REAKSIMEDIA.COM | Palu – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian meminta agar TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dapat membangun koordinasi dan konsolidasi dengan stakeholder terkait untuk mendukung Gerakan PKK Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana. Upaya ini penting dilakukan agar manfaat gerakan tersebut dapat dirasakan langsung oleh seluruh keluarga di Sulteng.
Hal itu disampaikan Tri saat membuka acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) IV TP PKK, Kelompok PKK, dan Para Kader PKK dalam rangka Gerakan PKK Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana di Sulteng, Selasa (2/11/2021).
“Melalui pelatihan ini, saya mengimbau kepada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah, serta stakeholder terkait, agar dapat berkoordinasi dan konsolidasi,” ujar Tri Tito.

Tri menuturkan, gerakan ini untuk menyelesaikan permasalahan yang masih dihadapi bangsa seperti persoalan kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat. Misalnya, salah satu permasalahan yang menjadi fokus pemerintah di bidang kesehatan, yakni masih tingginya angka stunting di Indonesia.
Di lain sisi, Tri menjelaskan, melalui pelatihan ini diharapkan dapat terbangun kemampuan para kader PKK dalam mengidentifikasi permasalahan dan potensi yang ada di wilayahnya masing-masing. Tri mengatakan, ada 9 kriteria pilot project yang dapat disesuaikan dengan situasi, kondisi, serta permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian, setiap daerah memiliki peluang dan potensi yang besar untuk menyelesaikan permasalahan di wilayahnya.
Selain itu, lanjut Tri, pelatihan ini difokuskan untuk menangani sejumlah persoalan seperti stunting; kesehatan ibu dan anak; menuju perilaku hidup bersih dan sehat, terutama dalam mencegah serta menangani Covid-19; serta siaga menghadapi bencana kebakaran dan kecelakaan dalam rumah tangga.
Tri mengimbau para peserta untuk dapat menerapkan hasil pelatihannya secara langsung kepada masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat kemudian dapat berperan aktif secara mandiri mengatasi permasalahan yang dihadapi, baik secara individu maupun keluarga. “Sehingga mampu menolong dirinya sendiri secara mandiri untuk mengatasi permasalahan di bidang kesehatan, lingkungan, dan perencanaan sehat,” ujar Tri.
Selanjutnya, Tri berharap, seluruh peserta pelatihan dapat berbagi pengetahuan kepada Pengurus Pokja IV dan Kader PKK yang belum mengikuti kegiatan tersebut, agar terbangun pemahaman bersama.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: palu
-
Jaga Sinergitas di Wilayah, Babinsa Koramil Srengat Gelar Kegiatan Komsos dengan Aparat Desa
-
Kementan Gandeng Polri Tingkatkan Ketahanan Pangan, Kapolri: Kita Wujudkan Swasembada Pangan
-
Kapolda Metro Pimpin Apel Pamen Dan Kukuhkan Pengurus Komite Olahraga Polri
-
Presiden Jokowi Lantik 833 Perwira Remaja TNI dan Polri
-
Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Cibinong Polres Bogor Sambang Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Ajah Cegah TPPO
-
Bersama Forkopimda Aceh, Pangdam IM dan Kapolda Aceh Ikut Membuka Bhayangkara Seulawah Expo 2022
-
Menteri Basuki Minta Penanganan Lereng dan Pembatasan Kegiatan Sepanjang Jalan Bypass BIL – Mandalika
-
Ikhwan Aziz Wartawan Harian Pelita Gagas Organisasi “Jurnalis Mitra Polri”
-
Menlu RI: Agenda KTT Asean ke-42 di Labuan Bajo
-
Bertemu Presiden Biden, Presiden Jokowi Ajak Kemitraan Indonesia-AS Berkontribusi untuk Perdamaian Global





