REAKSIMEDIA.COM | Kalimantan Timur – Perlu adanya peningkatan interkoneksi (Superhub istilahnya) atau hubungan yang sangat erat antara Otorita IKN dengan pemerintah Daerah Provinsi Kaltim demi cita-cita IKN yang cerah. Dengan demikian, dampak peningkatan ekonomi akibat pembangunan IKN dapat juga dinikmati oleh seluruh kota/kabupaten yang ada di Kalimantan Timur.
Demikian disampaikan Dosen Administrasi Publik Fisip Universitas Mulawarman, Dr. Dr. Enos Paselle, S. Sos., M.AP beberapa waktu lalu, di kampus Unmul, Samarinda.
“Badan Otorita harus melakukan sinergi dengan pemerintah provinsi dan kota-kota penyangga seperti balikpapan, kukar, samarinda dan PPU. Sinergi ini dalam bentuk apa? Otorita memang memiliki kewenangan dan budget sendiri akan tetapi jangan sampai mengabaikan pembangunan daerah sekitar, misal infrastruktur. Infrastruktur di Kalimantan Timur jalan transnasional, bandara internasional, pelabuhan internasional dan lain-lain harus dibenahi, terutama di empat kota ini sebagai support/penyangga utama,” ungkapnya.
Menurut dia, sinergi ini bisa terbangun dengan melakukan pengawalan terhadap arah kebijakan dan penyesuaian prioritas antara pemerintah OIKN dan pemerintah provinsi/kota/kab, jangan sampai OIKN berjalan sendiri dan pemerintah provinsi/kota/kab jalan sendiri semuanya harus terkoordinasi dengan baik.
“Mega Proyek IKN ini tidak sederhana sehingga jika sampai tidak ada interkoneksi/superhub, mulai dari aspek ekonomi dan infrastruktur itu, maka potensi pemerintah provinsi/daerah tidak berkontribusi dengan IKN akan sangat besar, sehingga komunikasi dua arah dan koordinasi antara pemerintah provinsi, OIKN, dan kementrian menjadi sangat penting. Terkait isu energi. Ketersediaan sumber listrik baik di IKN maupun daerah kota/kabupaten sekitar harus sama-sama terpenuhi, jangan sampai hanya kebutuhan IKN saja yang terpenuhi tapi daerah di luar di abaikan, termasuk juga kebutuhan air bersih/sanitasi dan juga pangan,” tutur Enos.
Lanjutnya, terkait isu perlindungan masyarakat lokal dan kesetaraan hak dalam berkompetensi di IKN. Beliau menanggapi bahwa dari pemerintah IKN sendiri sudah memberikan dalam tanda kutip “Perlakuan Khusus” kepada SDM lokal, salah satunya melalui pelatihan-pelatihan tenaga terampil/ahli, sehingga mampu berkompetisi dengan masyarakat di luar daerah.
“Harapan saya pembangunan forest city ini betul-betul terkoordinasi dengan baik, terarah dengan baik sesuai dengan amanat konstitusi, amanat undang-undang, karena arah kebijakannya sudah jelas, tinggal bagaimana pelaksanaannya agar bisa sinkron dengan yang di amanatkan ini, sehingga harapan-harapan pemerataan ekonomi untuk nusantara dan masyarakat indonesia secara umum dan terutama tidak mengabaikan kehidupan masyarakat kalimantan timur. Sehingga nantinya kota yang masih dalam tanda kutip “mimpi”, seperti menjadi pusat peradaban yang konsepnya SDG atau lingkungan yang berkelanjutan, ekonomi yang merata, tidak mengabaikan SDM lokal, tidak mengabaikan local wisdom, termasuk di dalamnya transisi energi, peningkatan SDM dan pemanfaatan ekowisata bisa menjadi kenyataaan,” tutupnya mengakhiri.
Laporan : Ence/Reynaldy
Tags: Kalimantan timur
-
Meriahkan HUT TNI ke 79, Kodim 0428/Mukomuko Gelar Trabas dan Tanjakan Berhadiah
-
Kasad Hadiri Peresmian Smart Campus Sekolah Tinggi Intelijen Negara
-
Euforia Sudah Selesai, Saatnya Fokus Ajang Selanjutnya
-
Raslinna Rasidin Rayakan Kemerdekaan HUT RI Ke-78, Kebeberapa Titik Wilayah Yang Ada di Tangerang Selatan
-
Polres Tanggamus Gelar Pisah Sambut Kapolres
-
Danrem 071/Wijayakusuma Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama Forkopimda Banyumas
-
Disanksi Peringatan Keras Dari DKPP Karena Terbukti Loloskan Calon Yang Tidak Memenuhi Syarat , Yaung; KPU Harus Minta Maaf Kepada Rakyat Papua
-
Razia Polrestabes Medan : SEKDA Nias Utara Ikut Terjaring “Pesta Estase Di Bosque Medan
-
Kemendagri Dorong Pemerintah Desa Miliki Data Presisi
-
Papua Jadi Prioritas Pembangunan, Presiden: Masyarakat Papua Harus Kawal




