REAKSIMEDIA.COM | Kalimantan Timur – Dalam membangun generasi smart ASN itu tidak memandang ada atau tidak adanya pemindahan IKN (Ibu Kota Negara) karena itu sudah merupakan tuntutan bagi seorang ASN yang sudah mampu beradaptasi dengan berbagai macam situasi yang bergerak dinamis.
Demikian disampaikan Koordinator Prodi Ilmu Pemerintahan Fisip Unmul, Dr. Iman Surya, di Samarinda, beberapa hari lalu.
“Birokrasi kita saat ini sedang menghadapi yang namanya VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang membuat suatu keadaan menjadi tidak pasti. Untuk itu, dalam berbagai skala, ruang lingkup, dan kompleksitasnya, kegiatan transformasi pada birokrasi pemerintahan harus dilakukan,” ungkapnya.
Dia menambahkan VUCA memberikan gambaran mengenai keadaan yang sulit diprediksi sehingga ASN sebagai aparatur pemerintah dituntut untuk melakukan pendekatan atau pelayanan kepada publik secara maksimal. Sistem birokrasi pemerintah di era perkembangan industri 4.0 menantang para ASN untuk memiliki pengetahuan, keterampilan, motif, watak/Karakter, konsep diri.
“Reformasi birokrasi yang sudah digalakkan tentunya menuntut instansi atau lembaga organisasi melakukan inovasi atau perubahan. Demikian juga halnya dengan seluruh ASN agar turut merubah mindset dan budayanya. Seorang ASN jika ditanya tentang apa dan bagaimana ia mengerjakan tugasnya, tentunya mengacu pada aturan main, yakni prosedur. Sebagai seorang ASN dengan metode ‘smart’ di atas diharapkan dapat menghasilkan sebuah inovasi bagi birokrasi pemerintah. Prosedur yang sudah digaungkan pemerintah harus diikuti pola-polanya secara utuh dan terstruktur melalui SOP (Standard Operating Procedure),” jelasnya.
Dia melanjutkan, semua ASN dikatakan ‘smart’ apabila menyesuaikan keadaan organisasi dan ritme kerja sebagai sebuah pendekatan dalam pelayanan kepada publik/masyarakat sehingga ketika melakukan suatu pelayanan, yang ada dalam benak mereka adalah bagaimana masyarakat bisa terlayani secara optimal.
“Kalau melihat kondisi ASN kita saat ini, mereka sedang melakukan berbagai macam perbaikan-perbaikan. Lemahnya pelayanan publik kepada masyarakat bisa berimbas kepada investor. Tentunya hal ini juga mengharuskan berbagai macam percepatan-percepatan bagaimana menjalankan reformasi dan birokrasi kebijakan lokal. Kerangka besar ASN sebagai sebuah prosedur sudah kita pegang. Reformasi bertujuan menciptakan sebuah inovasi, seperti dilihat dari pelayanan kita saat ini sudah beralih ke pelayanan digital,” tutupnya mengakhiri.
Laporan : Ence/Cindy
Tags: Kalimantan timur
-
Haji Uma Utus Staf Penghubung untuk Silaturrahmi dan Serahkan Bantuan Paska Kebakaran di Dayah Serambi Mekkah Al Waliyyah
-
Hadiri Pengajian BKMT, Bupati Dolly Ajak Masyarakat Untuk Kompak Dalam Memajukan Pembangunan di Tapanuli Selatan
-
Pemasangan Tiang Wifi Semakin Berani, Tampa Adanya Koordinasi Dengan Pemangku Wilayah Setempat
-
Gus Halim Optimistis SMK Sultan Agung Jombang Makin Berkembang
-
Sebanyak 306 Pejabat Struktural Sulsel Dilantik Jadi Pejabat Fungsional, Kemendagri Berikan Apresiasi
-
Hadiri Festival Joglosemar, Gus Menteri Beli Jam Tangan Kayu
-
Panglima TNI Membuka Secara Resmi Aksi Bersih Pantai, Wujud Nyata TNI Peduli Lingkungan
-
Wamendagri Apresiasi Rencana Pembangunan Se-Sumatera yang Sinkron dengan RKP Tahun 2023
-
Seleksi Paskibraka Kota Sukabumi 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Tekankan Disiplin dan Nasionalisme
-
Hadapi Arus balik, Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako Sidak Pos Pelayanan

