REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, penanganan Covid-19 membutuhkan keserentakan antara pemerintah pusat dan daerah. Berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan daerah harus berlangsung secara paralel. Demikian disampaikan Mendagri saat mengikuti Rapat Kerja Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Senin (20/9/2021).
Mendagri menuturkan, penanganan pandemi Covid-19, baik pada bagian hulu maupun hilir tak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat. Di lain sisi, pandemi ini menguji sistem politik desentralisasi yang diterapkan di Indonesia. “Nah ini pengalaman baru bagi kita, perlu keserentakan pusat dan daerah menghadapi krisis nasional ini, dan ini menjadi tantangan bagi sistem desentralisasi kita yang dipilih oleh rakyat,” ujar Mendagri.
Karena itu, lanjut Mendagri, tantangan terbesar dari penanganan pandemi ini, yaitu membuat kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi paralel. Pasalnya, bila ada daerah yang gagal melakukan penanganan, maka akan berdampak kepada daerah lainnya. Terlebih, Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar keempat dan menerapkan sistem demokrasi. Dengan kondisi itu, membatasi mobilitas masyarakat secara ketat menjadi sulit.
Untuk membangun penanganan di daerah pada awal pandemi merebak, Mendagri meminta kepala daerah agar menjadi Kepala Satgas Penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing. Permintaan itu Mendagri sampaikan, setelah Presiden membentuk Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat pusat. Kepala daerah dipilih, karena mereka dinilai memiliki sumber daya paling besar di antara jajaran lainnya di daerah. Apalagi, kepala daerah juga berperan sebagai Ketua Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Saya langsung saat itu mengeluarkan Surat Edaran, karena ini sangat komprehensif dan menjadi pengalaman baru bagi seluruh kepala daerah. Saya mengeluarkan surat edaran Kasatgas (Kepala Satuan Tugas) daerahnya harus kepala daerah,” terang Mendagri.
Tak hanya antara pemerintah pusat dengan daerah, membangun kebijakan secara paralel juga dilakukan pemerintah di tingkat pusat, yakni antara kementerian dan lembaga. Untuk membangun itu, kata Mendagri, Presiden setiap minggunya selalu memimpin rapat terkait perkembangan penanganan pandemi Covid-19. “Dalam situasi tertentu, bisa dua, tiga, (bahkan) empat kali seminggu dipimpin langsung oleh Bapak Presiden,” ujar Mendagri.

Selain itu, pada awal pandemi merebak, Kemendagri juga membentuk tim untuk mempelajari Covid-19, sehingga memahami bagaimana manajemen penanganannya. Hasilnya, Kemendagri telah menerbitkan tiga buku yang dihimpun dari berbagai sumber. Buku tersebut dijadikan sebagai literatur penanganan Covid-19, dan dibagikan kepada pemerintah daerah agar dapat dipelajari.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: jakarta
-
Polres Bogor Gelar Deklarasi Damai Pilkada Bersama Senkom Sebagai Awal Pengamanan Pilkada 2024 Mendatang
-
Gus Halim: Transmigrasi Tingkatkan Ekonomi dan Pengembangan Kawasan
-
OTT Dugaan TPK Pemkot Bekasi ‘KPK Tangkap 14 Orang Termasuk Walikota’
-
Tingkatkan Ketahanan Pangan Disaat Pandemi, Baur Pam Ops Manfaatkan Lahan Tidur Sekitar kantor Denzibang 1/Stg
-
Diduga Korupsi Dana Desa, Asaeli Halawa Kepala Desa Amorosa Kecamatan Ulunoyo Kabupaten Nias Selatan dilaporkan oleh Warganya
-
Kapolres Pinrang Pimpin Ziarah Nasional Di TMP Palia Pinrang Peringati Hari Pahlawan Kabupaten Pinrang
-
Ismail Fahmi, Klaim Tanah Kehutanan Sumut Adalah Miliknya Kini Terancam Dipolisikan
-
Bhayangkari Cabang Pinrang Berduka, Kapolres Pinrang bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pinrang Ny.Renzy Santiaji langsung Melayat
-
Andi Calo Kerrang Sekda Pinrang, Hadiri Undangan Special Universitas Hasanuddin (UNHAS)
-
Ditreskrimsus Polda Sulsel Pantau Peredaran Obat Sirup di Rumah Sakit dan Apotik di Makassar


