REAKSIMEDIA.COM | Timika – Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk menstabilkan harga beras, Kodim 1710/Mimika bekerja sama dengan Bulog Kancab Mimika terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui penjualan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di wilayah Kabupaten Mimika, Kamis (27/11/2025).
Pada kegiatan hari ini, Kodim 1710/Mimika menyalurkan 1 ton beras SPHP kemasan 5 kg kepada masyarakat di Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika. Penyaluran ini bertujuan membantu warga mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan di wilayah.

Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos., M.Han., M.A., dalam keterangannya menjelaskan bahwa penyaluran beras SPHP akan terus dilaksanakan oleh Kodim 1710/Mimika bersama Bulog Kancab Mimika. Melalui program ini, diharapkan beban pengeluaran rumah tangga dapat berkurang dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Warga terlihat antusias memanfaatkan program ini. Seluruh stok beras habis terjual, dan masyarakat mengapresiasi langkah Kodim dan Bulog yang dinilai membantu meringankan beban ekonomi di tengah kenaikan harga bahan pokok.
Sumber : Pendim 1710/Mimika
Tags: Timika
-
Jajal Kemampuan Anggotanya, Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 Ikuti Lomba Masak
-
Kodim 0428 MM Gelar silahturahmi Dan Coffee Morning Dengan Awak Media Mukomuko
-
Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko Ikuti Sosialisasi RAN PASTI Secara Virtual
-
Pembukaan Pameran Mega Build Ke-19, Kementerian PUPR Dorong Belanja Produk Dalam Negeri
-
Panglima TNI Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Monas
-
Panglima TNI Hadiri Pidato Ketua DPR RI dan Pidato Kenegaraan Presiden RI Pada Sidang Paripurna DPR RI Tahun 2024
-
Tripika Kecamatan Barombong Perketat PPKM Level 3 dengan Operasi Yustisi Prokes
-
Tangani Dampak Kemarau Panjang, Polisi Dan BPBD Kota Blitar Rutin Droping Air Bersih Bantu Warga
-
Ribuan Pelari Meriahkan Lanud Sultan Hasanuddin Air Force Run 2025
-
Ketua Banua Barintak Babaya, M Rasatkan Prihatin dengan Pertambangan Tanpa Izin

