REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Semangat pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil adalah memberikan pelayanan yang merata dan membahagiakan masyarakat di seluruh daerah. Tidak terkecuali daerah yang termasuk dalam 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Untuk itulah, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan bimbingan khusus secara virtual kepada 15 kabupaten yang masuk dalam kategori daerah 3T, Selasa (28/6/2022). Langkah ini demi mempersiapkan dukungan program jemput bola dari Ditjen Dukcapil.
Bimbingan ini dipimpin langsung oleh Direktur Pendaftaran Penduduk David Yama dan didampingi oleh Ahmad Ridwan selaku Perencana Ahli Madya. Bimbingan ini dihadiri oleh para Kepala Dinas Dukcapil dan perwakilan dari 15 kabupaten.
Adapun 15 kabupaten tersebut di antaranya Kabupaten Nias Utara, Nias Selatan, Sorong, Manokwari Selatan, Musi Rawas Utara, Pesisir Barat, Maluku Tenggara, Maybrat, Kepulauan Sula, Nabire, Kupang, Seram Bagian Timur, Jayawijaya, Teluk Wondama, dan Puncak Jaya.
“Pertama, perlu diketahui bahwa 15 daerah yang masuk 3T ini baik dari nama daerah dan perolehan kinerja perekaman KTP-el maupun KIA datanya sudah masuk radar, monitoring, dan evaluasi Kantor Staf Presiden,” ungkap Yama.
Merujuk hal itu, Yama menekankan harus adanya kerja sama antara pusat dan daerah untuk memastikan proses kinerja pada daerah tersebut berjalan.
“Salah satu programnya adalah program jemput bola yang dilakukan oleh Ditjen Dukcapil, Disdukcapil Provinsi, dan Disdukcapil Kabupaten,” jelas Yama.
Dalam arahannya, Yama juga menyampaikan kiat meningkatkan cakupan kepemilikan KIA.
“Tolong lakukan cetak KIA secara masif untuk usia 0-5 tahun kurang satu hari tanpa ada permohonan penduduk dan dapat juga dilihat dari basis data dapodik Dinas Pendidikan. Nanti distribusi mudah, bisa melalui kecamatan, kelurahan/desa, RT/RW dan atau melalui sekolah,” urai Yama.
Selain itu, dirinya juga membahas perolehan target perekaman KTP-el yang masih rendah. Yama mencontohkan salah satu penyebab rendahnya capaian tersebut akibat data pembanding yang digunakan.
“Data pembandingnya tolong diperhatikan. Ada yang data pembandingnya anomali, NIK ganda dan orangnya sudah pindah maupun meninggal. Silakan dibahas dengan Direktorat PIAK Ditjen Dukcapil,” jelas Yama.
Adapun Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam beragam kesempatan berharap, setiap daerah dapat memaksimalkan seluruh potensi yang ada demi memudahkan pencapaian target pelayanan administrasi kependudukan (adminduk).
Sebagai tambahan informasi, bimbingan khusus ini juga selaras dengan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, agar seluruh pelayanan adminduk dapat terlaksana dengan baik di seluruh penjuru negeri tanpa terkecuali.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: jakarta
-
DPC Partai Demokrat Kabupaten Serdang Bedagai Gelar Rapat Koordinasi
-
Mendes Yandri Minta Unit Kerja di Kemendes PDT Suksekan Kopdes Merah Putih
-
Mendagri Lantik Muhammad Musa’ad Sebagai Pj. Gubernur Papua Barat Daya
-
Danrem 042/Gapu : Strategi Jitu Hindari Covid-19, Gunakan Masker Kurangi Mobilitas dan Hindari Kerumunan
-
Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku, Babinsa Koramil Doko Cek Hewan Ternak Milik Warga Binaannya
-
Jelang HUT TNI Ke-80, Koramil 1715-02/Kiwirok Kodim 1715/Yahukimo Bersama Masyarakat 12 Desa di Distrik Kiwirok Melaksanakan Penanaman Pohon Kopi
-
Mencari Solusi Permanen Penanganan Karhutla di Provinsi Jambi, Korem 042/Gapu Gelar FGD
-
Puluhan Prajurit Dan Warga “Saling Tebas” Di Lapangan Ulakan
-
Cegah Tindakan Ilegal, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Lakukan Patroli Rutin Bersama Instansi CIQS Di Perbatasan
-
Tetap Semangat Meski Terik Matahari Menyengat, Satgas TMMD-125 Kodim 0428/MM Sasar Titik Lubang Jalan Wonosalam Tembus 950 Meter

