REAKSIMEDIA.COM | Kabanjahe Karo – Sebentar lagi tahun pelajaran 2020/2021 telah berakhir, tidak terasa belajar dirumah secara online dalam jaringan (Daring) sudah melewati setahun, yang ironisnya siswa yang satu lokal pun begitu tidak saling mengenal, apalagi guru yang sudah dipastikan tidak menghafal wajah dan nama nama siswanya.

Nina Karina Br Sembiring salah satu satuan pelajar anak bangsa mengatakan, bahwa dia menamatkan SMA nya dengan belajar dirumah, tamatan 2020, dan kadang mereka menyebutnya dengan angkatan covid.
“Kita sangat berharap adanya terobosan yang diperbuat, terkait pendidikan kita, langkah apa yang harus ditempuh, ini sudah memasuki ajaran baru, kita harus berani bersepekulasi, dengan memikiri juga resikonya,karena kuta harus mengakui belajar online, jauh seperti diharapkan ” ujar Nina Karina ,Rabu (26/05/2021) di Pusat Rehabilitasi Narkoba Anak Bangsa, Jalan Jamin Ginting S no 81 Desa Ketaren Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo Sumatera Utara.
Mental generasi muda sedang mengalami penurunan dan kita juga sangat waswas dengan android selalu ditangan mereka, apalagi sebahagian besar pengawasan sangat minim ” kata relawan anak bangsa ini.
Sebaiknya Pemerintah sudah bisa melakukan tatap muka dengan syarat sistem pembelajaran yang memang harus diperketat, dan juga kerjasama antar orang tua dan siswa itu sendiri sangat diharapkan, kesadaran yang tinggi harus ditanamkan, itulah yang harus dipikiri apa yang harus diperbuat “ujar Bendahara Yayasan Anak Bangsa Sumatera Utara, drg Gita Maria Natalia Ginting.
Bendahara Yayasan Anak Bangsa ini menambahkan ” kita juga harus sadar, kalau Covid 19 ini harus kita hadapi dengan betul betul peduli dan saling mengingatkan, jangan sekali sekali menganggap sepele, dan teruslah berbenah, mempersiapkan diri dimana pun kita berada, apa yang sudah diterapkan Pemerintah, diikuti dengan displun, mari memulai dari diri sendiri, katanya.
Sementara salah satu orang tua siswa, Doris Mela Br Panggabean, mengakui kalau Putra-Putrinya sudah jenuh dengan belajar, sistem online, malah sudah menjurus kearah yang malas, memang kita tidak menerapkan pengawasan yang ketat, karena faktor pekerjaan juga salah satu alasan, kita betul betul kualahan, dan ada rasa kawatir akan masa depan mereka.
Tapi apa mau dikata, kita juga takut dengan setuasi yang sedang dijalani,semoga ini cepat berlalu, tapi berharap juga ada solusi dari Pemerintah, agar ini dapat diatasi. ” tutupnya.
Laporan : Erianto Perangin Angin
Tags: kabanjahe karo
-
Percepat Pembangunan Desa, Kemendes Gandeng UINSU Medan
-
Proyek Pekerjaan Transmisi Dan Distribusi Tower SUTET PLN Diduga Para Pekerja Tidak Dilengkapi APD
-
Satgas Yonif Mekanis 203/AK Adakan Acara Bakar Batu Bersama Masyarakat Distrik Mukoni
-
Sambangi Warga Binaan Bhabinkamtibmas Terus Lakukan Himbauan Kamtibmas dan Pencegahan Terkait TPPO
-
Ketua KPK Sebut NU Wajib Didigdayakan untuk Kebangkitan Indonesia Baru Bebas Korupsi
-
Seleksi Peserta MTQ Aceh Timur Dimulai, Rocky Ajak Masyarakat Bumikan Al-quran
-
Satu Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi ke Lanud Sultan Hasanuddin
-
Presiden Jokowi Silaturahmi dengan Karyawan PTFI
-
Perbincangan Pangdam I/BB Dengan Petugas Vaksinasi
-
Sat Reskrim Polresta Banyumas Bekuk RS Pelaku Curanmor

