REAKSIMEDIA.COM | Tapanuli Selatan – Empat kepala desa memilih bungkam pada saat dikonfirmasi terkait dugaan mark up pengadaan lampu solar cell TA.2021 di kabupaten tapanuli selatan (Tapsel), jum’at (18/O3/2022).
Pada saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan kepada delapan kades, tidak ada satupun diantara mereka yang menjawab semua pertanyaan dari wartawan, empat kades bungkam dan empat lagi memberi jawaban walaupun semua pertanyaan yang di tulis tidak mereka jawab.
Adapun pertanyaan yang dikirimkan awak media ini terkait dugaan mark up terkait pengadaan lampu solar cell TA.2021 di kabupaten tapsel, yaitu :1)Berapa yang dianggarkan setiap per desa, terkait pengadaan yang di maksud ?
2)Kebijakan siapa pengadaan lampu solar cell yang di maksud ?
3)Siapa pemenang pengadaan proyek tersebut, dan apa nama PT dan atau CV nya ?
4)Apakah pengadaan lampu solar cell tersebut masuk di dalam musrenbang desa ?
5)Mengapa alokasi dana pengadaan lampu solar cell tersebut tidak di pajang dalam APBDes ?
Kades yang tidak merespon walau jelas terlihat konfirmasi melalui pesan WA sudah centang dua bahkan diantaranya sudah centang dua biru dan masih tetap memilih bungkam saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp yaitu : Maddin Sagala kades kilang papan, kecamatan sipirok, Surya Darma Ali
kades parsalakan, kecamatan angkola barat, Parulian Dongoran kades lembah lubuk raya, kecamatan angkola barat, M.Iqbal kades sisundung, kecamatan angkola barat, dan Hendra Susilo Pakpahan kades aek uncim, kecamatan tantom angkola.
Ke empat kades yang menjawab dari konfirmasi wartawan,yaitu: Valenty kades paran padang, kecamatan sipirok mengatakan, di desa paran padang tidak ada pengadaan lampu solar cell. Kemudian Putra Siregar kades sipenggeng, kecamatan batang toru mengatakan, tidak semua desa menganggarkan pengadaan lampu solar cell TA.2021, termasuk desa sipenggeng, jadi mohon maaf bang tidak bisa kasih info terkait pengadaan lampu solar cell, ungkapnya.
Sementara salah satu kades dari wilayah kecamatan angkola barat, yang tidak mau di sebut identitasnya menjawab, “ooiihh ngeri kali”, singkatnya.
Wilayah kecamatan tantom angkola, kades aek uncim Hendra Susilo mengatakan, untuk menjawab semua pertanyaan ini mohon maaf ada ketua APD kabupaten tapsel, yang menjawabnya, ucap kades aek uncim.
Adi Martua Harahap dan Ali Yusron Dongoran kepada REAKSIMEDIA.COM mengatakan, proyek pengadaan lampu solar cell TA.2021 di Kabupaten Tapsel ini diduga bermasalah, dan nantinya proyek pengadaan lampu solar cell itu akan menimbulkan indikasi korupsi. Soalnya proyek pengadaan tersebut tidak sesuai dengan aturan Undang-Undang Republik Indonesia dan jelas menyalahi aturan serta melanggar UU NO.40 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, kata Adi Martua Harahap dan Ali Yusron Dongoran.
Laporan : Samsul Bahri Hasibuan
Tags: tapunuli
-
Pimpinan Anev GK, Kapolda Sulteng: Malam Pergantian Tahun, Sulteng Relatif Kondusif
-
Ini Kata Pj Wali Kota Sukabumi Terkait Rakor BKN di Bali
-
Pangdam Hasanuddin Pimpin Upacara 17-an dan Bacakan Amanat Kasad
-
Mutu Pendidikan dan Kesehatan Modal Pokok dari Kemajuan Bangsa
-
Wapres Ma’ruf Amin Minta 25 Kabupaten Tertinggal Terentaskan di 2024
-
Polres Pinrang Laksanakan Pemotongan Hewan Qurban Dihari Raya Idul Adha 1444 H
-
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi dan Satgas Covid-19 Kab. Pekalongan Tak Keluarkan Izin Keramaian
-
Gotong Royong Perbaiki Saluran Pipa Air Satgas Yonif 144/JY Bersama Warga di Perbatasan
-
Polisi Melakukan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Dari Aliansi Amara di Depan Kantor Bank BNI Cab Gowa
-
Babinsa Koramil 1710-04/Tembagapura Bersama Warga Gelar Kerja Bakti Bersihkan Jalan Dan Lingkungan Kampung


