangsa dan Negara
-
KEJATI Sumsel Kembali Lakukan Penggeledahan
-
Peduli Pendidikan, Polres Bangkalan Beri Bantuan Alat Tulis Untuk Pelajar SDN 1 Lerpak
-
Operasi Zebra 2022, Satlantas Polres Demak Minta Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas
-
Tim Tenis Lapangan Ganda Putri Perorangan Kemendagri Raih Juara 1 pada Seman Widjojo Cup XIX
-
Kabareskrim Polri Silaturahmi ke Kampung Samin di Wilayah Desa Sambongrejo
-
Cacat Prosedur, Kapolsek Rappocini Dilaporkan APMP dan LKBH Makassar ke Propam Polda Sulsel




